Showing posts with label Letto. Show all posts
Showing posts with label Letto. Show all posts

Friday, March 13, 2009

Clas Music Heroes, The Winners

Clas Music Heroes tahun ini sudah diumumkan, penghargaan yang bertema "Talk Less Do More" atau "tak banyak omong, tapi prestasinya mencorong" diberikan kepada artis papan atas dan legendaris Iwan Fals. Kemenangan Iwan Fals ini selain ditentukan melalui pemungutan suara via SMs juga melalui penjurian. Para dewan juri selain Andy F Noya & Ricky Siahaan (Rolling Stone Indonesia) ada juga Anton Wahyudi (Praktisi Radio), Bongky (Musisi, Produser), Dahono Fitrianto (Kompas), Denny MR (Pengamat Musik) dan Yoris Sebastian (OMG Creative Consulting).

Selain Iwan Fals yang terpilih sebagai pemenang, ada 17 musisi yang menerima predikat serupa antara lain Slank, Peterpan, Melly Goeslaw, Krisdayanti, Gigi, Agnes Monica, Ari Lasso, Project Pop, Yovie and Nuno, Andra and The Backbone, Cokelat, Sheila On Seven, Naif, Letto, The Changcuters, dan Efek Rumah Kaca.

Penghargaan Clas Music Heroes yang disponsori oleh salah satu produk rokok ini selain memberikan penghargaan kepada para artis Indonesia yang pantas menjadi panutan di dunia musik tanah air juga diberikan pada tempat-tempat yang mempunyai keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar.

Ada 12 Tempat Yang memiliki keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar antara lain Desa Jatiluwih (Tabanan –Bali), FX Lifestyle X’nter (Sudirman, Jakarta), Jembatan Tengku Fusabilillah (Trans Barelang, Batam), Kawasan Mega Wisata Ocarina (Batam), Museum Kartun Indonesia (Bali), Poli dan Taman Baca Amin (Batu, Malang), Perpustakaan SOEMAN HS Propinsi Riau (Pekanbaru), Pulau Penyu (Tanjung Benoa –Bali), Pt. Kereta Api (PERSERO) atas Produk Kereta Wisata Nusantara (Jakarta), Rasuna Epicentrum (Jakarta), Rest Area KM 19 Jalan Tol Jakarta Cikampek dan terakhir Terminal 1 Bandar Udara Soekarno Hatta (Jakarta).


Sebagai penghargaan di beberapa kota tersebut selain di Jakarta tepatnya di FX mall didirikan Monumen Clas Music Heroes juga didirikan monumen serupa di kota-kota lain seperti di Jogja (bunderan UGM), Batam (Simpang Jam), Bandung, Semarang (Pandanaran), Surabaya, Malang, Medan, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Denpasar (Bali).

Selamat kepada para pemenang semoga selalu menginspirasi musisi yang lain serta para fans masing-masing.



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, January 16, 2009

Bermain Kata-Kata Di LEthologica

Bermain dengan kata-kata mungkin sudah jadi kebiasaan Noe sejak kecil. Jadi tak perlu heran kalau dia punya setumpuk lirik yang siap untuk dituangkan dalam nada-nada. Kadang terkesan sangat serius dan cenderung religius. Padahal di balik semua itu, Letto menyimpan kenakalan-kenakalan yang bisa bikin kita tertawa terpingkal.

Dan Lethologica bukanlah sebuah kesalahan pengetikan atau sok pelesetan. Lethologica yang merupakan nama dari sebuah kelainan psikologis yang membuat seseorang bisa lupa tentang sebuah kata kunci atau nama dalam sebuah percakapan. Jelas beda dengan Lettologica yang jadi dasar band ini melangkah. Terlepas dari itu pelesetan atau tidak, namun bermain dengan kata-kata adalah hal yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau kata-kata itu memberi sebuah makna baru.

Namun jangan terjebak untuk berpikir terlalu berat tentang album ini. Toh, saat mereka tiba pada proses penyelesaian lagu, Lettologica (yang artinya cara berpikir anak-anak Letto) berfokus pada keindahan, kemudahan diterima dan menghibur hati. Apalagi mereka bekerjasama dengan dua orang produser yang sudah terlihat kehebatannya memoles band, Noey dan Capung. Matang deh lagu mereka.

Ada beberapa lagu di album ini yang pantas mendapatkan perhatian khusus. Yang pertama adalah Lubang Di Hati. Sebuah lagu yang bisa membuka mata kita dan melihat dunia ini dengan perspektif yang berbeda. Memandang cinta dengan pola pikir dan emosi yang lebih tertata. Dan mengajak kita tak pernah berhenti melalui kesenangan hidup yang kadang melelahkan. Dipilih sebagai single pertama dengan penuh harapan bahwa Letto bisa mengisi lubang di relung relung hati para pecinta musik.

Berikutnya Letto menawarkan sebuah obat mujarab untuk menghilangkan kesedihan. Yaitu sebuah lagu berjudul Senyumanmu. Terdengar klise mungkin, tapi kita semua tentu percaya kalau sebuah senyuman bisa memberikan efek positif ke semua orang. Satu senyuman yang tulus bisa kehancuran hati seseorang. Sebuah senyuman bisa memancarkan lagi keindahan yang ada di dalam diri kita. Itulah yang ingin kami lihat, sebuah senyuman di wajah kalian.

Selanjutnya ada sebuah lagu yang berjudul Ku Tak Percaya. Lagu ini bisa menggambarkan kehancuran hati seseorang saat termakan janji palsu sang buaya darat. Dan lagu ini bisa jadi theme song untuk tahun 2009 yang akan diwarnai berlangsungnya pesta demokrasi. Saat banyak orang menawarkan berbagai janji-janji indah, untuk menarik perhatian kita. Lagu ini bisa membantu kita untuk mempertanyakan lagi janji-janji yang mereka banggakan itu. Apakah mereka memang pahlawan yang kita nanti, atau hanya sekedar buaya penebar janji.

Secara musikal, Letto mencoba mengimbangi permainan kata-kata yang puitis penuh makna itu dengan komposisi yang bisa memainkan emosi. Tetap simple, tapi punya sentuhan-sentuhan di setiap lagu untu membawa kita untuk lebih mendalami arti lagu tersebut. Dan kalau Noe mendominasi penciptaan lirik, bukan berarti personel yang lain enggak mau menulis lirik. Satu lagu istimewa di persembahkan oleh Patub dengan judul Itu Lagi Itu Lagi. Lirik sinisme ringan penuh dengan canda di balut oleh arransemen musik yang bernuansa sangat riang. Bisa membuat kita seperti berada di taman bermain.

Secara konsep, Letto terlihat sangat berbeda dengan band-band yang sekarang ini banyak bermunculan. Mereka tidak terseret arus bermain dengan nada-nada melayu, tapi tetap berusaha eksis dengan gaya mereka sendiri. Bermain dengan kata-kata yang penuh makna dan musik ringan yang menghanyutkan. Bahkan konsep kemasa album pun membuat mereka terlihat berbeda. Artwork yang memamerkan karya-karya fotografi dalam potongan-potongan kecil, menunjukan kalau mereka bukanlah band yang sekedar mencari peruntungan dengan menjual satu dua lagu dalam kemasan seadanya. Ini adalah sebuah album komplit yang mungkin susah dicari sekarang ini. Sebuah album yang layak menjadi koleksi di rak cd kita semua. Semoga bisa menjadi pengisi lubang di hati dan mengisi hari-hari kita.

Album: Lethologica
Release: Januari 2009

Label: Musica Studio's

Band: Letto
Band Member:
- Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal)
- Patub/ Agus Riyono (gitar)
- Arian/ Ari Prastowo (bas)
- Dhedot/ Dedi Riyono (drum)

Official Site:
- www.lettolink.com
- www.plettonic.co.cc

Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Thursday, January 08, 2009

LETHOLOGICA, Album Terbaru LETTO

Hari ini album ketiga LETTO sudah beredar di toko-toko musik dan menurut rencana tanggal 21 januari ini juga akan dilaunch secara resmi. Salah satu single andalan 'Lubang Di Hati" sudah terlebih dahulu di lempar di pasaran dan diperdengarkan via radio & RBT bahkan menjadi lagu tema salah satu sinetron di TV swasta.

Album LETHOLOGICA berisi 12 track terdiri dari 3 lagu berbahasa Inggris dan 9 lagu berbahasa Indonesia dengan aneka macam warna musik khas letto dan lirik yang menyentuh. Banyak lagu kuat di album ini dan diperkirakan juga laku menjadi lagu tema sinetron setelah single 'Lubang Di Hati". Warna musik etnis juga merasuki sebagian lagu di album ini termasuk musik etnik Bali dan Minang selain muik etnik Jawa tentunya.

Menurut Noe beberapa waktu yang lalu, judul album Lethologica mewakili perasaan Letto yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata tetapi dengan musik, Lethologica sendiri punya arti penyakit disorder, menggambarkan saat dimana kita tidak bisa mengingat apa yang kita inginkan

Buruan dengerin album ini dan resapi makna cinta meskipun kata LETTO sendiri album ini gak ada hubungannya dengan cinta tetapi kenyataan di dunia musik cinta masih jadi komoditi dan cinta khas LETTO adalah cinta yang universal....

Untuk mendengarkan track demi track album in dapat mengunjungi LETTOpages di:
LETTO On Facebook

Track List (in alpabetical order):
1.Almost
2.Bird Song
3.Hapuskan Keluhanmu
4.Itu Lagi Itu Lagi
5.Jalan Yang Hilang
6.Kepada Hati Itu
7.Ku Tak Percaya
8.Layang-Layang
9.Lethologica
10.Lubang Di Hati
11.Putih
12.Senyumanmu

Album: Lethologica
Release: Januari 2009

Label: Musica Studio's

Band: Letto
Band Member:
- Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal)
- Patub/ Agus Riyono (gitar)
- Arian/ Ari Prastowo (bas)
- Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Official Site:
- www.lettolink.com
- www.plettonic.co.cc


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Monday, December 29, 2008

Lagu METAL Merambah TV

Jangan salah sangka dengan METAL di judul tulisan ini. Bukan METAL aliran musik semacam milik Metallica atau Sepultura tapi ada aliran baru di dunia musik Indonesia yg lagi marak dan sekali latah dari band-band baru..

METAL, melow total atau menye-menye total, lagu-lagu mendayu yang dibawakan kelompok musik yang anggotanya cowok, tentang perselingkuhan, patah hati, putus cinta dan kisah sedih lainnya. Coba cek di acara pemutaran video klip yang bertebaran di televisi mulai dari Inbox, Dahsyat, Klik!, 1satunya, OnTheSpot dan beberapa acara musik lainnya yang membombardir setiap saat dengan lagu-lagu minor.

Menurut band Efek Rumah Kaca di salah satu single Cinta Melulu yang mengkritik keberadaan lagu tersebut, lagu sendu dan mendayu-dayu adalah selera kuping melayu dan tercatat band-band bernada minor seperti Kangen Band (yang sering dihujat) dengan kemampuan bermusik pas-pasan serta lirik yang lugu (lugas dan wagu!) diikuti beberapa band seperti ST-12 dengan P.U.S.P.A. (inget lagu ini di Trans7uara kemarin jadi bahan ketawaan dan ledekan di backstage) atau Wali dengan single Dik yang sederhana atau D'masiv dari Musica. Cerita tentang ST12 dengan penampilan ketiga personil yang beranting aneh ini juga teringat waktu tampil di acara ultah globalTV yang berabtakan saat live. Oh ya selain keempat contoh band itu masih banyak band-band baru dengan nada serupa bernuansa menye-menye (coba perhatikan lagi!).

Sebenernya kalo bicara tentang lirik yang sederhana boleh kita contoh Potret dengan salah satu lagu yang hanya terdiri satu kalimat "i just wanna say i l u" tapi karena lagunya sendiri dan penataan muik yang riang menjadikan salah satu lagu yang unik. Atau lirik lagu yang bersayap dan puitis, pengungkapan cinta yang universal seperti milik Letto, contohnya di single Bunga Di Malam Itu atau single terbaru Lubang Di Hati menjadikan karya yang disukai.

Suka gak suka, kembali lagi ke kuping melayu seperti kata Efek Rumah Kaca, lagu mendayu tersebut malahan meraih popularitas (bukan kualitas loh!) mulai dari tingkat donlod ilegal di internet, CD-mp3 bajakan di lapak, donlod ringbacktone dan menjadi lagu tema sinetron yang tentunya menye-menye pula. Inget D'Masiv meraih 5juta donlod RBT, belum Vagetoz dari Sony BMG dengan jumlah yang gak jauh beda (saat ini RBT menjadi alah satu sumber penghasilan yang cukup besar bagi insan musik).

Mengenai lagu sendu ini juga seperti roda berputar, saat jaman pemerintahan Soekarno kita ingat pelarangan dan pemenjaraan Koes Plus karena aliran musik "Ngak-ngik ngok", terus di jaman Orba, Menpen Harmoko sempat melarang lagu-lagu "cengeng" diputar di TVRI yang gak memberi semangat, saat itu marak lagu-lagu milik Rinto Harahap, Pance, A Riyanto atau Obbie Mesakh dan beberapa artis seperti Nia Daniati atau artis-artis milik perusahan rekaman spesialis lagu cengeng JK Records. Akankah terjadi pengulangan sejarah?

Di sela-sela era sentimentil musik indonesia ini masih ada kelompok musik dengan idealismenya di berbagai jalur musik meski dalam peredarannya masih di bawah minor label. Salah satu contohnya ya Efek Rumah Kaca tadi, terus ada lagi Zeke & The Popo, Everybody Loves Irene atau bahkan Gugun & The Bluesbug yang terkenal di luar negeri. Atau di jalur jazz saat ini ada Ecoutez dengan album barunya, Twentyfirst Night di jalur yang lain atau NIDJI dengan Shadows-nya merambah luar negeri.

Tapi semua tergantung selera masing-masing sih,tulisan diatas mungkin pendapat pribadi.

Nada-nada yang minor / Lagu perselingkuhan /
Atas nama pasar semuanya begitu klise


Elegi patah hati / Ode pengusir rindu

Atas nama pasar semuanya begitu banal


Lagu cinta melulu / Kita memang benar-benar melayu

Suka mendayu-dayu


Apa memang karena kuping melayu / Suka yang sendu-sendu

Lagu cinta melulu kita memang benar-benar melayu / suka mendayu-dayu


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Wednesday, December 17, 2008

LETHOLOGICA, Album Ketiga LETTO


kubuka mata dan kulihat dunia
tlah kuterima anugerah cintanya
tak pernah aku menyesali yang kupunya
tapi kusadari ada lubang dalam hati.

kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
kumenanti jawaban yang apa yang dikatakan oleh hati

apakah itu kamu apakah itu dia selama ini kucari tanpa henti
apakah itu cinta apakah itu cita yang mampu melengkapi lubang dalam hati?

kumengira hanya dialah obatnya
tapi kusadari bukan itu yang kucari

kuteruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti

(lubang di hati)

album yang ditunggu dari LETTO segera beredar bulan awal tahun 2009 ini, tahap akhir rekaman dan mixing udah dilalui oleh band dari jogja ini bahkan single berjudul "lubang di hati" ciptaan noe & cornel sudah mulai diperdengarkan di radio-radio seluruh indonesia. album ketiga dari LETTO yang masih beranggotakan Noe (vokal), patub (gitar), arian (bas) & dedi (drum) ini menurut rencana diberi judul LETHOLOGICA dan keseluruhannya di rekam di studio Geese milik mereka di jogja.

album LETHOLOGICA masih diterbitkan oleh musica studio's dengan beberapa lagu berbahasa indonesia dan inggris seperti album terdahulu "truth cry & lie" dan "don't make me sad". single pertama "lubang di hati" masih kental rasa LETTO yang kaya akan lirik yang menyentuh meski tetap dengan kesederhanan. tapi kenapa ya diberi judul "lethologica" yang artinya menggambarkan saat dimana kita tidak bisa mengingat apa yang kita inginkan.

kita tunggu aja respon pasar untuk single pertama di album ketiga ini dari band peraih platinum dari album sebelumnya. penasaran dengan single "lubang di hati"? nikmati aja di: SINI atau boleh juga di LETTOpages on Facebook.

Band: Letto
Member:
Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal)
Patub/ Agus Riyono (gitar)
Arian/ Ari Prastowo (bas)
Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Label:
Musica Studio's
Official Site:
www.lettolink.com
www.the-letto.blogspot.com


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, December 12, 2008

MTV Staying Alive 2008: Play The Music, Sound The Message

MTV Staying Alive 2008 akan kembali digelar di Lapangan D Senayan selama 12 jam mulai jam 12 siang sampai jam 12 malam pada hari Minggu 14 Desember 2008. Untuk tahun ini terpilih band pemenang AML Soundrenaline 2008 yakni J-Rocks sebagai Spokes Person Staying Alive 2008, tahun 2007 lalu sebagai Spokes Person adalah NIDJI dan Superglad di tahun 2006.

Kalo tahun lalu NIDJI dengan lagu Arti Sahabat, tahun ini J-Rocks dengan lagu Meraih Mimpi sebagai tema MTV Staying Alive 2008, lagu ini banyak mengandung pesan positif buat pendengarnya selain sebagai Spokes Person J-Rocks mengajak semua orang yang terkena HIV/ AIDS menjadi lebih bersemangat dan takkan menyerah.

Selain J-Rocks di ajang MTV Staying Alive 2008 ini akan ada puluhan band-band besar Indonesia seperti Letto, Kerispatih, Samsons, Prisa, RAN, The Titans, The Changcuters, Cokelat, Pingkan, Alexa, Steven & Coconut Treez, Juliette, Seventeen, Dewiq feat. Ipank, 9 Ball, Afgan, Saint Loco, D’Masiv, Garasi, Dewi Dewi, The Rock, Drive, Agriculture, Mocca, Garasi, Abdul, Superglad dan beberapa band lain.


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Monday, December 01, 2008

MTV Staying Alive Music Summit 2008


Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 1 Desember, MTV Indonesia dan Yayasan Staying Alive selalu mengadakan acara MTV Staying Alive Music Summit sebagai kegiatan kepedulian generasi muda terhadap AIDS termasuk pengenalan bahaya HIV AIDS dan penggalangan dana buat penderita HIV AIDS.

Untuk tahun ini secara internasional dipilih artis Kelly Rowland, mantan personil Destiny Child sebagai Duta MTV Staying Alive 2008, kalo untuk Indonesia siapa ya? tahun kemarin NIDJI terpilih sebagai duta MTV Staying Alive 2007.

Acara MTV Staying Alive Music Summit 2008 akan dilangsungkan di Lapangan D Senayan Jakarta tanggal 14 Desember 2008 mulai jam 12 siamg ampe jam 12 malam alias 12 jam nonstop dan dimeriahkan oleh puluhan artis dan band papan atas Indonesia. Siapa aja yang akan menjadi duta tahun ini dan band-band yang akan tampil di acara tahunan tersebut? Tunggu aja info lanjutannya di sini.

Update:
Acara ini dimeriahkan oleh lebih dari 20 band papan atas indonesia seperti letto, d'masiv, mocca, ran, gigi, netral, agrikulture, five minutes, the changchuters, superglad, alexa, j-rocks, saint loco dan beberapa band lain....
MTV Staying Alive 2008 juga disiarkan langung di global tv mulai jam 7 malam....



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Thursday, November 06, 2008

Album Ketiga Letto Segera Beredar


Gak sabar nungguin album terbaru LETTO? kabar terakhir dari Letto bahwa mereka sedang menyelesaikan materi album yang ketiga di bulan November ini dan menurut rencana album ketiga setelah Truth Cry & Lie serta Don't Make Me Sad ini akan dirilis di bulan Desember tahun ini. Udah ada 4 lagu baru yang selesai, sisa masih belum sempurna alias masih dalam proses penyelesaian di studio milik mereka sendiri di kawasan Kadipiro Jogja. Mengenai studio yang bernama Geese ini, gue pernah nyambangi studio ini canggih juga peralatannya dan beberapa band lokal sering menggunakannya, juga buat Letto sendiri sempat untuk merekam album pertama dan kedua di sana.

Menurut Letto, album ketiga ini tidak berbeda jauh dengan album sebelumnya, masih berbicara tentang cinta yang universal, masalah sosial dan tentunya masalah ketuhanan dengan lirik-lirik yang puitis plus ada meteri berbahasa inggris seperti album sebelumnya. Masih dengan personil Noe (vokal), Patub (gitar), Arian (bas) dan Dedhot (drum), selain penyelesaian album ketiga ini seperti recording, mixing dan sesi foto buat cover album, mereka masih menjalani promo tour ke berbagai kota dan video klip dari single terakhir berjudul Bunga Di Malam Itu.

Saat ini tinggal Dedhot dan Noe yang masih lajang, beberapa waktu yang lalu Patub udah melepas masa lajangnya mengikuti jejak Arian. Kalo Noe malah asik dengan film terbarunya tentang TKW Hongkong (Hongkong Rhapsody) yang diproduserinya melalui rumah produksi Pic(k) Lock Productions dengan sutradara Lola Amaria. Beberapa waktu lalu Noe juga berkolaborasi dengan salah satu kelompok musik Malaysia dalam single ramadhan Cinta Yang Sempurna.

Kita tunggu aja single pertama dari album ketiga Letto yang berjudul ***** (masih rahasia katanya...) apakah juga dapat meraih platinum awards (150 ribu copy) dalam 3 bulan seperti Don't Make Me Sad?

Band: Letto
Member:
Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal)
Patub/ Agus Riyono (gitar)
Arian/ Ari Prastowo (bas)
Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Label:
Musica Studio's
Official Site:
www.lettolink.com
www.the-letto.blogspot.com


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Saturday, September 20, 2008

The Winners Of MTV Indonesia Awards 2008


MTV Indonesia Awards 2008 semalem (19.09.08) digelar di Tennis Indoor Senayan dengan menampilkan beberapa artis ternama di Indonesia eperti NIDJI, DI3VA dan The Changchuters. Beberapa artis pendatang baru meraih penghargaan MTV Indonesia Awards 2008 seperti Afgan yang menyabet sekaligus 2 gelar sebagai Most Favourites Male & Artist of The Year mengalahkan beberapa artis kawakan Tompi, Ari Lasso, Once Dewa & Glenn Fredly. D'Masiv yang merupakan pemenang A Mild Wanted 2007 mendapatkan penghargaan sebagai Most Breakthrough Artist.

Letto, band dari Jogja juga mendapatkan 2 gelar untuk video klip "Permintaan Hati" sebagai Video Of The Year dan Best Model On Clip.

Daftar peraih penghargaan MTV Indonesia Awards 2008 secara lengkap:
Most Favorite Female - Agnes Monica
Most Favorite Male - Afgan
Most Favorite Band/Grup/Duo - Yovie & Nuno
Most Breakthrough Artist - d'Masiv
Best Video of the Year - Letto 'Permintaan Hati sutradara A.n.g.g.y
Best Model on Clip - Marsha Timothy - Letto 'Permintaan Hati'
Best Performance - The Changcuters 'I Love U Beibeh'
Best Cutting Edge Artist - Efek Rumah Kaca 'Cinta Melulu'
Artist of the Year - Afgan

Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc


Monday, September 15, 2008

Cinta Yang Sempurna, Kolaborasi Noe Letto & 6ixth Sense


Siapa yang tak kenal Letto, salah satu band dari Jogja yang udah mulai melanglang ke kawasan malaysia dan singapura, salah satu bukti selain pernah memenangi salah satu kategori di Anugrah Planet Muzik tahun lalu, album Letto juga di edarkan di negara tetangga tersebut. Salah satu bukti lain, Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) salah satu vokalis Letto mendapatkan kehormatan untuk berkolaborasi band asal Malaysia yang bernama 6ixth Sense dalam salah satu single bertajuk "Cinta Yang Sempurna", sebuah single bernafaskan ketuhanan (salah satu ciri khas Letto).

Sepanjang Ramadhan ini, "Cinta Yang Sempurna", di Malaysia diproduksi Rumpun Records & Metadome Records merajai tangga lagu di radio Malaysia Singapura dan untuk Indonesia menurut rencana juga akan diedarkan tetapi nama 6ixth Sense akan diganti menjadi Tirta. Tetapi untuk penggemar Letto alias pLettonic udah dapat menikmati single ini selain di situs resmi 6ixth Sense juga dapat dilihat video klipnya di YouTube maupun postingan blog ini sebelumnya.

Lagu "Cinta Yang Sempurna" digarap bareng cuman beberapa jam saja oleh Noe - 6ixth Sense dan dibawakan secara apik yang menceritakan tentang manusia yang mencari cinta sejati, cinta yang sempurna, mencari suatu hal yang hakiki yang hanya ditemukan dengan cinta sempurna pada Tuhan Yang Maha Esa.

Trus siapa sih 6ixth Sense alias Tirta? Band ini di Malaysia udah mengeluarkan 2 buah album produksi Rumpun Records bertajuk "Hari Ini" (2006) dan "6ixth Sense" (2007), band ini beranggotakan Adi (vokal), Wan (drum), Ayoy (bass), Atan (gitar) dan Gjie (gitar). Vokalis 6ixth Sense Adi yang bernama lengkap Adi Priyo Sambodo adalah lelaki asal Jember Jawa Timur yang mengadu nasib di ranah musik Malaysia. Kolaborasi dengan salah satu personil Letto menjadi kebanggaan tersendiri buat 6ixth Sense terutama Adi sang vokalis,"Saya juga tidak menyangka peluang berduet bersama Noe akhirnya menjadi kenyataan. Siapa yang tidak kenal dengan kumpulan Letto yang pernah mencipta fenomena seketika di Malaysia sebelum ini. Peluang keemasan itu sememangnya ditunggu-tunggu oleh kami (6ixth Sense) apatah lagi dapat berkolaborasi bersama Noe, satu nama yang besar dalam industri muzik di Indonesia".

Ok deh, kita tunggu rilis resmi-nya di Indonesia, apakah 6ixth Sense akan berhasil di dunia musik Indonesia seperti Letto dan bebarapa musisi Indonesia di Malaysia atau dengan nama besar Letto lagu "Cinta Yang Sempurna" akan menjadi hits juga di Indonesia?

Single: Cinta Yang Sempurna
Label: Rumpun Records Malaysia
Band: 6ixth Sense & Noe Letto
Member:
Mohd Safwan Hasnan/ Wan (Drum)
Mohd Faiz Azizi/ Gjie (Guitar)
Adi Priyo Sambodo/ Adi (Vocal)
Shahrul Effendy Sha'ari/ Atan (Guitar)
Mohd Fairos Ramli/ Ayoy (Bass)
Official Site:
http://www.myspace.com/6ixthsense
http://www.metamobile.com.my/6ixthsense




Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc


Wednesday, September 10, 2008

Video Clip Cinta Yang Sempurna (6ixth Sense feat. Noe Letto)



In This Video:
Mohd Safwan Hasnan/ Wan (Drum)
Mohd Faiz Azizi/ Gjie (Guitar)
Adi Priyo Sambodo/ Adi (Vocal)
Shahrul Effendy Sha'ari/ Atan (Guitar)
Mohd Fairos Ramli/ Ayoy (Bass)
Sabrang Mowo Damar Panuluh/ Noe Letto (Guest Star)


Song: Cinta Yang Sempurna
Band: 6ixth Sense (Featuring Noe Letto)
Label: Rumpun Records (Malaysia)
Official Site:
http://www.myspace.com/6ixthsense
http://www.metamobile.com.my/6ixthsense

Lyric Cinta Yang Sempurna

Terbawa aku dalam rasa
Yang selama ini terlupa
Ooohhh Ooooh
Mungkinkah ini cinta…

Hatiku cuba
Tuk mencari
Kemana aku telah pergi
Ooohh Oooh
Mungkin ini semua mimpi

*
Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan semu
Semua hanya palsu

**
Bawa aku
Kepada MU
Keindahan yang tak semu
Peluk aku
Jangan pernah
Kau biarkan
Ku terlupa pada Mu

Kasihku tempatku mengadu
Takkan ada cinta yang bisa sempurna
Selain kepadaMu
Kepada MU


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, April 07, 2006

All About Letto

Awalnya agak heran mendengar lagu beda dari band aneh dari Jogja.
Ternyata Letto namanya. asyik dan meng-indonesia, khas paguyuban...
Tambah heran setelah membaca Kompas Minggu (19/03) yang mengulas tentang band ini, ternyata e, ternyata, vokalisnya Noy, anak kandung dari salah satu orang yang hangat di benak, Cak Nun. (baru ngeh mengapa lirik mereka begitu filosofis dan "kuat". hehehe).

Balik ke Letto. Saya merasa ada keanehan dalam musik dan liriknya.
Lagunya begitu religi namun saya yakin dapat diterima generasi emtivi.
Pasti. Fenomena yang belum lama ini ditebar Opick dengan Tombo Ati-nya.

intermezo:
Tombo Ati sering dibawakan Kyai Kanjeng (Emha Ainun Najib) dalam pementasannya.
Kidung ini merupakan ciptaan salah satu wali Songo dan digubah secara luar biasa oleh Cak Nun.
lanjut...
Melihat Letto, seakan melihat (musik) Indonesia dalam bentuk lain.
Cinta yang tidak mendayu. Semangat hidup yang tidak cengengesan.
Mereka memberi simbolisasi lewat kata cry: tangisan.
Sedih banget, kita menangis; Bahagia sekali, kita juga menangis.
Cak Nun banget!
Dan saya rasa, Letto membawa warna dan aroma (: semangat) baru dalam musik Indonesia. Letto asyik. (btw, menurut personilnya, nama letto sendiri tanpa arti).
Sukses Tole.

Buat yang mau lirik or atikel lainnya tenntang Letto dapat diliat di sini kok:
www.the-letto.blogspot.com




Thursday, March 23, 2006

Letto, Berani Membuat Arti

Apalah arti sebuah nama ?
Falsafah itu sepertinya yang dianut Letto, grup musik asal Yogyakarta.
Nama tersebut tidak ada hubungan dengan Leto, istri Zeus dan ibu dari Apolo dan Artemis dalam mitologi Yunani.
Bagi Noe (vokal, kibor), Patub (gitar), Arian (bas), dan Dedi (dram,perkusi), nama itu Merely an identity, untuk identitas semata.
Hal yang terpenting adalah bagaimana mereka memberi sesuatu yang berarti di blantika musik Tanah Air.
Arti itu yang coba disampaikan lewat album debut Truth, Cry and Lie.

Bukan sekadar "trend" dan gaya berbahasa Inggris jika separuh dari isi album ini memang hadir dalam bahasa internasional itu.
"Ini adalah proses kreativitas yang mengalir jujur," ungkap mereka.
Bahkan dalam musik mereka terselip khasanah etnik yang menghadirkan corak slendro dan pelog dalam permainan instrumen band modern.
Hasilnya adalah sebuah karakter musik yang "asli" beda, namun tetap asyik untuk dinikmati.

Simak saja lagu Sampai Nanti, Sampai Mati yang menjadi single pertama di album ini. Lagu itu bertutur tentang sikap optimis menghadapi hidup.
Lirik : kalau kau pernah taku mati/sama./ kalau kau pernah patah hati/ aku juga iya/Tetap semangat/dan teguhkna hati di setiap hari/sampai nanti/sampai mati…

Unik khan! Liriknya memang sarat dengan pesan positif, tapi bukan khotbah.
Sebab gaya penyampaiannya tetap dalam tutur puitis.
Tidak saja bicara tentang hidup, tapi juga cinta, patah hati, persahabatan bahkan tentang Tuhan.
Seperti juga lagu Sandaran Hati yang liriknya jika disimak lebih jauh tidak saja berbicara tentang seorang kekasih, tapi juga sahabat bahkan Yang Maha Kuasa.
Demikian juga dengan lagu I’ll Find Away yang percaya selalu ada jalan untuk mengapai angan.
Dan simak juga yang lain seperti U & I, Insensitive, dan No One Talk About Love. Seluruh lirik Letto terkesan gentlement dan dalam banget.

Lirik puitis tersebut, termasuk yang berbahasa Inggris seluruhnya ditangani oleh Noe salah seorang anak dari budayawan Emha Ainun Najib.
Menurut dia, itu mengalir secara spontan dan alami. "Kami ini anak desa, tidak pernah berpikir yang muluk-muluk. Semua mengalir sesuai dengan kata bathin," ucapnya.

Dia mengakui sebagian besar terinspirasi dari pengalaman pribadi.
Untuk aransemen musik dikerjakan mereka bersama-sama.
Tak heran jika masing-masing memberi pengaruh dalam setiap lagu.
Alhasil akan terasa sedikit ramuan dari rock ala Led Zeppelin, J-rock ala Kitaro, punk rock, bahkan psikadelik.
Ramuan unik itu setelah berpadu terasa begitu easy listening.
Artinya, musiknya enak di kuping, nyaman di hati, namun juga bukan asal bunyi.
Alhasil, kuping anda akan terbuai dalam nada-nada penuh rasa yang dalam.
Hal itu didukung oleh karakter vokal Noe yang melankolis namun tidak cengeng.

Konsep "beda" ini yang membuat Musica Studio's tertarik.
Awalnya Letto diperkenalkan dalam album kompilasi Pilih 2004 lewat single I’ll Find A Way.

Letto berawal dari sekumpulan pemuda yang pernah sama-sama duduk di bangku salah satu SMA di kota Yogyakarta.
Saat itu, aku mereka, tidak pernah terbayangkan kalau suatu saat nanti akan cari modal kawin dari menjual lagu.
Maklum mereka memilih bercengkrama dalam sebuah kelompok teater dengan pertimbangan bahwa belajar teater jauh lebih murah dibandingkan dugem atau narkoba.
Proses berteater ini kemudian memberi pengaruh dalam karya musik mereka kini.

Uniknya tumbuh di lingkungan gamelan tapi dengan idola Queen, Yanni atau LedZeppelin membuat masalah.
Terutama bagaimana memainkan Bohemian Rhapsody dengan slendro atau pelog. Pandangan bahwa semua adalah hasil proses kreativitas membuat akhirnya lahirlah "musik puisi".
"Banyak ekpresi yang terlihat ketika kami mementaskan hasilnya. Dari yang tersenyum menghargai sampai yang melotot dengan muka pucat. Tapi whatever lah, that's not the point. Yang penting kami sudah berkarya dan tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang nggak berguna," kata Aldi yang merupakan behind the scene dudez Letto bersama Bedjat-Miko.
Mereka juga beruntung, bahwa karya itu juga didengar oleh Noey "Java Jive", produser bertangan dingin yang telah melahirkan sejumlah grup besar termasuk Peterpan.

Sebagai karya pertama mereka tidak ingin bermuluk-muluk. "Kami tidak berani menklaim bahwa apa yang kami berikan sebagai sesuatu yang beda dan baru di banding yang lain. Ini hanya karya seorang mahluk ciptaan Tuhan yang coba memberi sesuatu ke dalam wacana musik Tanah Air," ungkap mereka.

Apakah ini sebuah janji ? Buktikan saja dengan mendengarkan Letto dalam lewat Truth, Cry and Lie.

(sumber: Musica Studio's)