Friday, April 07, 2006

All About Letto

Awalnya agak heran mendengar lagu beda dari band aneh dari Jogja.
Ternyata Letto namanya. asyik dan meng-indonesia, khas paguyuban...
Tambah heran setelah membaca Kompas Minggu (19/03) yang mengulas tentang band ini, ternyata e, ternyata, vokalisnya Noy, anak kandung dari salah satu orang yang hangat di benak, Cak Nun. (baru ngeh mengapa lirik mereka begitu filosofis dan "kuat". hehehe).

Balik ke Letto. Saya merasa ada keanehan dalam musik dan liriknya.
Lagunya begitu religi namun saya yakin dapat diterima generasi emtivi.
Pasti. Fenomena yang belum lama ini ditebar Opick dengan Tombo Ati-nya.

intermezo:
Tombo Ati sering dibawakan Kyai Kanjeng (Emha Ainun Najib) dalam pementasannya.
Kidung ini merupakan ciptaan salah satu wali Songo dan digubah secara luar biasa oleh Cak Nun.
lanjut...
Melihat Letto, seakan melihat (musik) Indonesia dalam bentuk lain.
Cinta yang tidak mendayu. Semangat hidup yang tidak cengengesan.
Mereka memberi simbolisasi lewat kata cry: tangisan.
Sedih banget, kita menangis; Bahagia sekali, kita juga menangis.
Cak Nun banget!
Dan saya rasa, Letto membawa warna dan aroma (: semangat) baru dalam musik Indonesia. Letto asyik. (btw, menurut personilnya, nama letto sendiri tanpa arti).
Sukses Tole.

Buat yang mau lirik or atikel lainnya tenntang Letto dapat diliat di sini kok:
www.the-letto.blogspot.com




No comments: