Showing posts with label Dewa. Show all posts
Showing posts with label Dewa. Show all posts

Saturday, February 27, 2010

Daftar Pemenang Dahsyatnya Awards 2010

Semalam, 26.02.10 bertempat di JITEC Mangga Dua Square digelar ajang pemberian penghargaan dunia musik dari salah satu acara TV yang diberinama Dahsyatnya Awards. Sudah dapat ditebak sebelumnya para pemenang yang didominasi nama-nama yang rajin tampil di acara sejenis. Acara penganugrahan ini juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa artis termasuk bintang tamu spesial.

Viera, Nidji, The Virgin, Gruvi, Afgan. D'Masiv, ST12, Ungu dan Dewa 19 menjadi bintang Dahsyatnya Awards yang memenagi beberapa penghargaan mengalahkan beberapa nominator yang lain.

Berikut List Lengkap Pemenang Dahsyatnya Awards:
- Artis Pendatang Baru Terdahsyat: VIERRA
- Artis Aksi Panggung Terdahsyat: NIDJI
- Artis Duo/ Grup Terdahsyat: THE VIRGIN
- Bintang Tamu Paling Rajin Tampil Terdahsyat: GRUVI
- Artis Solo Terdahsyat: AFGAN
- Video Klip Terdahsyat: D’Masiv (Jangan Menyerah)
- Sutradara Video Klip Terdahsyat: Tepan Cobain - Bukan Cinta Manusia Biasa (Dewa 19)
- Peran Dalam Video Klip Terdahsyat: Stanley - Bukan Cinta Manusia Biasa
- Band Terdahsyat: ST12
- Lagu Terdahsyat : Hampa Hatiku - Ungu

Daftar Nominator Dahsyatnya Awards

Thursday, November 06, 2008

The Immortals, 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa


Majalah RollingStone Indonesia Edisi Bulan November ini memaparkan tentang 25 Artis Indonesia Terbesar sepanjang masa yang dalam topik The Immortals. Ada 25 artis yang berurutan dari Koes Plus yang menjadi legenda di Nomor Satu terus diikuti Iwan Fals dan Chrisye, yang mengagetkan ada nama Dewa19 plus Ahmad Dhani yang penuh kontroversi di urutan 23 & 24 sebelum nama Indra Lesmana di urutan buncit.

Penghargaan The Immortals untuk beberapa legenda musik Indonesia udah dilangsungkan di RollingStone Live Venue beberapa waktu yang lalu yang juga menampilkan God Bless dalam formasi terakhirnya antara lain Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar, suara latar), Donny Fattah (bas, suara latar), Abadi Soesman (keyboards) dan Yaya Moektio (drums).

Di artikel The Immortals juga ada tulisan dari 25 orang kontributor yang juga artis dan memberi komentar terhadap 25 artis terbesar tersebut, ada anak yang mengomentari bapaknya, teman seperjuangan mengomnetari temannya bahkan ada yang mengomtari diri sendiri seperti Ahmad Dhani. Kutipannya seperti di bawah ini:

1. Koes Plus

Erwin Gutawa: "Koes Plus bagaikan mesin musik dengan produktivitas setinggi langit dan sampai saat ini mungkin hanya Koes Plus yang memiliki fans club di seluruh penjuru nusantara, tak sedikit pula yang terorganisir. Ini bukan karena tindakan manajemen band [seperti yang banyak dilakukan band zaman sekarang], melainkan dilakukan swakarsa para penggemar yang selalu mencintai Koes Plus. Seperti saya mencintai Koes Plus".

2. Iwan Fals

Bimbim Slank: "Inspirasi dan sifat kritis Slank ber-asal dari Iwan Fals, Lirik lagu Iwan Fals lebih membumi, sementara lirik God Bless lebih ke arah macho. Itu yang saya pelajari. Bahwa salah satunya, music is music, tapi akan jadi lebih bermakna kalau kita put something on it. Salah satunya dengan semangat, lirik, dan protes sosial. Dan saya juga mempelajari kondisi di
luar. Musisi yang bertahan panjang itu biasanya musisi yang memberikan sesuatu di dalam musiknya, seperti Bob Marley, Bob Dylan, Sex Pistols. Mereka semua memuat fighting spirit. Di Indonesia, saya lihat itu ada pada Iwan Fals. Kita banyak melupakan itu. Anak band yang muda-muda di awal karier pasti punya banyak masalah. Hanya saja karena industri, semua orang menulis cinta, atau antinarkoba. Justru di Iwan Fals, saya jadi berkaca, bahwa tema untuk membuat lagu ternyata luas"


3. Chrisye

Erros Djarot: "Ada cerita menarik tentang lagu Merpati Putih yang saya ciptakan dan ia nyanyikan. Struktur lagunya memang pendek. Ia bilang, Ros, lagunya cuma segini? Nggak- diulangi lagi? Saya bilang, Nggak perlu. Ini seperti makan singkong, sedikit tapi kenyang. Chrisye sebenarnya ingin lagu itu lebih panjang lagi. Kemudian lagu Merepih Alam. Itu pertama kalinya Chrisye menciptakan lagu sendiri. Setelah mendengar musik dasarnya, saya arahkan dan bentuk lagunya. Oleh karena itulah kredit lagu ditulis atas nama saya dan Chrisye. Setelah rampung, ia berkomentar membuat lagu itu ternyata gampang. Saya
bilang, Elo aja yang penakut, apalagi elo main musik jauh lebih bagus dari gue. Menurut saya, kelemahan Chrisye adalah kurang dekat dengan peristiwa-peristiwa sosial. Ia juga kurang suka membaca. Tipikal lempeng-lempeng saja. Terkadang kalau kami ngobrol dan membahas politik, dia suka ketakutan duluan. Beda dengan Yockie yang sangat politis"


4. Benyamin S.

David Naif: "Saya pernah ke kuburannya sekali waktu, setelah memakamkan ayah Emil di kompleks kuburan yang sama. Makamnya tidak mewah, tidak seperti makam-makam legenda yang kita pikir. Dia harusnya dijadikan semacam pahlawan, orang khusus. Apalagi di Jakarta, harusnya dibuat monumen atau patungnya. Sudah pantas. Bisa dibilang tokoh Betawi paling penting, ya dia.  Dia yang mengangkat budaya Betawi. Lagu Betawi banyak yang jadi luar biasa begitu dia bawakan, orang-orang jadi banyak mendengar lagu Betawi gara-gara Benyamin. Kalau orang bilang ada pengaruhnya terhadap musik Naif, mungkin secara tidak langsung ada, karena saya banyak mendengar dia. Jadi, apa yang saya dengar kadang-kadang masuk. Cuma, saya akui tak akan bisa membuat seperti dia. Mungkin ada orang dengan suara seperti dia, tapi belum tentu soul-nya bisa se-perti itu, untuk mengekspresikannya pasti beda. Saya ingin seperti dia, ekspresifnya tidak ada yang ditutupi".

5. Ismail Marzuki

Addie MS: "Jika Anda perhatikan penggalan lirik, 'Di sana tempat lahir beta/ Dibuai dibesarkan bunda', itu adalah kalimat yang sangat menyentuh. Tanpa dibungkus melodi, kalimat tersebut dapat membuat orang menangis, merindu, dan tersentuh.  Hebatnya, lirik tersebut dibungkus de-ngan musik yang benar-benar pas dijadikan latar belakang penggambaran Indonesia. Lagu
itu diakhiri dengan sebuah janji yang berbunyi, 'Tempat berlindung di hari tua/ Sampai akhir menutup mata', dengan melodi yang juga sungguh kaya. Atau Anda dapat perhatikan baik-baik pada lagu Rayuan Pulau Kelapa, Ismail Marzuki dengan sangat tepat menggambarkan alam Indonesia yang tenang dan damai. Lirik 'Tanah airku aman dan makmur/ Pulau kelapa yang amat subur/ Pulau melati pujaan bangsa/ Memuja pulau nan indah permai/ Tanah Airku, Indonesiaku', terdengar sederhana namun dapat merepresentasikan alam Indonesia yang sebenarnya".


6. Slank

Eross Candra (Sheila On 7): "Saya adalah salah satu dari jutaan anak yang tumbuh dengan musik Slank di era awal ’90-an. Bagi saya, sebelumnya musik hanya sekadar bernyanyi dan bermimpi. Tapi saat mereka muncul, musik adalah suatu pilihan yang bisa menjadi gaya hidup dan inspirasi, pola pikir generasi ’90-an. Di segi musikalitas, Slank adalah band rock & roll yang bercita rasa Indonesia. Saya berani bertaruh, belum tentu musisi bule bisa membuat atau memainkan komposisi seperti mereka. Lirik cinta tidak perlu diragukan, lirik politik lebih mencerdaskan bangsa dibanding berita di TV yang banyak ditutup-tutupi kepalsuan zaman Orde Baru. Dan yang terunik bagi saya adalah lirik-lirik yang bercerita tentang suatu konsep yang menjadi GBHS ([aris Besar Haluan Slank] di masa kini. Saya tidak akan lupa bagaimana lagu 'Pulau Biru' dan 'Generasi Biru menjadi lagu wajib lahir dan batin saya dan teman-teman".

7. Guruh Soekarno Putra

Sari (White Shoes & The Couple Company): "Salah satu karyanya yang menurut saya menarik adalah 'Surya Gemilang'. Beberapa orang mungkin tidak banyak tahu, ini termasuk soundtrack film nasional Ali Topan Anak Jalanan [1977], yang menuturkan kebahagian dan pengharap-an cerah. Simak dua bait awalnya: 'Surya gemilang di ufuk pengharapan/ Pagi cemerlang di kalbu dua insan/ Sungai berliku bagai kehidupan/ Dua remaja bermesraan/ Lembah dan ngarai, gunung lautan bukan hambatan'. Sedang lagu pasangannya yang dinyanyikan oleh Chrisye, 'Kala Sang Surya Tenggelam', bertutur akan kelamnya pengharapan, 'Surya tenggelam ditelan kabut kelam/ Senja nan muram di hati remuk redam/ Jalan berliku dalam kehidupan/ Dua remaja kehilangan penawar rindu/Kasih pujaan menempuh cobaan'.

8. God Bless

Iman Putra Fattah (Zeke & The Popo): "Saya yakin tidak ada satupun band Indonesia dari generasi '70-an yang masih exist dan berpenampilan layaknya rockstar muda selain God Bless. Bahkan di usia mereka yang menginjak 60-an, they still rock harder than most young bands in our generation. Saya ingat pertama kali menonton mereka live. Waktu itu saya duduk di depan amplifier, memandang ke arah ribuan penonton yang memadati ruang-an Balai Sidang [sekarang JCC]. Saya juga masih ingat bagaimana speaker amplifier berdengung-kencang di telinga saya dan emosi. Emosi yang saya rasakan setiap kali saya memegang gitar dan membunyikannya. Saat itu saya sadar bahwa God Bless mengajarkan saya arti dari kata 'MUSIK'".

9. Titiek Puspa

Makki Parikesit (Ungu): "Tidak banyak pendukung karier seorang artis pop di zaman Tante Titiek mulai berkarya. Belum terlalu banyak radio dan hanya satu stasiun televisi. Tidak ada infotainment untuk memamerkan muka sang artis, atau tabloid untuk menyebar gosip. Belum lagi struktur sosial di zaman itu yang tidak terlalu mendukung seorang wanita berkiprah terlalu banyak di luar kapasitas tradisio-nalnya sebagai seorang homemaker. Bahwa Tante Titiek- mampu bertahan sebagai seorang artis pop untuk selama ini, tanpa meninggalkan kapasitas sebagai ibu dan istri berkata banyak tentang karakter Tante Titiek dan kedalaman talenta yang dimilikinya. Tidak ada selain karya dan personality yang kuat yang mampu membawa karier seperti yang dimiliki oleh Tante Titiek. Karya itulah yang menjadi legacy Tante Titiek di dalam sejarah dunia musik negeri ini".

10. Bimbo

Armand Maulana: "Saya sering berpikir, apabila Bimbo tak pernah merilis album religi, mungkin saya masih akan tetap menggemari mereka seperti sekarang. Terus terang saya mendengar-kan materi-materi Bimbo yang bukan bernafaskan religi tetapi pop. Menurut saya musik mereka sangat easy listening. Dan hal yang juga membuat saya selalu salut adalah kenyataan bahwa Sam, Acil, Jaka, dan Iin Parlina adalah kakak beradik yang perbedaan umurnya tak jauh. Dalam stereotipe yang ada, kakak beradik pasti sering berselisih tapi tampaknya Bimbo merupakan kasus yang berbeda. Mereka merupakan keluarga kompak yang perpaduan suaranya sangat ‘kawin’. Tak masalah mengenai religi atau bukan, berdasarkan musikalitas Bimbo adalah sebuah grup yang pantas mendapatkan tempat dan penghargaan di musik Indonesia".

11. Bing Slamet

Remy Sylado: "Sebagai penyanyi dengan suara bariton yang dipadankan dengan Bing Crosby, Bing Slamet tertempa lebih matang setelah ia bergabung dalam susunan inti penyanyi Orkes Studio RRI Jakarta di bawah dirigen Sjaiful Bahri [orang ini menyeberang ke Malaysia karena alasan politik] serta pemusik-pemusik Indonesia yang menimba pengetahuan musik dari -ilmunya Belanda, misalnya Ismail -Marzuki dan Iskandar. Sementara kebolehan Bing dalam -melawak, sebagai komedian yang sejati, teruji melalui lomba yang diselenggarakan oleh majalah Ria di Gedung Kesenian -Jakarta, 29 Juli 1953. Di situ dia memenangkan juara utama dengan julukan “Bintang Pelawak.” Kala itu ia mengaku, bahwa bakat lawak baginya adalah suatu karunia yang telah mendarah daging".

12. Rhoma Irama

Emil Naif: "Gila, orang ini musiknya sangat gurih! Aransemennya oke, harmoni dan melodi lagunya enak. Dari sana, ada saja hal-hal baru yang saya dengar tentang dia. Dia pernah menjadi sampul majalah Newsweek, disebut Pahlawan Asia dan sebagainya. Saya pikir dia salah satu musik dangdut berkelas yang pernah ada di Indonesia. Dia sangat peduli dengan sound, aransemen, lirik dan tema. Saya rasa dia seorang superstar. Karyanya banyak; saya pernah baca dia main empat film di tahun ’76 saja. Dia punya recording label sendiri, -Yukawi yang kemudian berubah menjadi -Soneta Records".

13. Fariz RM

Otong Koil: "Selain sound yang unik dan canggih, beliau juga membangun sistem lirik dan aransemen yang cukup aduhai. Fariz RM punya kebiasaan unik dalam mematahkan dan menyambungkan kosa kata dalam lirik. Mungkin beliau tidak sadar akan hal tersebut, mungkin juga hanya saya sendiri yang memikirkan hal tersebut. Menurut saya, hal inilah yang paling penting dan tidak dimiliki oleh satu orang pun di negara ini. Kemudian saya curi sistem tersebut dan saya bawa ke titik paling ekstrem untuk mengaransemen karya-karya musik saya sendiri. Maafkan saya, tukang jiplak, Oom. Hehehe. Saya tidak banyak mendengar kegiatan Fariz RM di era ‘90-an, walau sempat nonton beberapa konser beliau dan bertemu untuk minta tanda ta-ngan bersama kerumunan penggemar lainnya. Saya sempat merekam cover version “Astoria”, dan ingin menunjukkannya kepada beliau. Sayang, file-nya hilang.

14. Gombloh

Piyu PADI: "Saya mendengar beberapa kisah hidupnya yang menjadi legenda dari orang-orang yang pernah dekat dan mengenal beliau seperti cerita berikut ini. Pernah dia membayar seorang perempuan pekerja seks komersial [PSK] untuk hanya duduk di dalam studio, memandanginya sambil memainkan gitar untuk mencari inspirasi. Mungkin itu yang tertuang dalam lagu "Doa Seorang Pelacur" [saya kurang tahu persis], karena lagu ini memotret sistem atau jebakan terhadap para pelacur yang membuat mereka tidak mampu keluar dari jaring laba-laba sistem pelacuran. Lalu ada juga lagu yang tercipta dari pengamatannya selama satu jam [pukul dua sampai tiga pagi] terhadap seorang ibu bersama anaknya yang menggelandang di trotoar, dalam lagu yang berjudul "3600 Detik".

15. Ebiet G. Ade

Jimi The Upstairs: "Ketika mendengarkan kembali album Camelia I, saya tercengang. Gila. Ternyata sejak kecil saya terbiasa mendengarkan album sehebat ini. Puisi dan lagu Ebiet bertambah dahsyat dengan kemasan musik Billy J Budiarjo. "Lelaki Ilham Dari Surga" adalah nomor terbaik di album ini. Lagu yang bernuansa religius, dengan lirik jenius. Dalam suasana-suasana tertentu, lagu ini dapat membuat saya terharu mendalam. Untuk yang bernuansa cinta, "Episode Cinta yang Hilang" adalah pilihan saya. Billy J Budiarjo bermain gitar dengan apik di sana. "Kapankah akan kudengar lagi/Nyanyian angin dan -denting gitarmu", langsung disambut dengan sekelebatan gitar. Itu adalah sebagian kecil part yang menggoda. Walau tak dipungkiri, "Lagu Untuk Sebuah Nama" adalah pembenaran ketika kita jadi pecundang. Dan "Camelia", waaah, Dodo Zakaria membuat lagu ini jadi semakin megah. Ketika kecil saya tidak merasakan semuanya sejauh ini. Yah, lebih baik terlambat menyadarinya daripada tidak sama sekali".

16. Gesang

Pongki Jikustik: "Sosok Gesang adalah sosok yang sa-ngat identik dengan orang Jawa: rendah hati dan kalem. Empat atau lima tahun yang lalu, saya pernah berada di satu acara bersama beliau di mana ia menyanyi “Bengawan Solo” untuk salah satu stasiun televisi swasta. Pada saat itu suaranya memang sudah tidak terdengar seperti penyanyi, namun saya maklum karena itu pasti akibat faktor usia. Saya tidak sempat berbincang dengannya, saya hanya bisa melihatnya dari jauh. Namun dari situ saya menangkap kesederhanaan dan keramahan yang dipancarkan olehnya. Beliau datang dengan memakai baju batik, tidak banyak bicara, sangat low profile. Kondisinya saat itu sangat sehat dan masih bisa menyanyi. Yang saya tahu, sekarang ini keadaan Gesang secara fisik boleh dibilang masih sangat hebat. Untuk usia seuzur beliau, fisiknya masih bagus sekali. Ini pasti orang di atas rata-rata".

17. Harry Roesli

Fariz RM: "Harry Roesli adalah tokoh penting bagi karier bermusik saya. Kalau Chrisye menyadarkan saya akan sikap profesionalitas, Yockie Suryoprayogo dalam musikalitas dan Eros Djarot mempengaruhi cara berpikir saya, Harry Roesli adalah satu–satunya pemusik pribumi yang saya kagumi prinsipnya. Sebagai pribadi, Kang Harry adalah contoh yang seharusnya menjadi pembelajaran bagi generasi musik muda nasional dalam hal mencintai musik dan bagaimana seha-rusnya pemusik memiliki kepercayaan atas hasil kreativitasnya sendiri. Seingat saya, Kang Harry tidak mau kompromi jika sudah bicara soal apa yang ada di isi kepalanya. Kalau ditegur soal kebiasaannya merokok, si Akang selalu menyahut, Sambung menyambung menjadi satu".

18. Jack Lesmana

Indra Lesmana: "Kontribusi utama yang telah ayah berikan adalah upaya dan kegigihannya dalam mengenalkan musik jazz. Segenap aktivitasnya menjadi terobosan, perubahan dan pengaruh baru bagi perkembangan musik di Indonesia. Ayah mendirikan grup “Indonesian All Stars” bersama Bubi Chen, alm. Yopie Chen, alm. Maryono dan Benny Mustafa. Formasi ini berhasil membuka mata dunia akan kemajuan musik jazz di Indonesia. Penampilan me-reka di Berlin Jazz Festival pada tahun 1967 dan membuat album rekaman kolaborasi bersama pemain clarinet jazz dunia, Tony Scott, adalah salah satu masterpiece yang membanggakan. Prestasi yang mereka berikan menjadi bibit dari hubungan baik program seni budaya Indonesia dengan beberapa negara luar, khususnya dalam mendatangkan beberapa musisi jazz dari mancanegara".

19. Ahmad Albar

Ian Antono: "Saya mengagumi kharisma Achmad Albar. Hal itu tidak bisa dibentuk karena sifatnya sangat alamiah. Ketika di atas panggung, ia memiliki wibawa yang berbeda dengan siapa pun. Seperti halnya kita menyaksikan aksi panggung Mick Jagger, walau diam saja di atas panggung, orang tetap antusias melihatnya. Kira-kira seperti itulah seorang Achmad Albar.
Selain penuh wibawa, ia juga sangat tenang saat berada di atas panggung. Terkadang kalau saya menyanyi di depan mike dan ia ada di samping saya, suaranya bisa lebih keras daripada saya. Jika terjadi keributan di antara penonton, dengan suaranya yang keras itu ia berteriak menengahi. Teriakan panitia atau polisi selalu gagal, tapi suara Achmad Albar membuat mereka langsung berhenti.

20. The Rollies

Benny Soebardja: "Sebenarnya jauh sebelum The -Rollies berdiri, saya sudah pernah bermain musik bareng dengan Gito di band pelajar saya sebagai siswa SMAN 5 Bandung, sementara Gito di SMAN 2 Bandung. Menilik musikalitas mere-ka, bagi saya The Rollies telah berhasil memberikan kontribusi positif bagi perkembangan musik pop di Indonesia. Mereka menambahkan unsur alat musik tiup atau brass section. Menurut saya sampai sekarang belum pernah ada lagi band seperti Rollies, dalam arti grup yang siap untuk mengetengahkan konsep bermusik sendiri tanpa harus meng-ikuti selera pasar. Sebuah penyikap-an yang sangat jarang ditemukan di industri musik arus utama, terlebih pada zaman musik sekarang. The Rollies di samping berhasil mengekspresikan musik Indonesia, beberapa personelnya, terutama Gito dan Deddy, sungguh pandai bermasyarakat dan bergaul dengan semua lapisan".

21. Erros Djarot

Yockie Suryoprayogo: "Selama Erros terjun ke politik, sebagai seniman saya merasa sangat “dirugikan”. Tentu yang berhubungan kerjasama musikal saya dengan dia, selalu tidak tuntas, karena kepentingan di wilayah kesenian berbeda dengan wilayah politik. Kesenian berbicara dengan rasa, etika, moralitas sementara politik berbicara dengan kepentingan demi kekuasaan. Saya selalu gamang untuk menyeret dia, ke wilayah kesenian atau wilayah politik? Erros pun sepertinya bingung menempatkan dirinya sebagai seniman atau politikus. Pada akhirnya saya menyadari skala prioritas Erros. Sebagai musisi, domain saya ada di musik hingga skala prioritas pertama adalah musik sementara Erros selama puluhan tahun domainnya politik. Otomatis skala prioritasnya adalah politik. Saya kini memahaminya dan tidak berharap banyak. Sebagai teman baik, saya hanya kangen sebuah karya atau konsep dari Erros Djarot- yang bisa menjadi karya utuh seperti album Badai Pasti Berlalu, film Cut Nyak Dhien atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan [PDIP] yang ikut ia desain bersama Megawati Soekarnoputri".

22. Yockie Suryoprayogo

Ade Paloh: "Yockie membuktikan bahwa ia adalah agen anak muda zamannya, menjungkirbalikkan tren lama musik pop Indonesia yang ‘cengeng’ dan ‘hipermelankolis’ dengan sempurna. Ia juga yang meyakinkan Chrisye — yang pada saat itu lebih dikenal sebagai pemain gitar bas — untuk bernyanyi lagu klasik “Lilin-Lilin Kecil” hingga menerbangkan Chrisye ke singgasana kerajaan vokal teratas negeri ini. Yockie yang handal pada synthesizer, tidak tinggal diam dalam kesenggangan ke-suksesan. Bosan dengan gaya ‘jalanan,’ ia berusaha memadukannya dengan sesuatu yang lebih ‘sekolahan’. Ia yang pada saat itu belum mahir menulis notasi partitur, belajar kilat dengan maestro terkemuka Idris Sardi yang terkenal galak dan regimental, untuk menghasilkan masterpiece Musik Saya Adalah Saya. Imbuhan orkestra fundamental digunakan sebagai pengganti suara synthesizer untuk membuat aransemen repertoire pop ‘Indonesiana’ hasil karya dia dan para kompatriotnya, menjadi prese-den baru untuk khazanah musik Indonesia akhir ’70-an hingga awal ’80-an".

23. Dewa19

Giring Nidji: "Dhani pernah cerita waktu memakai lambang Tuhan di Laskar Cinta, ada orang fanatik mendatangi Dhani dan ngomong, “Ini lambang Tuhan!” Dhani cuma ngomong ke temannya, “Oh, begini susahnya jadi John Lennon.” Gila! Mungkin dia banyak menulis cinta ka-rena hatinya percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya. Mungkin cara menga-takannya berbeda. Kadang-kadang orang menganggapnya terlalu arogan. Tapi kalau kita mengenalnya lebih dekat, he’s a very cool dude. Saat Nidji era album pertama, kami selalu takjub ketika bertemu dengan musisi-musisi senior, selalu ingin tahu lebih dekat. Ada yang pernah wanti-wanti ke saya, Kalau dengan Dhani, siap-siap sakit hati. Tapi tidak seperti itu yang saya alami bersama Nidji. Yang membuat saya tertawa, waktu saya salaman, dia ngomong, Lo salaman mulu. Ya sudah."

24. Ahmad Dhani

Ahmad Dhani: "Saya beruntung sampai saat ini saya dianugerahi oleh Allah SWT seabreg selera musik yang beraneka ragam, sehingga saya menikmati karya Sergei Rach-maninoff atau juga Maurice Ravel, akibat bergaul dengan pemain orkestra saat rekaman string untuk album-album Dewa19. Saya juga tidak tahu kenapa saya menggemari musik R&B, mungkin mencari format musik fusion yang memudar di era ’90-an, maka saya menggemari TLC dan Faith Evans. Saya beruntung bisa alat musik kibor dan gitar sehingga memudahkan saya memahami musik Steve Vai sekaligus musik elektronik Chemical Brothers. Karena saya mengerti gitar, maka saya mengagumi dan mengadopsi The Edge dan Brian May. Dan setelah saya lakukan riset lagi, memang musisi yang menguasai gitar dan kibor akan menghasilkan karya yang lebih beraneka ragam ketimbang musisi yang hanya menguasai satu alat musik. Dan keberuntungan saya yang terbesar adalah selalu mendapatkan kebetulan dalam memproduksi album. Kebetulan dapat nada-nada bagus. Kebetulan dapat lirik-lirik komersial. Kebetulan dapat sound-sound bagus. Kebetulan dapat ide bagus buat aransemennya. Kebetulan ada yang beli kaset/ CD-nya. Kebetulan ada yang mengaktivasi RBT-nya. Kebetulan ada 'kebetulan' yang lainnya".

25. Indra Lesmana

EQ Humania: "Dalam sekilas pandang, memang sosok Indra Lesmana sudah mendapat apresiasi yang besar dari Indonesia. Namun menilik kualitas Indra Lesmana sebagai manusia dan musisi, khususnya sebagai musisi jazz, ia bisa lebih maksimal dan go all the way. Saya ada di sana ketika dalam sebuah titik di hidupnya, Indra Lesmana memutuskan untuk hidup di Indonesia. Saya juga sering berbincang dengannya, bahwa sebenarnya Indonesia membutuhkan orang-orang seperti dia. Bagi saya Indra Lesmana sudah mencapai titik yang tinggi dalam hal pencapaian seorang musisi. Namun saya juga menyadari bahwa dengan kemampuannya, ia akan lebih bersinar bila ada di luar negeri, di mana ia akan kerap dikelilingi oleh orang-orang yang berlevel sama [tanpa bermaksud merendahkan orang-orang yang ada di Indonesia tentunya]. Namun pada ak-hirnya ia sadar bahwa ia memiliki semacam tanggung jawab moral, atau bisa dikatakan peran, yang harus ia jalankan di sini".



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Monday, June 09, 2008

Jingle Iklan

jingle iklan sebagai daya tarik utama pada iklan komersial di televisi kadangkala salah satu magnet untuk mengingat image produk yang diiklankan. beberapa jingle iklan dibuat khusus untuk produk yang bersangkutan dan kadangkala diambilkan dari lagu yang pernah ada.

iklan starone ngorbit versi pertama dan kedua, khusus dibuat nidji untuk produk tersebut, juga iklan produk bintangin oleh slank dan iklan yamaha semakin didepan oleh dewa19 (iklan sebelumnya bertajuk selalu terdepan). sedangkan kalo yang gak dibikin khusus alias diambil mentah-mentah dari antara lain lagu hits RAN (pandangan pertama)trus lagu dua hati menjadi satu (gita gutawa dan dafi) untuk iklan walls conello dan ada beberapa jingle yang lain.

beberapa jingle iklan yang sempet dikumpulan dapat didengerin dan didonload di: SINI

Thursday, March 01, 2007

Kerajaan Cinta (Dewa 19)

DEWA is Back [again]! Setelah merilis album yang cukup kontroversial Laskar Cinta dan Republik Cinta, Dhani, Andra, Tyo, Yuke, dan Once, kembali merilis album repackage yang diberi titel 'KERAJAAN CINTA'.

Entah terdengar sombong atau percaya diri, tapi yang jelas Dhani mengklaim, "Permainan bermusik rock kami dalam album ini adalah yang paling tinggi," kata Dhani.

Di album ini, Dewa juga menyodorkan 'fakta' baru, vokalisnya sekarang dua orang, Once dan Dhani. Sebelumnya Dhani juga kerap menyanyi, tapi lebih sebagai penyeimbang saja, tapi kini bersama Once, Dhani juga adalah vokalis.

Di album repackage ini, DEWA 19 menyorongkan dua lagu baru yang berjudul Mati Aku Mati dan Dewi. Sementara lagu lainnya adalah lagu yang diambil dari album Republik Cinta.

Album lagu ini mengusung semangat baru dalam bermusik. "Dengan me-mix retro musik dan rock masa kini sebagaimana yang dilakukan Linkin Park, kami memformulasikan album ini," terang Dhani Ahmad. Album ini sangat computerized.

Selain ekperimen dengan sampling, Dewa juga menyuguhkan musik yang lebih keras. Kemudian ritme yang dibawa juga cenderung ke speed rock. Di lagu ini, permainan tapping bas Yuke sangat kentara.

Yang jelas, album Dewa terbaru ini adalah Dewa"baru" yang lebih progresif. Soal diterima atau tidak, rasanya pasar juga yang menentukan. Apakah ini untuk mendongkrak album sebelumnya yang penjualannya 'biasa-biasa' saja? Entahlah, yang jelas, DEWA 19 masih berkarya.. (taken from: tembang.com)

Track list
1. Laskar Cinta “ Chapter One “
2. Laskar Cinta ‘ Chapter Two “
3. Emotional Love Song
4. Separuh Nafas
5. Larut
6. Sedang Ingin Bercinta
7. Mati Aku Mati ( New Song )
8. Dewi ( New Song )
9. Lelaki Pencemburu
10. Angin
11. Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu
12. Roman Picisan
13. Kangen
14. Selimut Hati

Listen Song & Lyric of "DEWI"


Sunday, March 12, 2006

Album Dewa19 - Republik Cinta

.....Laskar Cinta//sebarkanlah benih-benih cinta//musnahkanlah virus-virus benci......

Apa yang kita rasakan dengan sepenggal lirik di atas? Emosi lantaran si penulis lirik sepertinya sok tahu tentang makna cinta, atau justru menjadi tersenyum lantaran lirik itu seperti "sindiran" atas estetika cinta yang makin luntur [di negeri ini?]

Banyak yang mengatakan, Dhani Ahmad si penulis lirik terpengaruh oleh bacaan-bacaan sufistik yang bertebaran di rumahnya.
Permenungan pria yang pernah bersitegang dengan salah satu organisasi yang mengatasnamakan agama, setahun silam, ternyata menghasilkan sebuah lirik yang cukup kuat tentang cinta.

Bagi seorang sufi, prosesi pertama yang harus dilakukan adalah pemurnian.
Pemurnian dan pencucian merupakan kebutuhan pokok, terutama pada akal.
Semua ketidakmurnian menyebabkan penyakit sebagaimana ketidakaturan dalam kerja sistem fisik. Hal ini sama berlaku pada akal.
Ada ketidakmurnian-ketidakmurnian akal yang menimbulkan penyakit-penyakit yang berbeda-beda. Dengan mencuci akal, orang membantu menciptakan kesehatan baik pada tubuh maupun pada akal.

Tentu tak semuanya bermuara pada sufistik seperti itu.
Karena album REPUBLIK CINTA tetap saja berputar pada lingkaran komersialisme.
Pada album yang terdiri dari 11 lagu ini, mereka kembali menambahkan angka 19 di belakang nama DEWA. Nama yang sempat dipakai pada awal karir band yang identik dengan vokal Ari Lasso.

Album Republik Cinta ini dijadikan Dewa19 sebagai ajang Go-Internasional atau mungkin lebih tepat Go-Asia.
Untuk lebih mendukung obesesinya, Dewa19 akhirnya lepas dari Aquarius Musikondo, label yang selama ini menjadi tempat bernaung Dewa19 dalam memproduksi album-albumnya dan bergabung dengan EMI Music Internasional yang berkedudukan di Hongkong dengan kontrak selama 3 album yang rencananya akan dipasarkan di kawasan Asia.

Dalam album ini, Dewa19 juga memperkenalkan logo baru yang dengan sebutan "Dewa19" yang seakan menegaskan kepada dunia bahwa nama Dewa 19 sudah mempunyai hak patent. Logo tersebut adalah logo lama yang di modifikasi ulang.

Album Republik Cinta terdapat 11 lagu dengan variasi musik yang berbeda-beda dan tergolong baru.

Laskar Cinta :
Lagu ini bernuansa musik timur tengah dengan lirik yang begitu lugas dan introspektif.
Sound yang aneh dengan sayatan gitar Andra dan didukung dengan loop dari Dhani menambah khasanah aransemen musik yang tergolong baru.
Liriknya juga mempunyai kekuatan yang mampu mendukung lagu ini menjadi hidup.

Emotional Love Song :
Saya masih ingat dengan musik pada lagu ini.
Lagu ini dulunya dibawakan oleh Anang pada album Tania dengan judul Kamu Sama Aku Saja dan diciptakan oleh Dhani.
Pada album ini lagu tersebut diubah judul dan liriknya dengan sedikit aransemen baru, tetapi masih saja tidak bisa dibedakan dengan lagu aslinya.

Larut :
Lagu ini memiliki interlude yang hampir sama dengan lagu Bukan Rahasia dan boleh dibilang hampir menyerupai.
Kekuatan lagu ini bisa dibilang terletak pada reffrain dengan noise back vocal yang digalang oleh Dhani sendiri.
Sekali lagi, melody Andra terbukti menambah keistimewaan pada tiap lagu-lagu Dewa.

Sedang Ingin Bercinta :
Lagu ini adalah satu-satunya lagu yang sungguh-sungguh aneh dibanding lagu-lagu Dewa yang pernah ada.
Dengan intro yang berkesan rap dan reffrain yang nge-rock banget ditambah dengan irama dangdut yang begitu kental dibawakan oleh Mulan Ratu sebagai back vocalnya.

Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu :
Lagu ini (lagi-lagi) menampilkan suara Dhani pada bagian intro.
Penuh eksperimen dengan nuansa musik JADUL.

Lelaki Pencemburu :
Lagu ini juga bernuansa musik JADUL dengan sayatan gitar Andra yang mulai awal sampai akhir seakan menjadi benang merah.
Lirik lagu ini pada bagian reffrainnya "...AKU TAK KAN PEDULI .. SIAPA YANG BERANI .. MENDEKATI KAMU .. AKAN KUBUNUH.." mengingatkan kita dengan lagu Cemburu "...INGIN KUBUNUH PACARMU ... SAAT DIA PELUK TUBUH INDAHMU...".

Lover Rhapsody :
Lirik dalam lagu ini tergolong datar karena hanya berisi unsur pemujaan terhadap seseorang yang dicintai.
Nuansa orkestranya begitu kental dan menyatu dengan karakter vocal Once dan berakhir dengan sebuah kengototan yang diiringi permainan drum Tyo.

Selimut Hati :
Romantisme adalah kekuatan dalam lagu ciptaan Andra ini dan dukungan back vocal yang mengingatkan pada lagu Ahmad Band "Aku Cinta Kau dan Dia".
Lagu ini adalah lagu yang paling aku suka pada album ini, lagu yang seakan bernyawa dengan lirik yang membuat lagu ini semakin hidup.
"...Aku kan menjadi malam-malam mu. Kan menjadi mimpi -mimpi mu dan selimuti hatimu yang beku. Aku kan menjadi bintang-bintang mu Kan slalu menyinarimu Dan menghapus rasa rindumu yang pilu. AKU BISA UNTUK MENJADI APA YANG KAU MINTA. UNTUK MENJADI APA YANG KAU IMPIKAN. TAPI KU TAK BISA MENJADI DIRINYA. Aku kan menjadi embun pagimu yang menyejukkan jiwamu Dan membasuh hatimu yang layu.
Tinggalkan sejenak lalumu. Beri sdikit waktu kepadaku tuk meyakinkan mu..."
(decicated to someone pokoknya)

Flower in The Desert :
Salah satu lagu berbahasa Inggris dengan irama nge-beat dengan balutan nuansa rock n roll.

Live On :
Lagu ini juga berbahasa inggris, kurang begitu menggigit padahal dengan mendengarkan lagu ini mungkin kita bisa teringat dengan lagu-lagu Mr. Big.

I Want To Break Free :
Wajar jika Dhani memasukkan lagu ini kedalam album Republik Cinta ini karena memang musik Dewa 19 dari dulu banyak terinspirasi oleh musik Queen.
Aransemennya juag menarik dengan riff-riff gitar Andra yang mampu berkolaborasi dengan kekuatan vocal Once.

Nah, dengan modal keaneka ragaman warna musik yang terkesan baru apakah Dewa 19 mampu menuai sukses dalam obesinya Go-Internasional, atau paling tidak Go-Asia.
Kalau untuk urusan pasar dalam negeri sendiri sudah tidak diragukan lagi, Dewa 19 diprediksi akan kembali menuai sukses sperti pada album-album sebelumnya.
Karena untuk bisa Go-Internasional, mungkin totalitas yang mendukung adalah hijrah seperti yang dilakukan oleh Anggun.
Yah liat aja nanti.

(dari berbagai sumber)