Showing posts with label Balawan. Show all posts
Showing posts with label Balawan. Show all posts

Friday, February 20, 2009

Jazz Cool & Different with Balawan & The Band


tau balawan? nama lengkapnya i wayan balawan, gitaris dari bali dengan gaya tapping ini akan main dengan band-nya di black cat jazz supper club plaza senayan jakarta hari selasa 24 februari ini.

sebagai bintang tamu akan tampil pula didit (violin) dan dion subiyakto (drums) dan penampilan balawan & the band ini akan dimulai jam setengah sepuluh malam.

balawan tahun 2009 ini mengeluarkan album "see you soon" menyusul album sebelumnya "magic fingers" di tahun 2005 dan album "balawan" (2001) dan "GloBALIsm" (1999), gitaris unik ini juga sempat ikutan di album Trisum: 1st Edition (2007) milik dewa bujana dan tohpati.


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Wednesday, May 02, 2007

1st Edition (Trisum Feat.Balawan)

Bila menyimak album "gitar" ini maka yang terbersit dalam benak saya adalah bagaimana Tohpati dan I Dewa Gede Budjana bersama bintang tamu I Wayan Balawan tampil sebagai peracik yang terampil. Karena mereka betul-betul tampil sebagai peracik dari karakter bermain gitar yang berbeda. Mereka meracik lintas genre yang bisa ditelisik dari arransemen setiap komposisi, bayangkan betapa gak mudahnya merajut berbagai kecenderungan bermusik: ada jazz, rock, bluegrass serta etnikal.

Nah,seperti meracik sajian makanan dan minuman. Bagaimana agar makanan yang siap dicicipi tidak terlalu pedas, tidak kemanisan alias legit namun gak bikin muntah. Dan bagi Tohpati dan Budjana ini adalah persoalan yang mereka geluti dalam bermusik. Lihatlah bagaimana Tohpati harus membagi wilayah bermusiknya antara mengiringi sederet album bercorak pop dan ketika dia harus bermain di wilayah jazz semisal dalam kelompok yang didukungnya: Simakdialog.
Juga lihatlah I Dewa Budjana yang bermain antara mendukung grup Gigi yang ngepop dan keterlibatannya dalam sederet proyek jazz maupun solonya yang terkadang menjumput ranah "new age" sekalipun.

Jadi tak heran lagu dolanan Jawa seperti "Cublak-Cublak Suweng" yang melodi aslinya hanya dipakai tak lebih dari 8 bar itu menjadi sebuah racikan yang lebih eklektik dari ranah jazz ke rock. Belum lagi imbuhan kromatik dan sinkopasi yang menyeruak disana-sini. Trisum pun termasuk cerdas menginterpretasikan karya Ismail Marzuki bertajuk "Keroncong Kemayoran" dengan menyelusupkan nuansa jazz dan sedikit world music tanpa harus memberangus perangai keroncong yang sesungguhnya. Simaklah lagu kroncong ini justeru dinyanyikan dengan gaya tradisional Aceh.

Dalam "October Rain" malah Trisum tiba-tiba menyempil ke tema Southern Rock dan sesekali "bluegrass". Saya malah teringat dengan duet gitar Dickey Betts dan Duanne Allman dari The Allman Brothers, grup Southern Rock legendaris di Amerika.

Dan simaklah sentuhan style "new acoustic" pada lagu "Guitar In The Midnight" sebuah komposisi yang ditulis dan diarransir oleh Tohpati dan Budjana. New Acoustic adalah genre yang menyandingkan bluegrass dan jazz dengan mengutamakan peranan pada instrumen musik yang kerap dipakai pada folk music seperti fiddle,banjo maupun mandolin. Namun Trisum justeru menghadirkan gitar nylon yang dimainkan Tohpati dan steel gitar yang dimainkan Budjana serta susupan seruling dari bang Saat yang muncul pada interlude. Seandainya Trisum memainkan instrumen mandolin, komposisi ini rasanya kian afdol.

Nuansa India merebak pada komposisi "Mahabarata" yang ditulis oleh Tohpati. Budjana dengan gitar sitarnya memberikan porsi yang menonjol disini.
Trisum dengan dukungan Indro Hardjodikoro (bas), Bang Saat (seruling bambu), Jalu Pratidina (kendang), Eugene Bounty (klarinet) dan sandy Winarta (drums) memang berhasil melakukan sejumlah fusi yang hadir dalam takaran pas di album ini.

Album ini memang mengesankan dalam "pembagian kerja". Ketiga gitaris yang hadir di album ini tidak lagi saling menyergap melainkan saling mengimbuh.

TRACKLIST
1.CUBLAK CUBLAK SUWENG
2.KR KEMAYORAN
3.OCTOBER RAIN
4.GUITAR IN THE MIDNIGHT
5.MAINZ IN MY MIND
6.KROMATIKLAGI
7.MAHABARATA
8.MEDLEY CAKA + LUKISAN PAGI
9.JALI JALI

review by: DENNY SAKRIE


Saturday, March 25, 2006

Balawan, The Trully Magic Fingers

Mendengarkan keseluruhan album Magic Fingers-nya I Wayan Balawan atau yang akrab disapa Balawan, memang membutuhkan taste musik tersendiri.
Terbukti kalau jari jemari Balawan sepertinya memang memberikan magis tersendiri dan membuat para penikmatnya terhipnotis dengan petikan gitarnya.

Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang dikenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (seperti halnya Stanley Jordan). Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini kelihatan seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan dengan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa dipetik.
Permainan Balawan terkesan sangat halus dan licin.
Uniknya Balawan mendevelop sendiri tap independent di mana permainan jari kiri dan kanan bener-bener tidak ada hubungannya (berbeda sama sekali).

Sebagai orang awam, beliau berujar kalau album ini termasuk susah diterima di telinganya, yang notabene sama sekali tidak punya background musik.
Untungnya, di album ketiganya kali ini Balawan masih sudi merecycle Semua Bisa Bilang-nya Charles Hutagalung atau Arti Kehidupan-nya Mus Mujiono dan lagu Sesaat Kau Hadir-nya Utha Likumahua.
Setidaknya ketiga lagu inilah yang mungkin bisa masuk di telinga penikmat musik awam.

Lagu ciptaan Balawan, dengan lirik bahasa Inggris, berjudul Like A Bird, memiliki energi luar biasa.
Terutama bukan saja dari petikan gitarnya yang maha dahsyat, tapi kualitas vokal Balawan di lagu ini sangat terasa.
Bisa dibilang, lagu ini bisa meneduhkan, apalagi vokal Balawan yang khas, mungkin sedikit bisa membuat kita terkesima mendengarnya.

Gitaris lulusan Australian Institute of Music dan satu-satunya gitaris 8 finger tap independent di Indonesia ini sepertinya punya keahlian meramu musik tradisional asli Bali dengan sentuhan petikan gitar yang juga dicampur dengan influence musik seperti R n B.
Well, seperti sebuah ramuan anggur yang sangat khas, lagu-lagu di album Balawan kali ini seperti ingin menunjukkan identitas seorang Balawan.

Balawan seperti layaknya seorang dewa, dewa gitar tepatnya.
Tak banyak yang bisa mengatakan lagu-lagu Balawan sangat catchy di telinga.
Namun, jika Anda jeli menangkap emosi yang tertuang di setiap harmonisasi nadanya, mungkin dapat dibilang kalau Balawan layak disebut seorang maestro.

Last, di cover albumnya yang menggambarkan sebuah newspaper, terbuka sebuah cerita, kalau ternyata Balawan hobi sekali menghancurkan gitarnya usai memainkan harmonisasi dasyat...? What for??? Just guess that!

Official Site: www.wayanbalawan.com