Monday, August 14, 2006

Cokelat (Untukmu Indonesia-ku)

INDONESIA sebentar lagi merayakan hari jadinya yang ke 61.
Sebagai bingkisan ulang tahunnya, Cokelat menghadirkan sebuah album bertema patriotisme yang bertajuk Untukmu Indonesiaku.
Bingkisan teramat spesial dari Cokelat yang juga baru merayakan ulang tahunnya yang kesepuluh ini, berisikan daur ulang 8 buah lagu wajib nasional dan lagu bertema perjuangan ditambah 2 buah lagu baru dari Cokelat.

Lagu daur ulang ini sengaja dihadirkan Cokelat dengan ramuan musik pop modern tanpa menghilangkan ruh lagu aslinya. Sedangkan dua buah lagu barunya bisa jadi merupakan anthem setelah “Bendera”. Seperti apa album Cokelat kali ini yang membuat Cokelat harus menyepi di luar Pulau Jawa dan juga membuat Kikan menangis saat take vokal?

Album ini diberi judul Untukmu Indonesiaku berisikan 10 buah lagu bertemakan perjuangan dan semangat patriotisme Indonesia .
Di album ini, terdapat pula tiga buah lagu milik Cokelat yaitu lagu “Bendera” yang di mix ulang ditambah dua buah lagu baru Cokelat berjudul “Cinta Damai” dan “Ikrar Kami”.
Semuanya diracik dalam ramuan pop modern dan dibumbui sweet rock ala Cokelat.
Segmentasi album di bagi dalam dua kubu yaitu ballad dan rock sehingga diharapkan semua pendengar musik baik musik keras maupun musik lembut dapat menikmati album Untukmu Indonesiaku ini.

Untukmu Indonesiaku ini dihadirkan tepat di ulang tahun negeri tercinta Republik Indonesia yang ke-61.
Bingkisan ini amat spesial dalam menghadirkan sesuatu untuk Indonesia yang sesuai dengan kemampuan Cokelat.
Kami bikin album ini untuk memberi sesuatu bagi Indonesia yang tentunya sesuai dengan kemampuan Cokelat yaitu bermusik. Cokelat merasa, sudah saatnya melestarikan lagu nasional yang sekarang ini sudah tenggelam dari hinggar bingar oleh musik modern,” tandas Edwin, gitaris Cokelat.

Pengerjaan album memakan waktu sekitar tiga bulan dan menyita perhatian personil Cokelat secara khusus.
Cokelat menyisihkan waktunya untuk memilih dan mengaransemen lagu-lagu perjuangan yang akan dimasukkan ke album Untukmu Indonesiaku di tengah-tengah promo tur album The Best Of Cokelat ‘Tak Pernah Padam’.
Cokelat juga menyempatkan diri untuk melakukan riset singkat tentang lagu-lagu perjuangan yang populer di tengah masyarakat di kota-kota yang mereka singgahi selama tur.
Dari riset singkat tersebut, Cokelat menemukan tak banyak lagu-lagu perjuangan yang dikenal oleh anak muda sekarang.
Hal ini sempat membuat sedih Cokelat namun hal ini juga yang menjadi cambuk motivasi Cokelat untuk segera menggarap album ini.

Demi mendapatkan feel yang pas dalam menggarap album ini, Cokelat hijrah ke Pulau Bali. Selama empat hari di akhir bulan Mei 2006 mereka masuk studio dan merekam lagu-lagu tersebut.
Mengapa Pulau Bali yang dipilih untuk proses rekaman album ini? Ronny, bassis Cokelat, coba mengungkapkan, “Pulau Bali identik dengan wisata Indonesia . Pulau ini adalah identitas Indonesia di mata dunia. Kami mencoba menangkap emosi tersebut dari turis-turis yang datang di Pulau ini. Kami juga ingin mengangkat Bali kembali setelah beberapa kali Pulau ini digoncang bencana.”

Tak hanya proses rekaman, pemotretan gambar-gambar untuk album ini pun dilakukan di Bali . Personil Cokelat berbaris rapih dalam pakaian dinas upacara Paskibra di bibir pantai.
Mereka tampak gagah menatap cakrawala langit dibawah kibaran bendera merah putih.
Sesi pemotretan ini sempat menarik perhatian wisatawan manca negara yang melintas.

Memasuki pertengahan bulan Juni 2006 lagu-lagu untuk album Untukmu Indonesiaku ini selesai direkam.
Setelah proses seleksi terpilihlah sepuluh lagu yang akan dimasukkan ke album Untukmu Indonesiaku. Lagu-lagu tersebut adalah:

1. Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu karya Liberty Manik atau akrab dengan L. Manik, komponis kelahiran Batak, menjadi single pertama album Untukmu Indonesiaku. Tema patriotik sangat terasa di lagu ini. “Satu Nusa Satu Bangsa” diaransemen kembali oleh Cokelat dengan irama ballad-rock dengan dukungan orkestrasi dari Sa’unine.

