Thursday, May 08, 2008

It's Time (Tohpati, 2008)

Tohpati menurut saya adalah pemusik dua sisi.Sisi pertama, dia adalah pemusik yang banyak memberikan kontribusi permaian gitar maupun arransemen pada musik pop melalui rekaman maupun pertunjukan. Sisi lainnya,dia adalah pemusik yang gigih memainkan musik segmented : jazz. Permainan gitarnya yang cenderung nyeleneh tertuang dalam Simak Dialog, kelompok jazz yang didukungnya bersama Riza Arshad hingga perseketuannya dengan Dewa Budjana dalam kelompok Trisum.

Musik dua sisi,ada sentuhan pop dan sentuhan jazz, dari Tohpati itulah yang terangkum dalam album solo ketiganya bertajuk “It’s Time” yang dirilis Sony BMG Indonesia. ”Saya ingin menyatukan dua kutub penikmat musik,pop dan yang agak agak ngejazz” ujar Tohpati. Sebetulnya, lanjut Tohpati, ini adalah upaya yang ditempuhnya agar musik yang beratmosfer instrumental bisa diterima di khalayak luas. Maka tak perlu heran jika lagu “Senandung Rindu” yang bersematkan petikan gitar akustik itu dibawakan oleh Putu Sutha Nata Wijaya, penyanyi yang pernah menjuarai AFI 3 beberapa waktu lalu. Juga mengikutsertakan penyanyi pop wanita Terry dalam lagu “Kedamaian”. Meskipun pop, Tohpati memberi sedikit sentuhan etnik dengan menyusupkan Saluang, alat musik tiup dari Sumatera Barat yang dimainkan Irfan Chasmala serta aksentuasi kendang yang ditabuh Endang Rahman menggantikan drum. Liriknya memang condong religius :

Dalam hati selalu kusebut namaMu
Setiap saat hatiku selalu merindukanMu
Kugantungkan jiwa ini kepada Mu
Secerah mentari seindah pelangi hasratku padaMu
Oh Tuhanku

Pengalaman spritual saat menunaikan ibadah haji pun tertuang dalam komposisi bertajuk “My Dream” yang menampilkan Arabian scale. Perkusionis Iwan Wiradz memberi ketebalan atmosfer Timur Tengah dengan menyusupkan tabuhan Darabuka yang sepintas mengingatkan kita pada Ali Alaoui, penabuh Darabuka kesohor. Menariknya komposisi ini pun memperlihatkan perpindahan sukat. Dibagian interlude Tohpati memainkan ragam Flamenco.

Tohpati di album ini seolah tengah bermain puzzle. Menggabungkan kepingan kepingan ragam musik dalam satu pola arransemen yang tampaknya sengaja dikemas dalam bingkai easy listening. Mudah dicerna dan menyejukkan.
Beberapa ragam musik etnik negeri ini bergaung pula.
Simak misalnya “Dewata” yang mengadopsi musik tradisional Bali tapi dalam bingkai pop. Meskipun nuansa Kecak yang dihadirkan I Gusti Kompyang Raka yang lazimnya berkesan dark malah terdengar enteng. Tohpati pun tak menyertakan gamelan Bali yang lazimnya berkesan agresif. Sebaliknya nada pentatonik Bali justeru diwakili tiupan seruling Bang Saat.
Alam hutan Papua seolah berada dipelupuk mata saat mendengar introduksi ‘ Cenderawasih’ yang menampilkan unison tiupan klarinet dan petikan gitar akustik.

Atmosfer Aceh pun terwakili pada komposisi “Song For Aceh” yang berkesan gloomy. Geraman cello yang digesek Wawan dan elusan fretless bass Bintang Indiarto memang telah menyiratkan kemuraman rakyat Aceh yang dilanda Tsunami pada tahun 2004. Diperkuat voicing narasi yang dilakukan Marzuki Hasan,dosen Institut Kesenian Jakarta khusus seni budaya Aceh.

Dalam “Gembala”,Tohpati seolah ingin menyatukan nuansa koboi Amerika dan penggembala sapi di negeri ini. Drum berpadu dengan kendang Sunda.Melodi gitar yang dimainkan secara rapat berbaur dengan tiupan klarinet Eugene Bounty yang menggantikan bunyi-bunyian fiddler seperti yang lazim dimainkan dalam musik country.

Kepiawaian Tohpati memainkan nylon guitar terlihat pada dua komposisi di album ini. Pertama, pada “Untuk Diingat”,sebuah lagu dari album perdana Simak Dialog di tahun 1995 yang dimainkan dengan pola bossanova. Kedua,pada “It’s Time” yang cenderung classical dengan menonjolkan teknik arpeggio.

Pola fusi ini memang telah menggerayang kuping pendengar sejak lagu pertama album ini yaitu “Dancing Kids” yang membaurkan banyak ragam musik. Ada sekelebat raungan gitar elektrik yang bluesy. Ada pola rhythm jazz lewat betotan bas akustik Donny Sunjoyo. Unison klarinet dan saxophone yang ditiup Eugene Bounty serta dialog antara tiupan trumpet Rio Saharadja dan gitar Tohpati. Ada pula bunyi scratch turntables Juga ada rapping dari Iwa K yang terkadang menyeruak ke pola raggamuffin’ yakni senyawa antara reggae dan hip hop. Bahkan Tohpati pun menyisipkan celoteh kedua buah hatinya Kanti dan Tisti. Komposisi ini mengingatkan pada pola fusi yang pernah dilakukan kelompok US3 atau Medeski Martin & Wood. Tapi Tohpati tetap tak mau melanggar rambu-rambu yang menjadi pakem utama jelujur musik albumnya : easy listening.

Walaupun pada komposisi penutup dalam bentuk nedley bertajuk “Kata Hati – Inspiration”, Tohpati tergelitik untuk menyorongkan aroma post bop . ”Kata Hati” adalah komposisi yang diambil dari album “Lukisan”(Simak Dialog,1995) serta “Inspiration” sebuah komposisi impromptu yang dimainkan secara duet antara gitar Tohpati dan drum Sandy Winarta. Boleh jadi inilah sajian yang sangat jazz dari album ini. Dan Tohpati pun hanya berani memainkannya dalam durasi pendek 3 menit 21 detik. Itupun ditaruh pada penghujung album.

JUDUL ALBUM : IT'S TIME
ARTIST : TOHPATI
LABEL : SONY BMG INDONESIA
TAHUN : 2008
PRODUSER : TOHPATI & JAN N DJUHANA

TRACKLIST
1.Dancing Kids
2.Senandung Rindu
3.Cenderawasih
4.My Dream
5.Untuk Diingat
6.Kedamaian
7.Dewata
8.It's Time
9.Song for Aceh
10.Gembala
11.Kata Hati - Inspiration

Oleh : DENNY SAKRIE (pengamat musik indonesia)

Wednesday, April 30, 2008

FREE Coldplay Single: Violet Hill Available For Download


Lagu “Violet Hill” yang menjadi single pertama dari album terbaru COLDPLAY sudah bisa didengarkan dan di-download melalui website COLDPLAY secara gratis selama 1 minggu, mulai hari ini.

Klik www.coldplay.com untuk menjadi yang pertama mendengarkan dan memutar lagu COLDPLAY “Violet Hill”

Selain itu, COLDPLAY juga akan menggelar konser gratis di London dan New York dalam rangka mempromosikan album terbaru mereka ‘Viva La Vida or Death and All his Friends’ yang akan beredar tanggal 16 Juni 2008.

Kedua konser ini akan digelar di: LONDON BRIXTON ACADEMY (JUNE 16) dan NEW YORK MADISON SQUARE GARDEN (JUNE 23). Keterangan lengkap mengenai cara mendapatkan tiket dapat dibaca di situs resmi COLDPLAY tersebut

Album terbaru COLDPLAY mereka ‘Viva La Vida or Death and All his Friends’ berisikan 10 lagu baru yang diproduseri oleh Brian Eno and Markus Dravs:

LIFE IN TECHNICOLOR
CEMETERIES OF LONDON
LOST!
42
LOVERS IN JAPAN/REIGN OF LOVE
YES
VIVA LA VIDA
VIOLET HILL
STRAWBERRY SWING
DEATH AND ALL HIS FRIENDS

Thursday, April 17, 2008

Anugerah Planet Muzik 2008: The Nominees


Artis Lelaki Baru Terbaik (Best New Male Artiste):
Aliff Aziz
Didie
Faizal Tahir
Ekhsan
Syed Azmir

Artis Wanita Baru Terbaik (Best New Female Artiste):
Farah Asyikin
Gita Gutawa
Mila
Rini Wulandari
Ussy Sulistiawati

Duo / Kumpulan Baru Terbaik (Best New Duo / Group):
D’Cinnamons
Matta
Meet Uncle Hussein
Ran
She
The Titans

Lagu Singapura Terbaik (Best Singapore Song):
Ayu - Cradle
Berserah - Taufik Batisah
2 X 5 - AhliFiqir
Ku Sendiri - Aliff Aziz
Lagu Tidurku - Syed Azmir

Album Terbaik Singapura (Best Singapore Album):
Aliff - Aliff Aziz
Ceritera Awan - Cradle
Prosa X - Syed Azmir
Rap Utk Rakyat - AhliFiqir
Teman Istimewa - Taufik Batisah

Artis Singapura Terbaik (Best Singapore Artiste):
Syed Azmir
Aliff Aziz
Taufik Batisah
AhliFiqir
Cradle

Artis Lelaki Terbaik (Best Male Artiste):
Anuar Zain
Faizal Tahir
Glenn Fredly
Iwan Fals
Taufik Batisah

Artis Wanita Terbaik (Best Female Artiste):
Bunga Citra Lestari
Dayang Nurfaizah
Elyana
Kris Dayanti
Datin Sri Hajjah Siti Nurhaliza

Artis Duo / Kumpulan Terbaik (Best Duo / Group):
Gigi
Kerispatih
Padi
Samsons
Spider
Ungu

Lagu Terbaik (Best Song):
Dewi - Dewa19
Kekasih Gelapku - Ungu
Menanti Pasti - Datin Sri Hajjah Siti Nurhaliza
Mengenangmu - Kerispatih
Nakal - Gigi
11 Januari - Gigi

Album Terbaik (Best Album):
Aku, Muzik, Kamu - Faizal Tahir
Anuar Zain - Anuar Zain
Kenyataan Perasaan - Kerispatih
Peace, Love, Respect - Gigi
Tak Hanya Diam - Padi

Artis Lelaki Paling Popular (Most Popular Male Artiste):
Adam
Aliff Aziz
Anuar Zain
Ari Lasso
Faizal Tahir
Hady Mirza
Imran Ajmain
Irwansyah
Kaer
Mawi
Once (Dewa 19)
Taufik Batisah

Artis Wanita Paling Popular (Most Popular Female Artiste):
Acha Septriasa
Agnes Monica
Bunga Citra Lestari
Ella
Elyana
Jaclyn Victor
Kris Dayanti
Melly Goeslaw
Mila
Mulan Jameela
Rossa
Datin Sri Hajjah Siti Nurhaliza

Duo / Kumpulan Paling Popular (Most Popular Duo / Group):
Ahli Fiqir
Cradle
Dewa 19
Estranged
Jinbara
Matta
Nidji
PeterPan
Sofaz
The Lima
Ungu
Vagetoz

Lagu Paling Popular (Most Popular Song):
Atas Nama Cinta - Rossa
Berserah - Taufik Batisah
2 X 5 - AhliFiqir
Itu Kamu - Estranged
Izinku Pergi - Kaer
Kekasih Gelapku - Ungu
Ketahuan - Matta
Lelaki Ini - Anuar Zain
Menghapus Jejakmu - PeterPan
Nakal - Gigi
Perlu Kamu - Ajai & Kris Dayanti
Sembunyi - Misha & Andy (Flop Poppy)

Artis Singapura Paling Popular (Most Popular Singapore Artiste):
AhliFiqir
Aliff Aziz
Azyza
B8
Bhumiband
Cradle
Didicazli
Elfee R. Ismail
Hady Mirza
Imran Ajmain
Lady E
Maiya Rahman
Malex
Merah
Rauzan
Roslan Mohd
Sleeq
Spellbound
Syed Azmir
Taufik Batisah

Lagu Singapura Popular (Most Popular Singapore Song):
Ayu - Cradle
Berserah - Taufik Batisah
Bidadari Hatiku - B8
2 X 5 - AhliFiqir
Kasih Mengapa - Rauzan Feat. Rozie & Urban Sensation
Karakatau - Spellbound
Masanya - Sleeq
Padamkan Cerita Cinta Kita - Syed Azmir
Sampai Di Sini - Merah Feat. Herliana
Sayang-Sayang - Aliff Aziz
Seribu Kenangan - Didicazli
Seribu Tahun - Imran Ajmain

Wednesday, April 16, 2008

AMI Awards 2008, The Winners


Jakarta, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards digelar. Ajang tahunan ke-11 itu berlangsung meriah, Selasa (15/4/2008) malam di Istora Senayan, Jakarta.

Berikut daftar mereka yang meraih sukses di ajang bertema ‘Save Our Music’ tersebut.

BIDANG POP

Artis Solo Wanita Terbaik
Rossa / Ayat Ayat Cinta (Ost. Ayat Ayat Cinta)

Artis Solo Pria Terbaik
Ari Lasso / Cinta Terakhir (Selalu Ada)

Duo/Kolaborasi/Grup Terbaik
Ungu / Kekasih Gelapku (Untukmu Selamanya)

Lagu Terbaik
11 Januari / Dewa Bujana & Armand Maulana (GIGI)

Produser / Penata Musik Terbaik
11 Januari / Armand Maulana, Thomas Ramdhan & Gusti Hendy (GIGI)

Album Terbaik
Surgamu / Ungu (Krisna J. Sandrach, Ungu – Trinity Optima)

BIDANG ROCK
Melanie Subono / Gua Rock n Roll (My Self)

Duo / Kolaborasi / Grup Rock Terbaik
Andra & The Backbone / Musnah (Andra & The Backbone)

Album Rock Terbaik
Top Up / Nidji (Noey, Capung, Indrawati Widjaja – Musica Studios)

BIDANG JAZZ

Jazz Vocal Terbaik
Krakatau

Jazz Instrumentalia Terbaik
Trisum

Album Jazz Terbaik
Free Your Mind

Lagu Anak-anak Terbaik
Aku Anak Pintar - Oya, Mikha, Monique, Hilmi Indi Artis solo/duo grup anak-anak terbaik
penata musik lagu anak-anak terbaik

Album Lagu Anak-anak Terbaik
Lagu Taman Kanak-kanak Vol II - Kak Nunu

BIDANG ALTERNATIVE
Mocca / The Best Thing (Colours) (Ari ‘Aru’, Mocca – Ffwd Records)

Karya Produksi Progressive Terbaik
Ballerina - Faith

BIDANG RHYTHM & BLUES
Karya Produksi R&B Terbaik
Tompi / Salahkah (E_Motion Rnt – RPM)

BIDANG RAP
Karya Produksi Rap Terbaik
Bondan & F2B / Kroncong Protol (Jan Djuhana, Bondan Prakoso - Sony BMG Music Entertainment)

BIDANG DANCE / ELECTRONIC
Melly Featuring BBB / Let’s Dance Together (Anto Hoed – Aquiarius)

BIDANG REGGAE
Karya Produksi Reggae Terbaik
Slank / Slalu Begitu (Slank Records – Virgo Ramayana Records)

BIDANG KOLABORASI
Karya Produksi Kolaborasi Terbaik
Ari Lasso & Bunga Citra Lestari / Aku Dan Dirimu (Ari Lasso – Aquarius)

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik
Hetty Koes Endang - Asa Can Lami

BIDANG PENUNJANG PRODUKSI
Produser Rekaman Terbaik
Gita Gutawa / Erwin Gutawa - Sony BMG Music Entertainment (Gita Gutawa)

Grafis Desain Terbaik
Don’t Make Me Sad / Agustinus Supredo, mocko feedback VGA (Letto)

Peramu Rekam Terbaik
11 Januari / Stephan Santoso (GIGI)

BIDANG UMUM (BEST OF THE BEST)
Pendatang Baru Terbaik
Gita Gutawa / Gita Gutawa (Gita Gutawa)

Album Terbaik
Gita Gutawa / Gita Gutawa (Erwin Gutawa - Sony BMG Music Entertainment)

Karya Produksi Terbaik
Andai Ku Tahu / Ungu ( Krisna J. Sandrach, Ungu – Trinity Optima)

Tuesday, April 15, 2008

Coldplay Album 'Viva La Vida'


COLDPLAY'S LONG AWAITED NEW ALBUM 'VIVA LA VIDA OR DEATH AND ALL HIS FRIENDS' IS RELEASED ON JUNE 17

Coldplay release their fourth album 'Viva La Vida or Death And All His Friends' on Capitol Records on June 17.

The album comprises 10 brand new tracks, recorded in London, Barcelona and New York with producers Brian Eno and Markus Dravs.

Track listing-'Viva La Vida or Death and All His Friends'

1. Life In Technicolor
2. Cemeteries Of London
3. Lost!
4. 42
5. Lovers In Japan/Reign Of Love
6. Yes
7. Viva La Vida
8. Violet Hill
9. Strawberry Swing
10. Death And All His Friends

'Viva La Vida or Death And All His Friends' follows the hugely successful album "X&Y", which has sold 10 million copies since it's release in 2005.

Friday, February 29, 2008

In Memoriam Gito Rollies (01.11.1947 - 28.02.2008)


Hari Kamis 28 Februari 2008, di RS Pondok Indah Jakarta telah meninggal dunia dengan tenang Haji Bangun Soegito Bin Tukiman a.k.a Gito Rollies
Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT

"Hari Hari" telah kita lalui baik yang penuh kicau "Burung Kecil" maupun yang penuh "Kemarau" hingga akhirnya kita pun hanya bisa mengucapkan "Salam Terakhir".

"hari-hari datang dan pergi / hari esok bukan hari ini / yang akan datang biarlah datang / nikmatilah hari ini / hari ini tak pernah akan kembali / dan nikmati hingga kemarin takkan kau sesali lagi"


Berikut Perjalanan Musik Gito Rollies yang dituliskan sahabatnya Denny Sakrie di harian Republika (17 Sept.2007):

MENELUSURI TAPAK MUSIK GITO ROLLIES

Perjalanan musik dan hidup Gito Rollies memang penuh warna. Berawal dari pentas pertunjukan musik rock yang hedonistik hingga ke dunia religius di jelang usia ke-60 pada 1 November nanti. Lelaki berparas keras dengan nama lengkap Bangun Soegito Toekiman ini dilahirkan di Biak, Irian Barat.
Meskipun sekarang Gito lebih menekuni kehidupan Islami sebagai seorang dai, namun, Gito yang pertamakali bergabung di kelompok Bandung The Rollies di akhir dasawarsa 60-an itu, masih belum meninggalkan dunia musik. Lelaki yang pernah mengenyam pendidikan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), meski tak selesai ini, bahkan baru saja merilis album solo terbarunya bertajuk Kembali Pada-Nya di bawah label Sony BMG Indonesia.
Menariknya, di album yang beratmosfer religius ini, Gito menyanyikan ulang dua hit The Rollies yaitu Cinta yang Tulus (Kau yang Kusayangi), karya Ignatius Hadianto dan Hari Hari, karya Oetje F Tekol. Lirik kedua lagu ini memang sengaja diubah.

Lagu Cinta yang Tulus, yang dulu dinyanyikan almarhum Delly Rollies, bertutur tentang perasaan cinta seorang pria terhadap wanita pujaan, kini beralih makna menjadi cinta seorang makhluk Illahi terhadap Allah SWT. Lagu Hari Hari, yang dahulu liriknya mencerminkan sikap hedonistik materialistik berubah menjadi bagaimana seorang ummat memaknai perbuatannya sehari-hari untuk dipertanggung jawabkan kelak di akhirat.

Napas rock memang masih terasa di album terbaru Gito ini, meski tidak dalam bentuk yang ekstrim. Di sini ia berkolaborasi mulai dari Yockie Soerjoprajogo mantan personel God Bless hingga kelompok Gigi.

Asam garam
Gito memang telah banyak melahap asam garam dunia pentas pertunjukan dan rekaman. Sosoknya mulai dikenal khalayak ketika bergabung dengan The Rollies di tahun 1968. Dengan rambut bergaya afro-look, Gito memang terlihat bagaikan James Brown, superstar berkulit hitam yang kesohor dengan musik soul dan funk.

