Showing posts with label Sheila On 7. Show all posts
Showing posts with label Sheila On 7. Show all posts

Wednesday, December 16, 2009

KONSER KOIN UNTUK KEADILAN: Cukup Satu Prita Saja


Sejumlah musisi besar dan pengamat musik tanah air bergabung dalam konser amal tanggal 20 Desember 2009 yang bertempat di Hard Rock Café Jakarta, dalam rangka merayakan Hari Kesetiakawanan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Desember setiap tahunnya.

Ide konser ini tercetus tak lama setelah Prita Mulyasari divonis harus membayar uang sejumlah Rp. 204.000.000,- kepada pihak Rumah Sakit Omni International atas tuntutan pencemaran nama baik. Sebagai bentuk kesetiakawanan dan solidaritas, maka dibentuklah tim panitia konser yang terdiri dari jajaran pencinta dan pengamat musik Indonesia dan menamakan diri sebagai KOIN UNTUK KEADILAN.

Konser Koin Untuk Prita adalah bentuk rasa kesetiakawanan dan pernyataan sikap untuk melawan ke tidakadilan agar tak ada lagi kasus semacam Prita yang lainnya. Nama KOIN sendiri terinspirasi dari gerakan masyarakat untuk mengumpulkan koin dalam rangka membantu Prita melunasi dendanya. KOIN juga bisa diartikan bebas sebagai akronim dari ‘Kepedulian Orang Indonesia’. Inilah simbol gerakan moral dari dunia hiburan tanah air untuk memberi himbauan kepada pemerintah sekaligus menyebarkan inspirasi kepada kaum muda bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budayanya.

Musisi dan tokoh hiburan yang akan tampil dan ikut andil dalam menyatakan penolakan terhadap ketidakadilan ini adalah Slank, GIGI, Ari Lasso, Nidji, Cokelat, Sheila on 7, Titi DJ, Ada Band, Andra & The Backbone, Padi, She, Sherina, Audy, Drive, Seringai, Pee Weegaskins, Funky Kopral, Kunci, Marvells, Drew, Saykoji, Ronaldisko, Endah N Rhesa, Black Star, Domino, Ika Putri, Gruvi, J-Flow, dan Patent.

Konser akan digelar mulai pukul 15.00 – 21. 00 WIB. Masyarakat yang berminat untuk datang dan menonton diharapkan untuk menyumbang sebesar Rp. 50.000,- sebagai tanda solidaritas. “Seluruh sumbangan masyarakat di konser ini akan diberikan pada Prita sebagai simbol kesetiakawanan dan bentuk kepedulian kita sesama bangsa Indonesia. Berikutnya, beliau yang akan meneruskan ke pihak yang membutuhkan,” papar Adib Hidayat, Ketua Panitia Konser Koin untuk Keadilan, “dan bukan dalam bentuk koin. Itu hanya icon saja,” jelasnya lebih lanjut.

Meskipun gugatan terhadap Prita telah dibatalkan oleh pihak Rumah Sakit, namun acara seperti ini penting untuk tetap diadakan agar suara masyarakat tak dianggap remeh dan kejadian serupa tak lagi terjadi di masa mendatang. Cukup satu Prita saja yang mengalami ketidakadilan.

Jakarta, 16.12.2009, Press Release


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.blogspot.com

Friday, March 13, 2009

Clas Music Heroes, The Winners

Clas Music Heroes tahun ini sudah diumumkan, penghargaan yang bertema "Talk Less Do More" atau "tak banyak omong, tapi prestasinya mencorong" diberikan kepada artis papan atas dan legendaris Iwan Fals. Kemenangan Iwan Fals ini selain ditentukan melalui pemungutan suara via SMs juga melalui penjurian. Para dewan juri selain Andy F Noya & Ricky Siahaan (Rolling Stone Indonesia) ada juga Anton Wahyudi (Praktisi Radio), Bongky (Musisi, Produser), Dahono Fitrianto (Kompas), Denny MR (Pengamat Musik) dan Yoris Sebastian (OMG Creative Consulting).

Selain Iwan Fals yang terpilih sebagai pemenang, ada 17 musisi yang menerima predikat serupa antara lain Slank, Peterpan, Melly Goeslaw, Krisdayanti, Gigi, Agnes Monica, Ari Lasso, Project Pop, Yovie and Nuno, Andra and The Backbone, Cokelat, Sheila On Seven, Naif, Letto, The Changcuters, dan Efek Rumah Kaca.

Penghargaan Clas Music Heroes yang disponsori oleh salah satu produk rokok ini selain memberikan penghargaan kepada para artis Indonesia yang pantas menjadi panutan di dunia musik tanah air juga diberikan pada tempat-tempat yang mempunyai keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar.

Ada 12 Tempat Yang memiliki keunikan, prestasi ataupun kontribusi positif terhadap sekitar antara lain Desa Jatiluwih (Tabanan –Bali), FX Lifestyle X’nter (Sudirman, Jakarta), Jembatan Tengku Fusabilillah (Trans Barelang, Batam), Kawasan Mega Wisata Ocarina (Batam), Museum Kartun Indonesia (Bali), Poli dan Taman Baca Amin (Batu, Malang), Perpustakaan SOEMAN HS Propinsi Riau (Pekanbaru), Pulau Penyu (Tanjung Benoa –Bali), Pt. Kereta Api (PERSERO) atas Produk Kereta Wisata Nusantara (Jakarta), Rasuna Epicentrum (Jakarta), Rest Area KM 19 Jalan Tol Jakarta Cikampek dan terakhir Terminal 1 Bandar Udara Soekarno Hatta (Jakarta).


Sebagai penghargaan di beberapa kota tersebut selain di Jakarta tepatnya di FX mall didirikan Monumen Clas Music Heroes juga didirikan monumen serupa di kota-kota lain seperti di Jogja (bunderan UGM), Batam (Simpang Jam), Bandung, Semarang (Pandanaran), Surabaya, Malang, Medan, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Denpasar (Bali).

Selamat kepada para pemenang semoga selalu menginspirasi musisi yang lain serta para fans masing-masing.



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Tuesday, January 20, 2009

CD Kompilasi Mp3, Melegalkan Pembajakan?

Pernah denger gak sih tentang CD kumpulan lagu lagu dalam format Mp3 tapi bukan yang bajakan loh, atau bahkan pernah liat sendiri CD Kompilasi lagu-lagu yang dikemas dalam format Mp3 yang diproduksi label ternama di salah gerai supermarket atau hipermarket? kalo belum coba cek saat ini ada CD kompilasi lagu-lagu lokal dan mancanegara yang dikemas dalam format Mp3.

Yang menarik penjualan lagu dengan dformat MP3 secara fisik adalah tak lazim buat perusahaan rekaman, saat ini penjualan karya musik berupa CD, kaset, format dgital seperti ring back tone dan ringtone. Apabila dalam format digital Mp3-pun hanya diedarkan melalui donlod via internet secara legal seperti via itunes, amazon atau sejeninya. Awalnya untuk penjualan via internet itupun penuh dengan proteksi seperti dengan pola DRM (Digital Rights Management) yang diterapkan, tapi cara inipun akhirnya harus ditinggalkan karena berbagai faktor seperti pembobolan atau bahkan desakan dari pemilik gerai musik online seperti itunes.

Memang penjualan CD dan kaset terjadi penurunan sangat tajam dan memukul industri permusikan, hal ini dikarenakan pembajakan yang meraja lela entah via donlod ilegal di internet atau bahkan penjualan CD atau MP3 bajakan di lapak-lapak yang mengalahkan jumlah penjualan album secara resmi. Kalo dihitung penjualan album platinum sebanyak 150 ribu kopi sesungguhnya yang beredar dipasaran adalah jutaan kopi kalo dihitung dengan versi bajakannya, miris juga sih album yang baru aja dirilis sorenya juga udah dapat didonlod secara ilegal di internet. Ataukan penjualan CD Kompilasi MP3 ini juga untuk mengimbangi pembajakan? Mungkin ya mungkin tidak. Tetapi saat ini yang menjadi tulang punggung industri musik khususnya musisi adalah penjualan via digital seperti ringback tone, dengan harga 5 ribuan perlagu hanya 30 hari dan gak bisa dibajak menjadi trend jualan musik khususnya single lagu.

Kembali ke CD Kompilasi format Mp3 dari label besar tersebut, yang mengejutkan dengan jumlah lagu 50 buah, di klaim berkualitas dan berasal dari ogininal artist, hanya dibanderol seharga 25 ribu rupiah untuk 50 lagu indonesia dan 30 ribu rupiah untuk lagu mancanegara. Emang bukan lagu baru yang dikumpulkan tetapi umumnya lagu-lagu tersebut saat ini dikompilasi cuman sebanyak tak lebih dari 20 lagu per CD dan harganya pun pati diatas 35 ribu, jadi harga Mp3 50 lagu inipun masih jauh dari harga CD normal. Satu lagu lokal dihargai 500 rupiah dan untik lagu mancanegara seharga 600 rupiah perlagu, inipun belum dipotong dengan keuntungan pengecer dan distributor serta biaya produksi seperti harga CD blank trus kemasan yang lumayan bagus. Salah satu pertanyaan sehubungan dengan hak cipta dan royalti, jadi buat musisi atau penyanyi sendiri berapa ya? yang pasti tidak gratis kan. Sebagai perbandingan untuk RBT, musisi mendapatkan pembagian dalam satuan ribuan rupiah per lagu, jadi untuk album Mp3 ini cuman mendapatkan ratusan rupiah perlagu.

Saat ini yang udah dapat ditemuin di pasaran CD Kompilasi berformat Mp3 antara lain 50 Indonesia Love Ballads, 50 Indonesia Superhits, All About Dance, All About Love, All About Pop dan SO7 Top Request. Ada beberapa band besar dan musisi seperti Cokelat, Gigi, Sheila On 7 dan Yovie yang ada di kompilasi tersebut. Trus bagaimana dengan pendapat para musisi dan pengamat musik Indonesia? Kalo buat penikmat musik pasti lebih menguntungkan apalagi buat yang hobi beli Mp3 bajakan dan selalu kecewa dengan kualitasnya, trus saat ini adalah era digital, gak jamannya lagi kaset apalagi walkman dan gak nyaman juga bawa-bawa CD, lebih simple dengan Mp3 player atau ipod atau bahkan cukup menikmati musik melalui handphone. Bagaimana komentar Anda?


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Sunday, October 26, 2008

Yang Terlewatkan, Making The Video (SO7)


Song: Yang Terlewatkan 
Album: Menentukan Arah (2008)
Label: Sony BMG Ind
Band: Sheila On 7
Member:
Akhdiyat Duta Modjo (Vocal), Adam Muhammad Subarkah (Bass)
Eross Candra (Guitar), Brian Kresno Putro (Drums)

Official Site:
http://www.sheilaon7.com

Lyric:
Kemana kau s'lama ini
Hingga kalian kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Sesal tak 'kan ada arti
Karna semua t'lah terjadi
Ini set'lah menjalani
Sisa hidup dengannya

Reff:
Mungkin salahku... Melewatkanmu...
Tak mencarimu... Sepenuh hati...
Maafkan aku...

Kesalahanku... Melewatkanmu...
Hingga kau kini... Dengan yang lain...
Maafkan aku...

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari
Dimana kau berada

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu... Mendengarmu...
Kaulah yang terhebat



Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Thursday, October 23, 2008

Launching Album Menentukan Arah SO7


Hari ini, Kamis (23 oktober 2008) album terbaru Sheila On 7 (So7) yang diberi judul "Menentukan Arah" resmi beredar di pasaran dalam format Kaset & CD, album ini merupakan salah satu album yang paling ditunggu karena single pertamanya "Betapa" udah terlebih dahulu diperdengarkan via radio, ringback tone, video klipnya bahkan wira-wiri di berbagai televisi sejak bulan Juni lalu.

Launching secara resmi juga akan dilangsungkan besok (24 Oktober 2008) jam 10 pagi di Kereta Wisata Nusantara jurusan Jakarta - Bandung, kok memilih di kereta ya? menurut mereka dimaksudkan untuk memberi kesegaran dan membawa keakraban So7 dengan para media yang sudah memberikan dukungan selama ini. Grup band PADI juga pernah melaunching album Tak Hanya Diam tahun lalu di geladak salah satu kapal perang TNI AL.

Album Menentukan Arah berisikan 10 lagu, masih dibawah naungan SonyBMG Indonesia dengan lagu andalan setelah single Betapa yakni Yang Terlewatkan yang bakal hits menyusul Betapa, video klip juga udah digarap sutradara Renny Fernandez. Kita tunggu respon pasar atas kembalinya Sheila On 7. Yang penasaran dengan lagu ini boleh denger kok di playlist di atas blog ini.

Berikut Press Release Album Menentukan Arah:

Sheila On 7 sudah 12 tahun berkarir. Anak-anak Jogja ini sudah mempunyai pattern dan basic musik yang kuat. Dengan modal inilah mereka berupaya terus berkarya tanpa harus kehilangan identitas. Dan ini terwujud lewat album teranyarnya yang bertitel Menentukan Arah. Album ini boleh dikata sebagai bentuk dari eksplorasi baru mereka terhadap musik.

Saat menggarap album ini kita sudah sepakat bahwa karya kita yang sekarang ini lebih chill out, dengan nuansa yang lebih intim dan akrab. Dengan konsep seperti ini kita pun terbawa untuk bermain dengan lebih rileks dan nyaman,” jelas Eross.

Tak hanya pada konsep musik dan melodi, kehangatan terasa dari permainan musiknya. Misalnya pada permainan bass, Adam mengaku menggunakan teknik fretless, dimana teknik ini memberikan ruang lebih bagi dirinya dalam berkreasi. Adapun Brian yang menggawangi posisi drummer, menilai bahwa dengan tidak terlalu berpaku pada not dan dinamika, mereka lebih terfokus untuk menghayati sepenuhnya lagu dan lirik yang dimainkan.

Simak hit single pertamanya yang berjudul Betapa. Lagu yang simple tapi cathcy ini mampu membawa suasana keakraban. Dan memang betul. Dalam waktu relatif singkat, single ini langsung menggeliat di chart dan merangsek ke posisi top chart di lebih dari 150 stasiun radio.

Lagu Betapa bercerita tentang seorang laki-laki yang merasa sok kuat padahal dalam dirinya hancur manakala ditinggalkan oleh sang kekasih. Sebuah tema cinta memang, tapi mengambil sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan. Duta menyatakan bahwa ia senang menyanyikan lagu tersebut, karena meskipun liriknya ringan tetapi maknanya dalam.

Peluru kedua yang disiapkan adalah single berjudul Yang Terlewatkan. Single bernuansa ballad ini menggiring pendengar untuk menyimak secara mendalam tentang kedalaman lirik lagunya.

Suatu karya ada tentunya dengan adanya harapan. Bukan harapan yang muluk, tapi lebih mengalir dan realistis. Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bass), dan Brian (drum) berharap masih bisa memberikan kontribusi yang lebih baik pada industri musik.

Track List:

1. Betapa
Lagu ini seperti roh di Menentukan Arah: fresh, simple, menarik dan melodius. Semua orang bisa memainkan beat drum lagu ini di tuts kibord hanya dengan dua jari, tapi posisi jari di gitar tidak memungkinkan untuk dimainkan live, jadi Eross harus sedikit improvisasi untuk menyelamatkan permainannya. Brian juga tidak main drum akustik di lagu ini; maka begitu live, lagu ini terasa so rock. Mungkin karena dendam, hehehe.

2. Yang Terlewatkan
“Yang Terlewatkan” hampir terlewatkan dan baru masuk di sesi akhir pengumpulan materi album, padahal Brian yakin kalau lagu ini adalah hits SO7 berikutnya sejak pertama kali mendengar demonya dan tak rela kalau dinyanyikan orang lain. Setelah mencoba berbagai bassline, Adam berharap yang akhirnya terpilih tidak mengecewakan dan – yang paling utama – tidak fals, karena memakai bas fretless. Eross kembali menggunakan kata “hebat” dalam lirik, tapi bukan berarti lirik ini biasa. Menurut Duta, Eross sangat jarang menulis lirik yang isinya tentang menyesali sesuatu. Ada apa dengan Eross?

3. Ibu Linda
Terjadilah debat panjang antara Eross dan Brian tentang beat drum di bagian reff, di mana berbagai versi dicoba dan akhirnya versi Brian keluar sebagai pemenang. Brian selalu memperjuangkan beat drum terbaik, walau harus berdebat dengan Eross, dan setiap mendengar lagu ini masih takjub dan heran akan asalnya ide beat ini. Duta yang tak terlalu mempersoalkan beat maupun lirik, merasa tema nada di akhir adalah bagian yang paling enak di lagu ini.

4. Jalan Keluar
Pada awalnya Adam ragu untuk memasukkan “Jalan Keluar” di album karena terasa begitu ringan di aransemen dan lirik, tapi buntutnya ini satu-satunya lagu ciptaan Adam yang masuk. Adam juga mengisi harmonika, dan Eross tak akan pernah melupakan ekspresinya yang pucat pasi setelah berkali-kali take. Ini termasuk satu dari tiga lagu pertama yang diisi vokalnya oleh Duta (dalam sehari pula!) yang justru menganggap lirik lagu ini berbahasa tingkat tinggi. Brian pun merasa lagu ini tak akan seindah ini kalau bukan Duta yang menyanyikannya.

5. Mudah Saja
Adam berterima kasih kepada Eross karena diberi kesempatan untuk main gitar di “Mudah Saja.” Duta menyukai bagian bait dan bridge, tapi tidak suka reff-nya. Ketika Duta mengakui hal tersebut ke Eross, ternyata Eross juga sempat merasa kurang percaya diri terhadap lagu ini. Menurut Brian, semua orang yang sedang jatuh cinta akan mencoba mengingat orang yang pernah melukai hatinya saat mendengar lagu ini.

6. Arah
Di lagu ini Adam melakukan kejutan dan terobosan dengan bermain swing, walau mengaku kalau sebenarnya dia tak bisa main swing. Eross juga memberi kejutan dengan lupa mengisi bagian interlude dengan gitar sesuai versi demo, tapi akhirnya itu ditutup dengan brass sampling yang dimainkan Fery Efka. Duta ingin mengimbau Sheila Gank dan teman-teman semua untuk bersama-sama menentukan arah perjalanan Sheila On 7.

7. Lia Lia Lia
Penciptaan lagu ini terpicu oleh lirik “terbakar bahagia.” Anak-anak Duta mampu ikut menyanyikannya karena bapaknya berulang kali mendengar versi demonya di rumah. Teman-teman band Duta pun berlaku seperti anak-anak ketika mengisi vokal latar. Di album-album sebelumnya selalu ada lagu dengan take vokal latar yang bercanda, dan itu kembali terjadi di sini, di mana teknik vokal “The Steelheart Scream” muncul tapi (untungnya) tidak dimasukkan. Bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta, silakan ganti “Lia” dengan nama pacarmu.

8. Alasanku
Brian tak berani tertawa di saat Eross take gitar, karena takut merusak mood-nya yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi untuk merekamnya. Namun Adam dengan entengnya bertanya, “Apa gitar diubah beda dengan versi demo?” di saat Eross sudah menyelesaikan 30 persen dari take gitar akustik. Alhasil, Eross panik, mengumpat sendiri dan mengulang dari awal. Eross dan Duta (yang sedang flu berat ketika mengisi vokal) berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberi kekuatan untuk menyelesaikan tugas masing-masing.

9. Segalanya
Duta juga flu berat ketika mengisi vokal lagu ini, makanya dia mencurahkan “segalanya” untuk teriak-teriak di sini. (Mudah-mudahan hernianya tidak kumat.) Saat take drum di waktu subuh, sempat ada keheningan tanpa tanda-tanda kehidupan selama beberapa saat di studio, tapi baik Brian maupun Eross (selaku operator) tak ada yang mau mengaku kalau dirinya tertidur. Lain halnya dengan Adam, yang mengaku ketiduran saat mencari bassline yang cocok, padahal ini lagu disko. “Segalanya” dipersembahkan untuk SheilaGank di seluruh dunia dan akhirat, “karena kau ku bisa.”

10. Sampai Kapan
Ini salah satu lagu favorit Brian yang membuatnya sangat berhati-hati dan merasa tidak percaya diri saat take karena berpikir drum versi demonya lebih bagus. Sebaliknya, entah kenapa Duta kurang suka lagu ini. Adam merasa kalau ada riff gitar yang kelupaan, persis seperti kasus “Alasanku” – dengan kejadian selanjutnya yang juga sama. Bisa jadi itu yang membuat Eross merasa kalau sampai kapanpun lagu ini belum selesai.


Band: Sheila On 7
Sheila On 7 Are:
Akhdiyat Duta Modjo (Vocal)
Adam Muhammad Subarkah (Bass)
Eross Candra (Guitar)
Brian Kresno Putro (Drums)
Album: Menentukan Arah
Tanggal Release: 23.10.2008
Label: Sony BMG Indonesia
Official Site:
http://www.sheilaon7.com
http://www.myspace.com/sheilasonic


Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc

Friday, August 22, 2008

6 Band Indonesia 17-an Di Malaysia


Dalam rangka ultah kemerdekaan RI tahun ini, 6 grup band Indonesia (Slank, Ungu, Sheila On 7, Peterpan, SamsonS dan Dewi-Dewi) menghibur warga malaysia pecinta musik Indonesia dan tentunya para TKI di Malayisa pada hari sabtu (16.08.08).

Pertunjukan dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam di kawasan Bukit Kiara Kualalumpur dengan penonton sekitar 3 ribu orang. empat juga terjadi beberapa kericuhan tetapi dapat diatasi sampai akhir pertunjukan.


More Music On: www.tamtomousic.blogspot.com

Tuesday, August 05, 2008

Video Klip Betapa (Sheila On 7)



Single:
Betapa

Album:
Menentukan Arah

Tahun:
2008

Label:
Sony BMG Indonesia

Sheila On 7 Are:
Akhdiyat Duta Modjo (Vocal), Adam Muhammad Subarkah (Bass), Eross Candra (Guitar) and Brian Kresno Putro (Drums)

Lyric Betapa:
seminggu setelah kau pergi / teman silih berganti menghiburku /
berkata semua teratasi / kan terus sembunyi di balik senyum palsu /

ku dengar dirimu tak sendiri lagi / betapa hancurnya hati jiwaku /

setahun setelah kau pergi / ku masih sembunyi di balik senyum palsu/

ku dengar dirimu tak sendiri lagi / betapa hancurnya hati jiwaku /
betapa hancurnya, na na na na naaa /

tolong bantu aku melewati semua, uuu/

YouTube Link:
http://www.youtube.com/v/R8KAHC1iaDs


More Music On: www.tamtomousic.blogspot.com

Monday, June 30, 2008

Sheila On 7 Menentukan Arah

Band dari Jogja dengan personil terakhir Duta Eross Adam dan Brian telah meluncurkan album bertajuk Menentukan Arah dengan logo yang baru dan lebih fresh. Mereka menemukan arah yang selama ini ditinggalkan, album ini kembali ke pola album pertama dan kedua. Dengan aransemen
yang sederhana, lugas, elegan dan membumi mereka berusaha lagi bangkit untuk mencetak hits.

Single Betapa udah duluan dilempar ke radio radio dan udah menduduki beberapa tangga lagu. Hampir semua lagu bertempo lambat yaitu lagu 'Lagu Yang Tak Terlewatkan', Sampai Kapan, Jalan Keluar, Ibu Linda, Lia Lia Lia, Segalanya, Arah. Dua lagu terakhir ini bertempo cepat.
Kita tunggu apakah So7 dapat menemukan arahnya kembali.

Info: http://www.sheilaon7.com

Monday, May 12, 2008

Sheila On 7, Logo Baru & Album Baru


Menurut bocoran band dari Jogja, Sheila On 7 akan meluncurkan logo baru menggantikan logo yang sekarang pernah ada, logo ini akan mulai dipakai pada labum baru Sheila On 7.

Saat ini album keenam Sheila On 7 dalam proses tahap penyelesaian dan siap beredar di pasaran setelah album terakhir Pejantan Tangguh di tahun 2004. Menurut rencana dan masih belum pasti album ini berjudul "Menentukan Arah" dan masih dengan personil Adam (Bass), Brian (Drum), Duta (Vocal) dan Eross Chandra (Gitar).

Album sebelumnya di bawah Sony BMG antara lain Sheila On 7 (1999), Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000), 07 Des (2002), 30Hari Mencari Cinta (2003) dan Pejantan Tangguh (2004).

:: tam ::

Monday, June 05, 2006

Sheilla On7, Album "507"

Anda suka dengan musik dari group band Sheila On 7..??
Hari ini tanggal 5 Juni 2006, Sheila On 7 akan melepas album kelimanya yang bertitel '507'. Launching secara resmi juga dilakukan di Plasa Semanggi hari ini juga.
Salah lagu andalannya yang berjudul 'Mantan Kekasih', liriknya dibuat oleh Eros.

Lagu ini sendiri kalau menurut saya, jujur.. enggak enak..., tapi kalau lagu ini diputer terus-menerus.. jadi enak juga.
Itupun kalau muternya di tengah kesunyian malam, baru pass.. Tapi itu kan menurut penilaian saya lhoo...

Emang, Sheilla on 7 sedang "kalah pamor" dengan band-band baru yang bermunculan dan menelorkan hits., S07 juga sedang dirundung masalah, dengan keluarnya Sakti, gitaris, yang memilih mendalamai agama dan S07 juga dianggap "hanya" mengais-ais sisa kesuksesan. Benarkah?

Tampaknya tudingan-tudingan itu masih harus dibuktikan. Keraguan yang yang mengatakan S07 sudah "habis" masih harus diperdebatkan lagi.
Kalo kita simak album terbaru band asal Jogjakarta ini yang diberi titel simpel "507" ada kecenderungan band ini kembali pada kesederhanaan lirik dan musikalitas yang tidak "neko-neko" lagi.

Wajar saja sebenarnya. Band yang kini diawaki Eross Chandra [gitar], Adam Subarkah [bass], Brian [drum, personil baru] dan Duta [vokal], sudah menginjak 10 tahun berkarir di pentas musik Indonesia.
Kalau sekarang mereka merilis album baru, itu bagian dari eksistensi dari sekumpulan anak Jogja yang sudah menelorkan banyak hits ini.

Album ini terdengar lebih "personal" dan matang secara penjiwaan.
Single pertamanya Mantan Kekasih bisa membuat kamu nangis-nangis kalau menyimak liriknya yang dibuat Eross.
Lagu yang penulis sebut "hymne-pop" ini terdengar menyayat tapi gampang dihapal dan langsung kena.
Penggarapan yang lebih santai, membuat album ini terdengar lebih fresh dengan muatan bobot yang berkualitas.

Beberapa lagu penting mendapat catatan.
Selain single pertama, lagu Pemenang juga menjadi penting lantaran masuk dalam theme song Piala Dunia 2006.
Kemudian lagu Radio. Pernah mendengar S07 membuat lirik dan musik yang nge-dance? Di lagu ini, bisa mendapatkannya.

Sakti, personil yang memilih keluar, masih sempat menyumbangkan karyanya di lagu Cahaya Terang.
Lagu ini bertutur soal pengalaman batin Sakti setelah memutuskan untuk mendalami agama.

Jadi, kinilah saatnya Sheila on 7 memberi pembuktian, tudingan-tudingan yang mulai meremahkan itu salah.
Toh karya mereka sebenarnya sudah jadi bukti. Bagaimana?

Sumber: tembang.com