Showing posts with label Cokelat. Show all posts
Showing posts with label Cokelat. Show all posts

Wednesday, December 16, 2009

KONSER KOIN UNTUK KEADILAN: Cukup Satu Prita Saja


Sejumlah musisi besar dan pengamat musik tanah air bergabung dalam konser amal tanggal 20 Desember 2009 yang bertempat di Hard Rock Café Jakarta, dalam rangka merayakan Hari Kesetiakawanan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Desember setiap tahunnya.

Ide konser ini tercetus tak lama setelah Prita Mulyasari divonis harus membayar uang sejumlah Rp. 204.000.000,- kepada pihak Rumah Sakit Omni International atas tuntutan pencemaran nama baik. Sebagai bentuk kesetiakawanan dan solidaritas, maka dibentuklah tim panitia konser yang terdiri dari jajaran pencinta dan pengamat musik Indonesia dan menamakan diri sebagai KOIN UNTUK KEADILAN.

Konser Koin Untuk Prita adalah bentuk rasa kesetiakawanan dan pernyataan sikap untuk melawan ke tidakadilan agar tak ada lagi kasus semacam Prita yang lainnya. Nama KOIN sendiri terinspirasi dari gerakan masyarakat untuk mengumpulkan koin dalam rangka membantu Prita melunasi dendanya. KOIN juga bisa diartikan bebas sebagai akronim dari ‘Kepedulian Orang Indonesia’. Inilah simbol gerakan moral dari dunia hiburan tanah air untuk memberi himbauan kepada pemerintah sekaligus menyebarkan inspirasi kepada kaum muda bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budayanya.

Musisi dan tokoh hiburan yang akan tampil dan ikut andil dalam menyatakan penolakan terhadap ketidakadilan ini adalah Slank, GIGI, Ari Lasso, Nidji, Cokelat, Sheila on 7, Titi DJ, Ada Band, Andra & The Backbone, Padi, She, Sherina, Audy, Drive, Seringai, Pee Weegaskins, Funky Kopral, Kunci, Marvells, Drew, Saykoji, Ronaldisko, Endah N Rhesa, Black Star, Domino, Ika Putri, Gruvi, J-Flow, dan Patent.

Konser akan digelar mulai pukul 15.00 – 21. 00 WIB. Masyarakat yang berminat untuk datang dan menonton diharapkan untuk menyumbang sebesar Rp. 50.000,- sebagai tanda solidaritas. “Seluruh sumbangan masyarakat di konser ini akan diberikan pada Prita sebagai simbol kesetiakawanan dan bentuk kepedulian kita sesama bangsa Indonesia. Berikutnya, beliau yang akan meneruskan ke pihak yang membutuhkan,” papar Adib Hidayat, Ketua Panitia Konser Koin untuk Keadilan, “dan bukan dalam bentuk koin. Itu hanya icon saja,” jelasnya lebih lanjut.

Meskipun gugatan terhadap Prita telah dibatalkan oleh pihak Rumah Sakit, namun acara seperti ini penting untuk tetap diadakan agar suara masyarakat tak dianggap remeh dan kejadian serupa tak lagi terjadi di masa mendatang. Cukup satu Prita saja yang mengalami ketidakadilan.

Jakarta, 16.12.2009, Press Release


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.blogspot.com

Friday, March 13, 2009

Clas Music Heroes, The Winners

Clas Music Heroes tahun ini sudah diumumkan, penghargaan yang bertema "Talk Less Do More" atau "tak banyak omong, tapi prestasinya mencorong" diberikan kepada artis papan atas dan legendaris Iwan Fals. Kemenangan Iwan Fals ini selain ditentukan melalui pemungutan suara via SMs juga melalui penjurian. Para dewan juri selain Andy F Noya & Ricky Siahaan (Rolling Stone Indonesia) ada juga Anton Wahyudi (Praktisi Radio), Bongky (Musisi, Produser), Dahono Fitrianto (Kompas), Denny MR (Pengamat Musik) dan Yoris Sebastian (OMG Creative Consulting).

Selain Iwan Fals yang terpilih sebagai pemenang, ada 17 musisi yang menerima predikat serupa antara lain Slank, Peterpan, Melly Goeslaw, Krisdayanti, Gigi, Agnes Monica, Ari Lasso, Project Pop, Yovie and Nuno, Andra and The Backbone, Cokelat, Sheila On Seven, Naif, Letto, The Changcuters, dan Efek Rumah Kaca.

Penghargaan Clas Music Heroes yang disponsori oleh salah satu produk rokok ini selain memberikan penghargaan kepada para artis Indonesia yang pantas menjadi panutan di dunia musik tanah air juga diberikan pada tempat-tempat yang mempunyai keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar.

Ada 12 Tempat Yang memiliki keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar antara lain Desa Jatiluwih (Tabanan –Bali), FX Lifestyle X’nter (Sudirman, Jakarta), Jembatan Tengku Fusabilillah (Trans Barelang, Batam), Kawasan Mega Wisata Ocarina (Batam), Museum Kartun Indonesia (Bali), Poli dan Taman Baca Amin (Batu, Malang), Perpustakaan SOEMAN HS Propinsi Riau (Pekanbaru), Pulau Penyu (Tanjung Benoa –Bali), Pt. Kereta Api (PERSERO) atas Produk Kereta Wisata Nusantara (Jakarta), Rasuna Epicentrum (Jakarta), Rest Area KM 19 Jalan Tol Jakarta Cikampek dan terakhir Terminal 1 Bandar Udara Soekarno Hatta (Jakarta).


Sebagai penghargaan di beberapa kota tersebut selain di Jakarta tepatnya di FX mall didirikan Monumen Clas Music Heroes juga didirikan monumen serupa di kota-kota lain seperti di Jogja (bunderan UGM), Batam (Simpang Jam), Bandung, Semarang (Pandanaran), Surabaya, Malang, Medan, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Denpasar (Bali).

Selamat kepada para pemenang semoga selalu menginspirasi musisi yang lain serta para fans masing-masing.



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Tuesday, January 20, 2009

CD Kompilasi Mp3, Melegalkan Pembajakan?

Pernah denger gak sih tentang CD kumpulan lagu lagu dalam format Mp3 tapi bukan yang bajakan loh, atau bahkan pernah liat sendiri CD Kompilasi lagu-lagu yang dikemas dalam format Mp3 yang diproduksi label ternama di salah gerai supermarket atau hipermarket? kalo belum coba cek saat ini ada CD kompilasi lagu-lagu lokal dan mancanegara yang dikemas dalam format Mp3.

Yang menarik penjualan lagu dengan dformat MP3 secara fisik adalah tak lazim buat perusahaan rekaman, saat ini penjualan karya musik berupa CD, kaset, format dgital seperti ring back tone dan ringtone. Apabila dalam format digital Mp3-pun hanya diedarkan melalui donlod via internet secara legal seperti via itunes, amazon atau sejeninya. Awalnya untuk penjualan via internet itupun penuh dengan proteksi seperti dengan pola DRM (Digital Rights Management) yang diterapkan, tapi cara inipun akhirnya harus ditinggalkan karena berbagai faktor seperti pembobolan atau bahkan desakan dari pemilik gerai musik online seperti itunes.

Memang penjualan CD dan kaset terjadi penurunan sangat tajam dan memukul industri permusikan, hal ini dikarenakan pembajakan yang meraja lela entah via donlod ilegal di internet atau bahkan penjualan CD atau MP3 bajakan di lapak-lapak yang mengalahkan jumlah penjualan album secara resmi. Kalo dihitung penjualan album platinum sebanyak 150 ribu kopi sesungguhnya yang beredar dipasaran adalah jutaan kopi kalo dihitung dengan versi bajakannya, miris juga sih album yang baru aja dirilis sorenya juga udah dapat didonlod secara ilegal di internet. Ataukan penjualan CD Kompilasi MP3 ini juga untuk mengimbangi pembajakan? Mungkin ya mungkin tidak. Tetapi saat ini yang menjadi tulang punggung industri musik khususnya musisi adalah penjualan via digital seperti ringback tone, dengan harga 5 ribuan perlagu hanya 30 hari dan gak bisa dibajak menjadi trend jualan musik khususnya single lagu.

Kembali ke CD Kompilasi format Mp3 dari label besar tersebut, yang mengejutkan dengan jumlah lagu 50 buah, di klaim berkualitas dan berasal dari ogininal artist, hanya dibanderol seharga 25 ribu rupiah untuk 50 lagu indonesia dan 30 ribu rupiah untuk lagu mancanegara. Emang bukan lagu baru yang dikumpulkan tetapi umumnya lagu-lagu tersebut saat ini dikompilasi cuman sebanyak tak lebih dari 20 lagu per CD dan harganya pun pati diatas 35 ribu, jadi harga Mp3 50 lagu inipun masih jauh dari harga CD normal. Satu lagu lokal dihargai 500 rupiah dan untik lagu mancanegara seharga 600 rupiah perlagu, inipun belum dipotong dengan keuntungan pengecer dan distributor serta biaya produksi seperti harga CD blank trus kemasan yang lumayan bagus. Salah satu pertanyaan sehubungan dengan hak cipta dan royalti, jadi buat musisi atau penyanyi sendiri berapa ya? yang pasti tidak gratis kan. Sebagai perbandingan untuk RBT, musisi mendapatkan pembagian dalam satuan ribuan rupiah per lagu, jadi untuk album Mp3 ini cuman mendapatkan ratusan rupiah perlagu.

Saat ini yang udah dapat ditemuin di pasaran CD Kompilasi berformat Mp3 antara lain 50 Indonesia Love Ballads, 50 Indonesia Superhits, All About Dance, All About Love, All About Pop dan SO7 Top Request. Ada beberapa band besar dan musisi seperti Cokelat, Gigi, Sheila On 7 dan Yovie yang ada di kompilasi tersebut. Trus bagaimana dengan pendapat para musisi dan pengamat musik Indonesia? Kalo buat penikmat musik pasti lebih menguntungkan apalagi buat yang hobi beli Mp3 bajakan dan selalu kecewa dengan kualitasnya, trus saat ini adalah era digital, gak jamannya lagi kaset apalagi walkman dan gak nyaman juga bawa-bawa CD, lebih simple dengan Mp3 player atau ipod atau bahkan cukup menikmati musik melalui handphone. Bagaimana komentar Anda?


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, December 12, 2008

MTV Staying Alive 2008: Play The Music, Sound The Message

MTV Staying Alive 2008 akan kembali digelar di Lapangan D Senayan selama 12 jam mulai jam 12 siang sampai jam 12 malam pada hari Minggu 14 Desember 2008. Untuk tahun ini terpilih band pemenang AML Soundrenaline 2008 yakni J-Rocks sebagai Spokes Person Staying Alive 2008, tahun 2007 lalu sebagai Spokes Person adalah NIDJI dan Superglad di tahun 2006.

Kalo tahun lalu NIDJI dengan lagu Arti Sahabat, tahun ini J-Rocks dengan lagu Meraih Mimpi sebagai tema MTV Staying Alive 2008, lagu ini banyak mengandung pesan positif buat pendengarnya selain sebagai Spokes Person J-Rocks mengajak semua orang yang terkena HIV/ AIDS menjadi lebih bersemangat dan takkan menyerah.

Selain J-Rocks di ajang MTV Staying Alive 2008 ini akan ada puluhan band-band besar Indonesia seperti Letto, Kerispatih, Samsons, Prisa, RAN, The Titans, The Changcuters, Cokelat, Pingkan, Alexa, Steven & Coconut Treez, Juliette, Seventeen, Dewiq feat. Ipank, 9 Ball, Afgan, Saint Loco, D’Masiv, Garasi, Dewi Dewi, The Rock, Drive, Agriculture, Mocca, Garasi, Abdul, Superglad dan beberapa band lain.


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Monday, August 14, 2006

Cokelat (Untukmu Indonesia-ku)

INDONESIA sebentar lagi merayakan hari jadinya yang ke 61.
Sebagai bingkisan ulang tahunnya, Cokelat menghadirkan sebuah album bertema patriotisme yang bertajuk Untukmu Indonesiaku.
Bingkisan teramat spesial dari Cokelat yang juga baru merayakan ulang tahunnya yang kesepuluh ini, berisikan daur ulang 8 buah lagu wajib nasional dan lagu bertema perjuangan ditambah 2 buah lagu baru dari Cokelat.

Lagu daur ulang ini sengaja dihadirkan Cokelat dengan ramuan musik pop modern tanpa menghilangkan ruh lagu aslinya. Sedangkan dua buah lagu barunya bisa jadi merupakan anthem setelah “Bendera”. Seperti apa album Cokelat kali ini yang membuat Cokelat harus menyepi di luar Pulau Jawa dan juga membuat Kikan menangis saat take vokal?

Album ini diberi judul Untukmu Indonesiaku berisikan 10 buah lagu bertemakan perjuangan dan semangat patriotisme Indonesia .
Di album ini, terdapat pula tiga buah lagu milik Cokelat yaitu lagu “Bendera” yang di mix ulang ditambah dua buah lagu baru Cokelat berjudul “Cinta Damai” dan “Ikrar Kami”.
Semuanya diracik dalam ramuan pop modern dan dibumbui sweet rock ala Cokelat.
Segmentasi album di bagi dalam dua kubu yaitu ballad dan rock sehingga diharapkan semua pendengar musik baik musik keras maupun musik lembut dapat menikmati album Untukmu Indonesiaku ini.

Untukmu Indonesiaku ini dihadirkan tepat di ulang tahun negeri tercinta Republik Indonesia yang ke-61.
Bingkisan ini amat spesial dalam menghadirkan sesuatu untuk Indonesia yang sesuai dengan kemampuan Cokelat.
Kami bikin album ini untuk memberi sesuatu bagi Indonesia yang tentunya sesuai dengan kemampuan Cokelat yaitu bermusik. Cokelat merasa, sudah saatnya melestarikan lagu nasional yang sekarang ini sudah tenggelam dari hinggar bingar oleh musik modern,” tandas Edwin, gitaris Cokelat.

Pengerjaan album memakan waktu sekitar tiga bulan dan menyita perhatian personil Cokelat secara khusus.
Cokelat menyisihkan waktunya untuk memilih dan mengaransemen lagu-lagu perjuangan yang akan dimasukkan ke album Untukmu Indonesiaku di tengah-tengah promo tur album The Best Of Cokelat ‘Tak Pernah Padam’.
Cokelat juga menyempatkan diri untuk melakukan riset singkat tentang lagu-lagu perjuangan yang populer di tengah masyarakat di kota-kota yang mereka singgahi selama tur.
Dari riset singkat tersebut, Cokelat menemukan tak banyak lagu-lagu perjuangan yang dikenal oleh anak muda sekarang.
Hal ini sempat membuat sedih Cokelat namun hal ini juga yang menjadi cambuk motivasi Cokelat untuk segera menggarap album ini.

Demi mendapatkan feel yang pas dalam menggarap album ini, Cokelat hijrah ke Pulau Bali. Selama empat hari di akhir bulan Mei 2006 mereka masuk studio dan merekam lagu-lagu tersebut.
Mengapa Pulau Bali yang dipilih untuk proses rekaman album ini? Ronny, bassis Cokelat, coba mengungkapkan, “Pulau Bali identik dengan wisata Indonesia . Pulau ini adalah identitas Indonesia di mata dunia. Kami mencoba menangkap emosi tersebut dari turis-turis yang datang di Pulau ini. Kami juga ingin mengangkat Bali kembali setelah beberapa kali Pulau ini digoncang bencana.”

Tak hanya proses rekaman, pemotretan gambar-gambar untuk album ini pun dilakukan di Bali . Personil Cokelat berbaris rapih dalam pakaian dinas upacara Paskibra di bibir pantai.
Mereka tampak gagah menatap cakrawala langit dibawah kibaran bendera merah putih.
Sesi pemotretan ini sempat menarik perhatian wisatawan manca negara yang melintas.

Memasuki pertengahan bulan Juni 2006 lagu-lagu untuk album Untukmu Indonesiaku ini selesai direkam.
Setelah proses seleksi terpilihlah sepuluh lagu yang akan dimasukkan ke album Untukmu Indonesiaku. Lagu-lagu tersebut adalah:

1. Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu karya Liberty Manik atau akrab dengan L. Manik, komponis kelahiran Batak, menjadi single pertama album Untukmu Indonesiaku. Tema patriotik sangat terasa di lagu ini. “Satu Nusa Satu Bangsa” diaransemen kembali oleh Cokelat dengan irama ballad-rock dengan dukungan orkestrasi dari Sa’unine.

2. Tanah Airku
Lagu ini memiliki makna mendalam bagi Cokelat. Saat take vokal lagu karya Ibu Sud ini, Kikan sempat meneteskan air mata waktu menyanyikan lirik lagunya. “Sedih banget waktu menyanyikan liriknya. Memang sih lagu itu diciptakannya sudah lama, tapi keadaannya bertolak belakang dari kenyataan sekarang. Sedih tapi saya harus bangga sebagai orang Indonesia ,” papar Kikan. Lagu ini memasukkan unsur irama Minang yang dimainkan oleh Jazzer handal, Riza Arsyad.

3. Kebyar Kebyar
Nuansa rock yang hadir disini sangat kental. Cita suara metal ini berhasil menghadirkan lagu karya Gombloh semakin menghentak. Lewat lagu ini, Cokelat ingin mengorbarkan kembali semangat pemuda Indonesia untuk berani berkorban demi Indonesia .

4. Cinta Damai
Ini adalah lagu yang diciptakan oleh Edwin Cokelat. Lagu ini mencoba mengangkat tema patriotik sesuai dengan keadaan saat ini. Dalam tempo ballad, Cokelat mencoba membangkitkan semangat untuk tetap menjaga perdamaian di Indonesia .

5. Syukur
Lagu wajib yang harus dinyanyikan saat Upacara Bendera ini dibawakan kembali ala Cokelat. Meskipun dibawakan dengan gaya nge-rock, lagu ini kesan khidmatnya tetap terjaga. Tembang ini adalah karya H. Mutahar yang diperkenalkan pada Januari 1945. Biasanya lagu ini dinyanyikan hanya lirik versi pertamanya saja yaitu lirik yang berisi gita puja terhadap Tuhan. Namun disini, Cokelat membawakan juga dua versi lainnya yang bercerita tentang rasa terima kasih pada pahlawan bangsa dan apresiasi terhadap kegiatan Pramuka Indonesia . Cokelat berhasil mendeskripsikan lagu ini kembali menjadi sebuah lagu rock modern yang tidak membosankan.

6. Bangun Pemudi Pemuda
Lagu ini dibuka dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh para personil Cokelat. Khusus lagu ini, Anda akan dibawa ke dimensi jauh di masa depan. Bekerja sama dengan DJ T3ORY dari Mobil Derek, lagu karya A. Simanjuntak ini menjadi lagu bernuansa elektronika. Sangat kreatif, memang.


7. Ikrar Kami
Lagu baru kedua dari Cokelat yang hadir di album ini. Lirik dan lagunya sarat akan melodi pop yang riang dan ditulis oleh Ernest Cokelat. Biasanya Cokelat menulis lagu bertema cinta dan patah hati namun kali ini muncul sebuah lagu dengan tema berbeda. Ini adalah salah satu karya Cokelat yang didedikasikan untuk semangat nasionalis.

8. Halo-Halo Bandung
Sengaja dipilih lagu karya Ismail Marzuki ini untuk masuk ke dalam album Untukmu Indonesiaku. Cokelat sebagai band yang berasal dari kota Bandung merasa lagu ini wajib diperdengarkan kembali dalam nuansa rock modern.

9. Bendera (New Version)
Hadirnya album perjuangan Untukmu Indonesiaku ini tak dipungkiri lagi ada dibalik kesuksesan single Bendera. Cokelat menghadirkan kembali lagu karya Eross Sheila on 7 yang dikenal tahun 2002 dalam versi yang berbeda. Kali ini, lagu yang sempat menjadi lagu tema film nasional karya Nan . T Achnas, dihadirkan dengan raungan gitar yang padat. Melodi dan distorsi dari gitar yang berbeda dari aslinya semakin membakar semangat untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme.

10. Hari Merdeka
Untuk lagu ini, Kikan punya maksud tersendiri, “Lagu-lagu wajib nasional bertema perjuangan kental akan orkestrasi, maka itu kami tidak ingin menghilangkan elemen penting dari lagu tersebut. Kami menggabungkan rock Cokelat dengan orkestrasi alat musik gesek dalam lagu perjuangan yang kami aransemen ulang.” Lagu bertempo mars ini memang hadir dalam rock yang dasyat ditambah cita suara string dari orkestrasi Sa’unine. Hal ini semakin memantapkan lagu karya H. Mutahar menjadi lagu dengan irama rock modern yang pantas.

Official Site:
www.cokelat.net

Sunday, March 12, 2006

The Best Of Cokelat

Ini adalah sebuah refleksi dari band yang telah 10 tahun berkarya dan masih terus berkarya di musik Indonesia. Band yang telah menjadi tolak ukur untuk band – band pendatang baru dengan vokalis cewek.
Sebuah band yang punya personil Kikan ( vokalis ), Ronny ( bassis ), Edwin ( melodi ), Ervin ( drummer ), dan Ernest ( rhythm ).
Cokelat di tahun 2006 ini merilis album baru yang bertajuk The Best Of COKELAT “ Tak Pernah Padam “ bercerita tentang pengalaman seru, persahabatan dan ambisinya.

Kenapa Cokelat lebih memilih merilis album the best daripada bikin full album?
Bagi Cokelat sendiri, album the best yang berisikan lagu – lagu terbaik Cokelat yang merefleksikan perjalanan Cokelat dari tahun 1996 hingga Cokelat ada seperti sekarang ini, merupakan sebuah bingkisan untuk para Bintang Cokelat yang sudah setia menemani mereka yang sudah 10 tahun berkarya.
Dan kalau ada anggapan sebuah band yang merilis album the best itu bakalan bubar atau lagi buntu ide, bagi Cokelat itu terlalu berlebihan.
Karena Cokelat tidak akan bubar dan tidak lagi buntu ide, justru saat pembuatan album the best ini Cokelat lagi semangat – semangatnya.
Makanya kenapa album the best mereka diberi judul “Tak Pernah Padam”, maksudnya adalah semangat Cokelat untuk tetap eksis menghibur hati Bintang Cokelat, akan terus ada, sampai kapanpun.

Album the best ini tentunya berisikan lagu – lagu dari 4 album Cokelat sebelumnya, Untuk Bintang ( 2000 ), Rasa Baru ( 2001 ), Segitiga ( 2003 ), dan Dari Hati ( 2004 ), plus ditambah 3 lagu baru yang dijadikan sebagai soundtrack film Indonesia Ekspedisi Madewa, yaitu ‘Tak Pernah Padam’, ‘Nyanyian Sahabat’, Terlalu Indah’, dan khusus ‘Terlalu Indah” di buat dalam 2 versi, band dan akustik piano yang diisi oleh Indra Q, karena Cokelat ingin karakter lagunya kental akan ambience soul-rock.

Tentang cover album yang bagian depannya bergambarkan hard-case gitar milik Cokelat dengan warna dominan merah darah dipilih karena hard-case tersebut sudah menemani Cokelat selama 10 tahun berkarir dan menjadi saksi perjalanan Cokelat yang penuh semangat. Kalau Bintang Cokelat membuka hard-case tersebut, Bintang Cokelat akan menemukan lagu – lagu terbaik yang pernah Cokelat buat.

Dengan memasuki usia satu decade, Cokelat ingin terus berkarya di musik.
Album – albumnya dapat selalu diterima oleh pecinta musik Indonesia.
Dan juga, semoga lagu – lagu Cokelat bisa terus menjadi inspirasi buat Bintang Cokelat yang mendengarkan. K
husus untuk album “The Best Of Cokelat – Tak Pernah Padam” ini, Cokelat berharap semoga Bintang Cokelat yang mendengarkan album tersebut semangatnya juga tak pernah padam.

PEACE, LOVE AND ROCK ‘N ROLL !!

(Sumber : sonybmg music entertainment Indonesia)