Gito pada akhirnya memilih mengikuti gaya dan teknik bernyanyi James Brown. Suaranya yang serak lalu menyanyikan lagu-lagu James Brown, seperti It's A Man's Man's Man's World, I Feel Good, dan Cold Sweat pada album perdana The Rollies yang direkam Phillips Productions Singapore.

Selain terampil bernyanyi, Gito pun memiliki aksi pentas yang memikat. Apalagi, ia ternyata menguasai permainan instrumen trompet, hingga biola. Tak pelak, namanya pun dielu-elukan penggemar fanatiknya. Sayangnya, tindak-tanduk Gito saat itu cenderung dalam konotasi buruk. Bersama rekan segrupnya, Deddy Stanzah, Gito mulai berkubang dengan minuman keras dan narkoba. Bahkan, baik Deddy Stanzah maupun Gito sempat didepak dari The Rollies, karena ketergantungan narkoba.

Saat itu, di sekitar tahun 1973, Gito Rollies sempat menjadi vokalis kelompok Cockpit di Jakarta. Tak lama berselang, karena berjanji akan berdisiplin dalam bermain musik, Gito pun kembali bergabung dengan The Rollies. Di sela-sela waktu luang, terkadang Gito ikut mendukung konser Superkid, kelompok trio yang dibentuk sahabat dekatnya, Deddy Stanzah bersama Deddy Dorres, dan Jelly Tobing. Di tahun 1976, ia malah resmi berduet dengan Deddy Stanzah dalam album berbahasa Inggris dengan tajuk Higher and Higher yang keseluruhan lagunya ditulis oleh Denny Sabri, wartawan majalah Aktuil.

Salah satu yang menarik di album ini terdapat lagu yang diciptakan khusus oleh Denny Sabri setelah terinspirasi mengamati gerakan gerakan tubuh Gito bila sedang manggung, berjudul Do The Gito Dance. Lagu ini pun dikemas dalam aransemen musik soul dan funk, seperti penyanyi yang ditiru Gito: James Brown.

Penyanyi solo
Pada paruh dasawarsa 80-an, Gito Rollies mulai menjajaki karier musik sebagai penyanyi solo dengan merilis album Tuan Musik. Di album ini Gito didukung oleh sahabat-sahabatnya dari The Rollies, seperti Oetje F Tekol dan Jimmie Manoppo.

Ternyata, karier solo Gito Rollies bisa dianggap berhasil. Dan, pihak Sokha Records tetap merilis album-album solonya, termasuk berduet dengan Farid Hardja maupun dengan Deddy Stanzah. Harpa Record dan Atlantic Record bahkan menggandeng Gito berduet dengan vokalis God Bless, Achmad Albar lewat lagu-lagu, seperti Kartika dan Donna Donna yang menjadi hit di dasawarsa 90-an.

Pada album Goyah dan Nona, penampilan Gito Rollies didukung sederet pemusik dan komposer mumpuni, seperti Ian Antono, Dodo Zakaria, Billy J Budihardjo, Jimmie Manoppo, dan banyak lagi.

Layar lebar
Selain menuai sukses cemerlang di ranah musik, Gito pun ternyata memiliki bakat dalam seni peran. Di tahun 1978, ia tampil dalam film layar lebar bertajuk Perempuan tanpa Dosa bersama aktris laris saat itu, Yenny Rachman. Karakter yang dimainkan Gito cenderung pada sosok antagonis. Misalnya di film ini, ia berperan sebagai Freddie, seorang penjahat yang berobsesi hingga memasuki dunia rekaman. Tapi dalam film Kereta Api Terakhir, Gito malah berperan sebagai prajurit Tigor.
Di dasawarsa 2000, sosok Gito masih berkibar di layar lebar. Misalnya, ia berperan sebagai penjual buku bekas yang bijaksana dalam film Ada Apa dengan Cinta yang disutradarai Rudy Sujarwo. Atau berlaku sebagai Pak Ucok, yang bekerja sebagai pemutar film di bioskop sinepleks dalam film Janji Joni yang dibesut Joko Anwar. Di film ini pula, Gito berhasil meraih Citra sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Film Indonesia 2005.
Gito Rollies tetap berkutat di dunia seni, walau dalam dimensi yang berbeda. Lelaki ini masih tetap berada di kerumunan khalayak. Jika dari era 70-an hingga 90-an Gito Rollies dikerubuti penonton dan penggemarnya, kini Gito dikelilingi oleh para jamaahnya.

DISKOGRAFI

Bersama The Rollies

1.The Rollies - The Rollies (Phillips,1968)
2.Halo Bandung - The Rollies (Philips,1969)
3.Let's Start Again - The Rollies (Remaco,1971)
4.Bad News - The Rollies (Remaco,1972)
5.Sign of Love - The Rollies (Purnama Record,1973)
6.Live in TIM - The Rollies (Hidajat & Co 1976)
7.Tiada Kusangka - The Rollies (Hidajat & Co,1976)
8.Keadilan - New Rollies (Musica Studios,1977)
9.Dansa Yok Dansa - New Rollies (Musica Studios,1977)
10.Bimbi (Vol 3) - New Rollies (Musica Studios,1978)
11.Kemarau - New Rollies (Musica Studios,1978)
12.Kerinduan - New Rollies (Musica Studios,1979)
13.Pertanda - New Rollies (Musica Studios,1979)
14.Rollies '83 (Mabuk Cinta) - Rollies (Sokha,1983)
15.Rollies (Astuti) - Rollies (Sokha,1984)
16.Rollies'86 (Problema) - Rollies (Sokha,1986)
17.Iya Kan? - Rollies (Sokha,1990)
18.New Rollies '97 - New Rollies (Musica Studio,1997)

ALBUM SOLO

1.Tuan Musik (Sokha Records 1986)
2.Permata Hitam/Sesuap Nasi (Sokha Records 1987)
3.Aku Tetap Aku (Sokha Records 1987)
4.Air Api (Sokha Records 1987)
5.Tragedi Buah Apel (Sokha Records 1987)
6.Goyah (Sokha Records 1987)
7.Nona/Esmiran (Sokha Records 1989)
8.Hari Dansa (Bursa Musik 1990)
9.Kembali Pada-Nya (Sony BMG Indonesia 2007)

ALBUM DUET

1.Higher and Higher - Bersama Deddy Stanzah (SM Recording 1976)
2.Koq (Lepas Sensor) - Bersama Deddy Stanzah (Sokha/DS Records 1988)
3.Sop Dihidangkan - Bersama Farid Hardja (Sokha Records 1988)
4.Donna Donna - Bersama Achmad Albar (Bursa Musik,1990)
5.Kartika - Bersama Achmad Albar (Harpa/AR 1990)

ALBUM TRIO

Jangan Cemberut - AGE (Achmad Albar,Gito Rollies,Eet Syahrani) (AR 1991)

ALBUM SOUNDTRACK

Valentine (Blackboard 1990)

BINTANG TAMU/KOMPILASI

1.Festival Lagu Populer Indonesia 1980 (Pramaqua 1980)
2.Festival Lagu Populer Indonesia 1986 (Billboard 1986)
3.Heavy Slow Rock (Atlantic Records/Sokha 1988)
4.Bintang Rock Indonesia (Atlantic Record 1989)
5.Kharisma Indonesia 2 (Atlantic Record 1989)
6.Tembang Peduli (Ceepee Records 1998)
7.Pop Muslim (Blackboard 2000)
8.Kita untuk Mereka (Sony BMG Indonesia 2005)
9.Istighfar - Opick (Forte 2005)

FILMOGRAFI

1.Buah Bibir (PT Sarinande Films 1973),Cameo
2.Perempuan tanpa Dosa (PT Isae Film 1978) Aktor
3.Di Ujung Malam (PT Garuda Film 1979) Aktor
4.Sepasang Merpati (PT Gramedia Film 1979) Aktor
5.Permainan Bulan Desember (PT Matari Film 1980) Aktor
6.Kereta Api Terakhir (PPFN 1981) Aktor
7.Halimun (Remaja Ellynda Film 1982) Aktor
8.Puteri Duyung (PT Budianta Film 1985) Aktor
9.Ada Apa dengan Cinta (Miles Production 2001) Aktor
10.Gerbang 13 (Revol Film 2004) Aktor
11.Janji Joni (Kalyana Shira Films,2005) Aktor