Showing posts with label Sind3ntosca. Show all posts
Showing posts with label Sind3ntosca. Show all posts

Wednesday, April 29, 2009

Rolling Stones Indonesia Edisi Mei 2009 (Plus CD God Bless) & Private Party 2009


Majalah RSI edisi yang ditunggu-tunggu segera hadir di ultah majalah itu yang ke 4, dengan cover depan kelompok legendaris God Bless, edisi kali ini selain dengan format ukuran lebih praktis juga ditambah dengan bonus CD yang berisi 4 lagu terbaru dari God Bless.

God Bless formasi terakhir terdiri dari Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (keyboard), di ultah God Bless ke 36 ini mereka mengeluarkan album ke 6 yang diberi judul God Bless 36. Majalah Rolling Stone Indonesia edisi Mei ini juga memberikan bonus CD God Bles 36 yang terdiri dari 4 lagu seperti laguN.A.TO (No Action Talk Only) yang sudah dibuatkan video klipnya kemudian tiga lagu lainnya Biarkan Hijau, Prahara Timur Tengah dan Pudar.

Penampilan live God Bless juga dapat disaksikan live pada acara Rolling Stone Private Party 2009 yang bertema Rock n' Roll Propaganda tanggal 7 Mei 2009 di Rolling Stones Live Venue Jakarta, selain God Bless akan tampil pula The Changchuters, C.U.T.S, Alexa, Edane dan pemberian penghargaan kepada 10 pemenang Editor's Choice Awards.

Pemberian penghargaan Editor's Choice Awards 2009 yang merupakan tradisi tahunan majalah ini dalam rangka ultahnya akan diberikan kepada Nidji (Laskar Pelangi), RAN, Luna Maya, Pay & Dewiq, Terusik Traxkustik, Sind3ntosca, Rinny Noor, The Changcuters, Robin Hutagaol dan DeMajors. Kesepuluh penerima ini diberi perghargaan sesuai bidangnya masing-masing.

Selamat buat para pemenang dan kita tunggu penampilan God Bless di album terbaru in serta jangan terlewatkan edisi Mei majalah ini.



Written by: tamtomo
Share & Comment On Facebook


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Tuesday, January 06, 2009

Penerawangan Musik Indonesia 2009? Musik Melayu Mulai Sayu?


Bagaimana dengan prediksi musik indonesia di tahun 2009, apakah masih didominasi dengan musik yang mendayu dayu seperti tahun 2008? apakah acara tangga lagu alias pemutaran video klip masih marak di televisi swasta kita di tahun 2009 ini ataukan digantikan dengan sinetron lagi? Trus apakah masih marak munculnya band-band baru pengusung format lagu melayu dengan cukup album aja?


Simak tulisan berikut:


Menarik untuk menerawang tren musik tahun ini.Sebab,musik pop Melayu yang mendayu-dayu diprediksi bakal mulai sayu.Benarkah?

"... Oh oh… Lagu cinta melulu Kita memang benar-benar Melayu Suka mendayu-dayu..."

Lirik lagu Cinta Melulu milik grup indie Efek Rumah Kaca itu seolah menyoroti membuncahnya musik pop Melayu yang merajai hampir setiap tangga lagu pada 2008 silam. Ya, beberapa band yang mengusung genre ini memang mencatat prestasi fenomenal, terutama urusan unduh-mengunduh ring back tone (RBT).

Rata-rata memiliki hits single yang mudah dihafal dan dilafalkan. Apakah itu Kangen Band, Wali, hingga Vagetoz, band asal Sukabumi mencatat aktivasi RBT tertinggi (mencapai lima juta download). Apakah prestasi itu tetap berulang pada 2009 ini?

Pengamat musik Denny Sakrie memperkirakan, tren musik Melayu bakal mulai sayu. Indikasi sudah terendus sejak medio 2008, terutama setelah grup-grup seperti Nidji, atau SamSonS, mulai mendapatkan perhatian lebih dari publik.

Saya melihat, sudah mulai ada kejenuhan akan selera musik Melayu. Kejenuhan itu muncul karena musik seperti ini terus saja dijejalkan para pelaku industri di Indonesia. Kalau pun bertahan, paling hanya sampai pertengahan tahun saja,” katanya.

Meski mengaku sulit memprediksi selera pasar, Denny memperkirakan, 2009 menjadi penanda menggeliatnya kembali musik-musik berjenis R&B dan rock.Genre ini disebutnya bakal menggantikan pop Melayu. ”Sejak akhir 2008 silam, beberapa musik R&B dan rock kan sudah mulai bermunculan,”paparnya.

Denny juga melihat, band-band indie label yang memberi alternatif pilihan, punya peluang besar untuk tampil lebih dominan. Sebut saja Sind3ntosca, ataupun Kanan Lima yang catchy. Begitu pula band indie yang lebih mapan dan lebih dulu dikenal seperti Mocca, The White Shoes dan The Couple Company, Efek Rumah Kaca, hingga The S.I.G.I.T.

Mereka akan jadi alternatif yang menarik bagi para pencinta musik yang ingin mendapatkan ruang dengar berbeda.Hanya saja,mereka (grup-grup itu) harus melakukan promosi yang tepat sasaran,” jelasnya.

Pengamat musik lainnya, Bens Leo, juga sependapat. Ia menambahkan, untuk mendapat perhatian dari publik musik, para musisi harus terus melakukan inovasi. Inovasi ini bisa berupa adanya eksplorasi sound yang terus dilakukan, atau perubahan pendekatan dalam bermusik.

Dia mencontohkan langkah Glenn Fredly yang berduet dengan Dewi Persik sebagai salah satu bentuk inovasi yang segar dan berhasil diterima publik dengan baik. Inovasi bermusik, lanjut Bens,punya makna lebih penting bagi band-band lama yang sudah mapan.Bagaimana pun juga, pangsa pasar industri musik adalah anakanak muda.

Jika band-band mapan itu tidak bisa memasukkan unsur kekinian dalam musiknya, maka nama mereka akan tenggelam dan digantikan oleh pendatang baru yang lebih segar.

Saya kira, itu sudah sebuah hukum alam dalam industri musik. Bahwa yang tua akan digantikan yang muda. Jadi,mereka harus terus bisa memasukkan unsur kekinian dalam jati diri musik mereka agar tidak ditinggalkan,” jelasnya.

Keduanya juga sama-sama sepakat soal Peterpan. Meski dipastikan berganti nama pada Agustus 2009 nanti, band ini diperkirakan akan tetap bisa meraih kesuksesan yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, personel tidak berganti, dan mereka tetap bisa menghasilkan sebuah karya yang kuat dan sederhana. (seputar indonesia, helmi firdaus)


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, October 24, 2008

Sind3ntosca Bagai Kepompong




dulu kita sahabat
dengan begitu hangat
mengalahkan sinar mentari

dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karena ku sayang

persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong

pernah denger lagu kepompong yang sering diputer di radio-radio atau video klipnya nongol di tv, kalo penasaran puter aja video di atas atau di youtube. lagunya unik begitu pula video klipnya, menceriterakan tentang persahabatan yang diibaratkan seperti kepompong, awalnya adalah ulat dan akan menjadi indah seperti kupu-kupu.

penyanyinya adalah band bernama sind3ntosca berasal dari bandung, dan uniknya lagi anggotanya cukup satu orang bernama jalu seperti dipaparkan di webnya sebagai "songwriting, composing, arranging, mixing, engineering, designing, web constructing, CD producing, 3D animating, making video clips, and much more by himself ...and also mini marketing and managing". ya... jalu ini single fighter.

sind3ntosca menjadi jawara nubuzz yang pertama, acara ini dibikin oleh jaringan NuBuzz di seluruh tanah air dan pemenangnya masuk dalam album kompilasi nubuzz 1.1 dan salah atu singlenya yang berjudul kepompong menjadi hits. awalnya sind3ntosca berdiri tahun 1999 dengan 4 personil dan beberapa anggota keluar dan tinggal sendirian jalu bersama komputernya mengerjakan lagu-lagunya. art nama sind3ntosca sendiri adalah gabungan dari sinden atau penyanyi tapi lebih etnik trus tosca merupakan warna gabungan biru dan hijau (maunya sih biru menggambarkan langit dan hijau menggambarkan daratan).

saat ini sind3ntosca juga udah ngeluarin album, berjudul sundaceltic yang dibagikan gratis via blog sind3entosca yang berisikan 8 lagu dan semua dibuat dan diaransemen oleh jalu plus komputer ajaibnya, sundaceltic menjadi nama aliran musik yang dibawakan sind3ntosca.

song: kepompong
album: nubuzz 1.1
release: 2008
band: sind3ntosca
member: jalu
label: nubuzz network
official site:
www.sind3ntosca.com
www.myspace.com/sundaceltic
www.sindentosca.multiply.com

Video Klip Versi 3D Facial Test:





Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc