Showing posts with label Tohpati. Show all posts
Showing posts with label Tohpati. Show all posts

Saturday, April 25, 2009

AMI AWARDS 12th 2009, The Winners

Semalem (24.04.2009) dari Balai Sarbini Jakarta sudah diumumkan para pemenang pernghargaan bergengsi dunia musik Indonesia, AMI AWARDS 12th 2009. Acara yang bertema "Musik Anak Negeri" ini juga disiarkan langsung melalui RCTI pada jam yang sama. Yang menarik malam itu Balai Sarbini cukup dipenuhi pendukung "band-band melayu" yang mengisi acara itu, untungnya AMI Awards kali ini tidak melulu mengikuti selera pasar musik Indonesia (baca musik melayu yang mendayu-dayu), wah kalo seperti penghargaan award yang di Ancol kemarin AMI Awards perlu diubah menjadi AMM Awards.

Kembali ke acara semalem, terlepas dari Host yang kurang sesuai dengan gengsi acara AMI Awards (seharusnya dipilih host yang gak sering ngeluarin humor murahan!), yang menarik adalah penampilan grup musik legendaris God Bless yang juga mendapatkan penghargaan khusus Lifetime Achievement, membawakan Semut Hitam berkolaborasi dengan Kaka Slank yang berbeda generasi, penampilan ini sebagai awal comeback-nya legenda musik rock ini pada usia 36 tahun yang juga akan mengeluarkan album terbaru bulan depan.

Tentang pemenang penghargaan mungkin akan menjadi pertanyaan saat ST 12 yang menjadi pemenang di Album Pop Terbaik mengalahkan band-band besar seperti Yovie & Nuno, ini mengingatkan kita saat Yovie & Nuno memenangkan kategori Album Terbaik mengalahkan ST 12, mengatakan kalo AMI Awards masih Anugerah Musik Indonesia bukan Anugerah Musik Melayu, sempat juga sih menyindir tentang band-band plagiator. Beberapa peraih penghargaan AMI Awards kali ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya seperti NIDJI yang bakal meraih beberapa penghargaan dengan Laskar Pelangi-nya, Agnes Monica, Ungu maupun Yovie & Nuno.

Berikut List Lengkap Pemenang AMI AWARDS 12th 2009:
ARTIS SOLO/DUO/GROUP ANAK-ANAK TERBAIK: Idola Cilik - (Idola Cilik All Artist) - GAPAI BINTANGMU
LAGU TERBAIK BIDANG POP: Laskar Pelangi (Nidji) - Nidji
PENDATANG BARU TERBAIK: The Changcuters (Racun Dunia) - MENCOBA SUKSES KEMBALI
KARYA PRODUKSI R&B TERBAIK: Tompi (Sedari Dulu) - Tompi/E-Motion/RPM
ARTIS SOLO WANITA/PRIA/DUO/GRUP/DANGDUT TERBAIK: Ridho Rhoma & Sonet 2 Band (Menunggu) - MENUNGGU
ARTIS SOLO WANITA BIDANG POP: Agnes Monica (Matahariku) - AGNES
ARTIS SOLO/DUO/KOLABORASI/GRUP ROCK TERBAIK: Kotak (Beraksi) - KOTAK KEDUA
KARYA PRODUKSI TERBAIK TERBAIK: Laskar Pelangi (Nidji) - Indrawati Widjaja & Noey/Trinity
ALBUM TERBAIK: THE SPECIAL ONE (Yovie and Nuno) - Yovie Widianto & Jan D/Sony BMG
ALBUM POP TERBAIK: (P.U.S.P.A) ST 12
PENGHARGAAN SPECIAL LIFETIME ACHIEVEMENT: God Bless
RBT TERLARIS 2008: Ungu (Dengan Nafasmu)
KARYA PRODUKSI WORLD MUSIC INSTRUMENTAL TERBAIK: Clarissa Tamara (Lagu Aku Cinta)
KARYA PRODUKSI KERONCONG TERBAIK: Gesang (Sebelum Aku Mati)
DANGDUT MELAYU TERBAIK: Iis Dahlia (Janji Hati)
ARTIS SOLO WANITA/ PRIA/ DUO/ GROUP DANGDUT TERBAIK: Liza Natalia (Pasukan Joged)
LAGU BERBAHASA DAERAH TERBAIK: Koko Thole (Gandrung)
KARYA KOLABORASI TERBAIK: Dewiq feat Ipank (Be Te)
ALBUM JAZZ TERBAIK: Its Time (Tohpati)
ARTIS SOLO PRIA TERBAIK: Afgan (Terima Kasih Cinta)
ALBUM ROCK TERBAIK: Kotak Kedua (Kotak)
PRODUSER REKAMAN TERBAIK: The Special one (Yovie W & Jan Djuhana, Sony BMG)
DUO/ KOLABORASI/ GRUP TERBAIK: Kerispatih (Demi Cinta)
KARYA DANCE/ ELECTRONIC TERBAIK: Selamat Malam (Pongky Jikustik)

List Nominator AMI Awards 12th 2009 ada di SINI
Comment On Facebook


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Thursday, May 08, 2008

It's Time (Tohpati, 2008)

Tohpati menurut saya adalah pemusik dua sisi.Sisi pertama, dia adalah pemusik yang banyak memberikan kontribusi permaian gitar maupun arransemen pada musik pop melalui rekaman maupun pertunjukan. Sisi lainnya,dia adalah pemusik yang gigih memainkan musik segmented : jazz. Permainan gitarnya yang cenderung nyeleneh tertuang dalam Simak Dialog, kelompok jazz yang didukungnya bersama Riza Arshad hingga perseketuannya dengan Dewa Budjana dalam kelompok Trisum.

Musik dua sisi,ada sentuhan pop dan sentuhan jazz, dari Tohpati itulah yang terangkum dalam album solo ketiganya bertajuk “It’s Time” yang dirilis Sony BMG Indonesia. ”Saya ingin menyatukan dua kutub penikmat musik,pop dan yang agak agak ngejazz” ujar Tohpati. Sebetulnya, lanjut Tohpati, ini adalah upaya yang ditempuhnya agar musik yang beratmosfer instrumental bisa diterima di khalayak luas. Maka tak perlu heran jika lagu “Senandung Rindu” yang bersematkan petikan gitar akustik itu dibawakan oleh Putu Sutha Nata Wijaya, penyanyi yang pernah menjuarai AFI 3 beberapa waktu lalu. Juga mengikutsertakan penyanyi pop wanita Terry dalam lagu “Kedamaian”. Meskipun pop, Tohpati memberi sedikit sentuhan etnik dengan menyusupkan Saluang, alat musik tiup dari Sumatera Barat yang dimainkan Irfan Chasmala serta aksentuasi kendang yang ditabuh Endang Rahman menggantikan drum. Liriknya memang condong religius :

Dalam hati selalu kusebut namaMu
Setiap saat hatiku selalu merindukanMu
Kugantungkan jiwa ini kepada Mu
Secerah mentari seindah pelangi hasratku padaMu
Oh Tuhanku

Pengalaman spritual saat menunaikan ibadah haji pun tertuang dalam komposisi bertajuk “My Dream” yang menampilkan Arabian scale. Perkusionis Iwan Wiradz memberi ketebalan atmosfer Timur Tengah dengan menyusupkan tabuhan Darabuka yang sepintas mengingatkan kita pada Ali Alaoui, penabuh Darabuka kesohor. Menariknya komposisi ini pun memperlihatkan perpindahan sukat. Dibagian interlude Tohpati memainkan ragam Flamenco.

Tohpati di album ini seolah tengah bermain puzzle. Menggabungkan kepingan kepingan ragam musik dalam satu pola arransemen yang tampaknya sengaja dikemas dalam bingkai easy listening. Mudah dicerna dan menyejukkan.
Beberapa ragam musik etnik negeri ini bergaung pula.
Simak misalnya “Dewata” yang mengadopsi musik tradisional Bali tapi dalam bingkai pop. Meskipun nuansa Kecak yang dihadirkan I Gusti Kompyang Raka yang lazimnya berkesan dark malah terdengar enteng. Tohpati pun tak menyertakan gamelan Bali yang lazimnya berkesan agresif. Sebaliknya nada pentatonik Bali justeru diwakili tiupan seruling Bang Saat.
Alam hutan Papua seolah berada dipelupuk mata saat mendengar introduksi ‘ Cenderawasih’ yang menampilkan unison tiupan klarinet dan petikan gitar akustik.

Atmosfer Aceh pun terwakili pada komposisi “Song For Aceh” yang berkesan gloomy. Geraman cello yang digesek Wawan dan elusan fretless bass Bintang Indiarto memang telah menyiratkan kemuraman rakyat Aceh yang dilanda Tsunami pada tahun 2004. Diperkuat voicing narasi yang dilakukan Marzuki Hasan,dosen Institut Kesenian Jakarta khusus seni budaya Aceh.

Dalam “Gembala”,Tohpati seolah ingin menyatukan nuansa koboi Amerika dan penggembala sapi di negeri ini. Drum berpadu dengan kendang Sunda.Melodi gitar yang dimainkan secara rapat berbaur dengan tiupan klarinet Eugene Bounty yang menggantikan bunyi-bunyian fiddler seperti yang lazim dimainkan dalam musik country.

Kepiawaian Tohpati memainkan nylon guitar terlihat pada dua komposisi di album ini. Pertama, pada “Untuk Diingat”,sebuah lagu dari album perdana Simak Dialog di tahun 1995 yang dimainkan dengan pola bossanova. Kedua,pada “It’s Time” yang cenderung classical dengan menonjolkan teknik arpeggio.

Pola fusi ini memang telah menggerayang kuping pendengar sejak lagu pertama album ini yaitu “Dancing Kids” yang membaurkan banyak ragam musik. Ada sekelebat raungan gitar elektrik yang bluesy. Ada pola rhythm jazz lewat betotan bas akustik Donny Sunjoyo. Unison klarinet dan saxophone yang ditiup Eugene Bounty serta dialog antara tiupan trumpet Rio Saharadja dan gitar Tohpati. Ada pula bunyi scratch turntables Juga ada rapping dari Iwa K yang terkadang menyeruak ke pola raggamuffin’ yakni senyawa antara reggae dan hip hop. Bahkan Tohpati pun menyisipkan celoteh kedua buah hatinya Kanti dan Tisti. Komposisi ini mengingatkan pada pola fusi yang pernah dilakukan kelompok US3 atau Medeski Martin & Wood. Tapi Tohpati tetap tak mau melanggar rambu-rambu yang menjadi pakem utama jelujur musik albumnya : easy listening.

Walaupun pada komposisi penutup dalam bentuk nedley bertajuk “Kata Hati – Inspiration”, Tohpati tergelitik untuk menyorongkan aroma post bop . ”Kata Hati” adalah komposisi yang diambil dari album “Lukisan”(Simak Dialog,1995) serta “Inspiration” sebuah komposisi impromptu yang dimainkan secara duet antara gitar Tohpati dan drum Sandy Winarta. Boleh jadi inilah sajian yang sangat jazz dari album ini. Dan Tohpati pun hanya berani memainkannya dalam durasi pendek 3 menit 21 detik. Itupun ditaruh pada penghujung album.

JUDUL ALBUM : IT'S TIME
ARTIST : TOHPATI
LABEL : SONY BMG INDONESIA
TAHUN : 2008
PRODUSER : TOHPATI & JAN N DJUHANA

TRACKLIST
1.Dancing Kids
2.Senandung Rindu
3.Cenderawasih
4.My Dream
5.Untuk Diingat
6.Kedamaian
7.Dewata
8.It's Time
9.Song for Aceh
10.Gembala
11.Kata Hati - Inspiration

Oleh : DENNY SAKRIE (pengamat musik indonesia)