2. Tanah Airku
Lagu ini memiliki makna mendalam bagi Cokelat. Saat take vokal lagu karya Ibu Sud ini, Kikan sempat meneteskan air mata waktu menyanyikan lirik lagunya. “Sedih banget waktu menyanyikan liriknya. Memang sih lagu itu diciptakannya sudah lama, tapi keadaannya bertolak belakang dari kenyataan sekarang. Sedih tapi saya harus bangga sebagai orang Indonesia ,” papar Kikan. Lagu ini memasukkan unsur irama Minang yang dimainkan oleh Jazzer handal, Riza Arsyad.

3. Kebyar Kebyar
Nuansa rock yang hadir disini sangat kental. Cita suara metal ini berhasil menghadirkan lagu karya Gombloh semakin menghentak. Lewat lagu ini, Cokelat ingin mengorbarkan kembali semangat pemuda Indonesia untuk berani berkorban demi Indonesia .

4. Cinta Damai
Ini adalah lagu yang diciptakan oleh Edwin Cokelat. Lagu ini mencoba mengangkat tema patriotik sesuai dengan keadaan saat ini. Dalam tempo ballad, Cokelat mencoba membangkitkan semangat untuk tetap menjaga perdamaian di Indonesia .

5. Syukur
Lagu wajib yang harus dinyanyikan saat Upacara Bendera ini dibawakan kembali ala Cokelat. Meskipun dibawakan dengan gaya nge-rock, lagu ini kesan khidmatnya tetap terjaga. Tembang ini adalah karya H. Mutahar yang diperkenalkan pada Januari 1945. Biasanya lagu ini dinyanyikan hanya lirik versi pertamanya saja yaitu lirik yang berisi gita puja terhadap Tuhan. Namun disini, Cokelat membawakan juga dua versi lainnya yang bercerita tentang rasa terima kasih pada pahlawan bangsa dan apresiasi terhadap kegiatan Pramuka Indonesia . Cokelat berhasil mendeskripsikan lagu ini kembali menjadi sebuah lagu rock modern yang tidak membosankan.

6. Bangun Pemudi Pemuda
Lagu ini dibuka dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh para personil Cokelat. Khusus lagu ini, Anda akan dibawa ke dimensi jauh di masa depan. Bekerja sama dengan DJ T3ORY dari Mobil Derek, lagu karya A. Simanjuntak ini menjadi lagu bernuansa elektronika. Sangat kreatif, memang.


7. Ikrar Kami
Lagu baru kedua dari Cokelat yang hadir di album ini. Lirik dan lagunya sarat akan melodi pop yang riang dan ditulis oleh Ernest Cokelat. Biasanya Cokelat menulis lagu bertema cinta dan patah hati namun kali ini muncul sebuah lagu dengan tema berbeda. Ini adalah salah satu karya Cokelat yang didedikasikan untuk semangat nasionalis.

8. Halo-Halo Bandung
Sengaja dipilih lagu karya Ismail Marzuki ini untuk masuk ke dalam album Untukmu Indonesiaku. Cokelat sebagai band yang berasal dari kota Bandung merasa lagu ini wajib diperdengarkan kembali dalam nuansa rock modern.

9. Bendera (New Version)
Hadirnya album perjuangan Untukmu Indonesiaku ini tak dipungkiri lagi ada dibalik kesuksesan single Bendera. Cokelat menghadirkan kembali lagu karya Eross Sheila on 7 yang dikenal tahun 2002 dalam versi yang berbeda. Kali ini, lagu yang sempat menjadi lagu tema film nasional karya Nan . T Achnas, dihadirkan dengan raungan gitar yang padat. Melodi dan distorsi dari gitar yang berbeda dari aslinya semakin membakar semangat untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme.

10. Hari Merdeka
Untuk lagu ini, Kikan punya maksud tersendiri, “Lagu-lagu wajib nasional bertema perjuangan kental akan orkestrasi, maka itu kami tidak ingin menghilangkan elemen penting dari lagu tersebut. Kami menggabungkan rock Cokelat dengan orkestrasi alat musik gesek dalam lagu perjuangan yang kami aransemen ulang.” Lagu bertempo mars ini memang hadir dalam rock yang dasyat ditambah cita suara string dari orkestrasi Sa’unine. Hal ini semakin memantapkan lagu karya H. Mutahar menjadi lagu dengan irama rock modern yang pantas.

Official Site:
www.cokelat.net

No comments: