Tuesday, April 15, 2008

Coldplay Album 'Viva La Vida'


COLDPLAY'S LONG AWAITED NEW ALBUM 'VIVA LA VIDA OR DEATH AND ALL HIS FRIENDS' IS RELEASED ON JUNE 17

Coldplay release their fourth album 'Viva La Vida or Death And All His Friends' on Capitol Records on June 17.

The album comprises 10 brand new tracks, recorded in London, Barcelona and New York with producers Brian Eno and Markus Dravs.

Track listing-'Viva La Vida or Death and All His Friends'

1. Life In Technicolor
2. Cemeteries Of London
3. Lost!
4. 42
5. Lovers In Japan/Reign Of Love
6. Yes
7. Viva La Vida
8. Violet Hill
9. Strawberry Swing
10. Death And All His Friends

'Viva La Vida or Death And All His Friends' follows the hugely successful album "X&Y", which has sold 10 million copies since it's release in 2005.

Friday, February 29, 2008

In Memoriam Gito Rollies (01.11.1947 - 28.02.2008)


Hari Kamis 28 Februari 2008, di RS Pondok Indah Jakarta telah meninggal dunia dengan tenang Haji Bangun Soegito Bin Tukiman a.k.a Gito Rollies
Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT

"Hari Hari" telah kita lalui baik yang penuh kicau "Burung Kecil" maupun yang penuh "Kemarau" hingga akhirnya kita pun hanya bisa mengucapkan "Salam Terakhir".

"hari-hari datang dan pergi / hari esok bukan hari ini / yang akan datang biarlah datang / nikmatilah hari ini / hari ini tak pernah akan kembali / dan nikmati hingga kemarin takkan kau sesali lagi"


Berikut Perjalanan Musik Gito Rollies yang dituliskan sahabatnya Denny Sakrie di harian Republika (17 Sept.2007):

MENELUSURI TAPAK MUSIK GITO ROLLIES

Perjalanan musik dan hidup Gito Rollies memang penuh warna. Berawal dari pentas pertunjukan musik rock yang hedonistik hingga ke dunia religius di jelang usia ke-60 pada 1 November nanti. Lelaki berparas keras dengan nama lengkap Bangun Soegito Toekiman ini dilahirkan di Biak, Irian Barat.
Meskipun sekarang Gito lebih menekuni kehidupan Islami sebagai seorang dai, namun, Gito yang pertamakali bergabung di kelompok Bandung The Rollies di akhir dasawarsa 60-an itu, masih belum meninggalkan dunia musik. Lelaki yang pernah mengenyam pendidikan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), meski tak selesai ini, bahkan baru saja merilis album solo terbarunya bertajuk Kembali Pada-Nya di bawah label Sony BMG Indonesia.
Menariknya, di album yang beratmosfer religius ini, Gito menyanyikan ulang dua hit The Rollies yaitu Cinta yang Tulus (Kau yang Kusayangi), karya Ignatius Hadianto dan Hari Hari, karya Oetje F Tekol. Lirik kedua lagu ini memang sengaja diubah.

Lagu Cinta yang Tulus, yang dulu dinyanyikan almarhum Delly Rollies, bertutur tentang perasaan cinta seorang pria terhadap wanita pujaan, kini beralih makna menjadi cinta seorang makhluk Illahi terhadap Allah SWT. Lagu Hari Hari, yang dahulu liriknya mencerminkan sikap hedonistik materialistik berubah menjadi bagaimana seorang ummat memaknai perbuatannya sehari-hari untuk dipertanggung jawabkan kelak di akhirat.

Napas rock memang masih terasa di album terbaru Gito ini, meski tidak dalam bentuk yang ekstrim. Di sini ia berkolaborasi mulai dari Yockie Soerjoprajogo mantan personel God Bless hingga kelompok Gigi.

Asam garam
Gito memang telah banyak melahap asam garam dunia pentas pertunjukan dan rekaman. Sosoknya mulai dikenal khalayak ketika bergabung dengan The Rollies di tahun 1968. Dengan rambut bergaya afro-look, Gito memang terlihat bagaikan James Brown, superstar berkulit hitam yang kesohor dengan musik soul dan funk.

Gito pada akhirnya memilih mengikuti gaya dan teknik bernyanyi James Brown. Suaranya yang serak lalu menyanyikan lagu-lagu James Brown, seperti It's A Man's Man's Man's World, I Feel Good, dan Cold Sweat pada album perdana The Rollies yang direkam Phillips Productions Singapore.

Selain terampil bernyanyi, Gito pun memiliki aksi pentas yang memikat. Apalagi, ia ternyata menguasai permainan instrumen trompet, hingga biola. Tak pelak, namanya pun dielu-elukan penggemar fanatiknya. Sayangnya, tindak-tanduk Gito saat itu cenderung dalam konotasi buruk. Bersama rekan segrupnya, Deddy Stanzah, Gito mulai berkubang dengan minuman keras dan narkoba. Bahkan, baik Deddy Stanzah maupun Gito sempat didepak dari The Rollies, karena ketergantungan narkoba.

Saat itu, di sekitar tahun 1973, Gito Rollies sempat menjadi vokalis kelompok Cockpit di Jakarta. Tak lama berselang, karena berjanji akan berdisiplin dalam bermain musik, Gito pun kembali bergabung dengan The Rollies. Di sela-sela waktu luang, terkadang Gito ikut mendukung konser Superkid, kelompok trio yang dibentuk sahabat dekatnya, Deddy Stanzah bersama Deddy Dorres, dan Jelly Tobing. Di tahun 1976, ia malah resmi berduet dengan Deddy Stanzah dalam album berbahasa Inggris dengan tajuk Higher and Higher yang keseluruhan lagunya ditulis oleh Denny Sabri, wartawan majalah Aktuil.

Salah satu yang menarik di album ini terdapat lagu yang diciptakan khusus oleh Denny Sabri setelah terinspirasi mengamati gerakan gerakan tubuh Gito bila sedang manggung, berjudul Do The Gito Dance. Lagu ini pun dikemas dalam aransemen musik soul dan funk, seperti penyanyi yang ditiru Gito: James Brown.

Penyanyi solo
Pada paruh dasawarsa 80-an, Gito Rollies mulai menjajaki karier musik sebagai penyanyi solo dengan merilis album Tuan Musik. Di album ini Gito didukung oleh sahabat-sahabatnya dari The Rollies, seperti Oetje F Tekol dan Jimmie Manoppo.

Ternyata, karier solo Gito Rollies bisa dianggap berhasil. Dan, pihak Sokha Records tetap merilis album-album solonya, termasuk berduet dengan Farid Hardja maupun dengan Deddy Stanzah. Harpa Record dan Atlantic Record bahkan menggandeng Gito berduet dengan vokalis God Bless, Achmad Albar lewat lagu-lagu, seperti Kartika dan Donna Donna yang menjadi hit di dasawarsa 90-an.

Pada album Goyah dan Nona, penampilan Gito Rollies didukung sederet pemusik dan komposer mumpuni, seperti Ian Antono, Dodo Zakaria, Billy J Budihardjo, Jimmie Manoppo, dan banyak lagi.

Layar lebar
Selain menuai sukses cemerlang di ranah musik, Gito pun ternyata memiliki bakat dalam seni peran. Di tahun 1978, ia tampil dalam film layar lebar bertajuk Perempuan tanpa Dosa bersama aktris laris saat itu, Yenny Rachman. Karakter yang dimainkan Gito cenderung pada sosok antagonis. Misalnya di film ini, ia berperan sebagai Freddie, seorang penjahat yang berobsesi hingga memasuki dunia rekaman. Tapi dalam film Kereta Api Terakhir, Gito malah berperan sebagai prajurit Tigor.
Di dasawarsa 2000, sosok Gito masih berkibar di layar lebar. Misalnya, ia berperan sebagai penjual buku bekas yang bijaksana dalam film Ada Apa dengan Cinta yang disutradarai Rudy Sujarwo. Atau berlaku sebagai Pak Ucok, yang bekerja sebagai pemutar film di bioskop sinepleks dalam film Janji Joni yang dibesut Joko Anwar. Di film ini pula, Gito berhasil meraih Citra sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Film Indonesia 2005.
Gito Rollies tetap berkutat di dunia seni, walau dalam dimensi yang berbeda. Lelaki ini masih tetap berada di kerumunan khalayak. Jika dari era 70-an hingga 90-an Gito Rollies dikerubuti penonton dan penggemarnya, kini Gito dikelilingi oleh para jamaahnya.

DISKOGRAFI

Bersama The Rollies

1.The Rollies - The Rollies (Phillips,1968)
2.Halo Bandung - The Rollies (Philips,1969)
3.Let's Start Again - The Rollies (Remaco,1971)
4.Bad News - The Rollies (Remaco,1972)
5.Sign of Love - The Rollies (Purnama Record,1973)
6.Live in TIM - The Rollies (Hidajat & Co 1976)
7.Tiada Kusangka - The Rollies (Hidajat & Co,1976)
8.Keadilan - New Rollies (Musica Studios,1977)
9.Dansa Yok Dansa - New Rollies (Musica Studios,1977)
10.Bimbi (Vol 3) - New Rollies (Musica Studios,1978)
11.Kemarau - New Rollies (Musica Studios,1978)
12.Kerinduan - New Rollies (Musica Studios,1979)
13.Pertanda - New Rollies (Musica Studios,1979)
14.Rollies '83 (Mabuk Cinta) - Rollies (Sokha,1983)
15.Rollies (Astuti) - Rollies (Sokha,1984)
16.Rollies'86 (Problema) - Rollies (Sokha,1986)
17.Iya Kan? - Rollies (Sokha,1990)
18.New Rollies '97 - New Rollies (Musica Studio,1997)

ALBUM SOLO

1.Tuan Musik (Sokha Records 1986)
2.Permata Hitam/Sesuap Nasi (Sokha Records 1987)
3.Aku Tetap Aku (Sokha Records 1987)
4.Air Api (Sokha Records 1987)
5.Tragedi Buah Apel (Sokha Records 1987)
6.Goyah (Sokha Records 1987)
7.Nona/Esmiran (Sokha Records 1989)
8.Hari Dansa (Bursa Musik 1990)
9.Kembali Pada-Nya (Sony BMG Indonesia 2007)

ALBUM DUET

1.Higher and Higher - Bersama Deddy Stanzah (SM Recording 1976)
2.Koq (Lepas Sensor) - Bersama Deddy Stanzah (Sokha/DS Records 1988)
3.Sop Dihidangkan - Bersama Farid Hardja (Sokha Records 1988)
4.Donna Donna - Bersama Achmad Albar (Bursa Musik,1990)
5.Kartika - Bersama Achmad Albar (Harpa/AR 1990)

ALBUM TRIO

Jangan Cemberut - AGE (Achmad Albar,Gito Rollies,Eet Syahrani) (AR 1991)

ALBUM SOUNDTRACK

Valentine (Blackboard 1990)

BINTANG TAMU/KOMPILASI

1.Festival Lagu Populer Indonesia 1980 (Pramaqua 1980)
2.Festival Lagu Populer Indonesia 1986 (Billboard 1986)
3.Heavy Slow Rock (Atlantic Records/Sokha 1988)
4.Bintang Rock Indonesia (Atlantic Record 1989)
5.Kharisma Indonesia 2 (Atlantic Record 1989)
6.Tembang Peduli (Ceepee Records 1998)
7.Pop Muslim (Blackboard 2000)
8.Kita untuk Mereka (Sony BMG Indonesia 2005)
9.Istighfar - Opick (Forte 2005)

FILMOGRAFI

1.Buah Bibir (PT Sarinande Films 1973),Cameo
2.Perempuan tanpa Dosa (PT Isae Film 1978) Aktor
3.Di Ujung Malam (PT Garuda Film 1979) Aktor
4.Sepasang Merpati (PT Gramedia Film 1979) Aktor
5.Permainan Bulan Desember (PT Matari Film 1980) Aktor
6.Kereta Api Terakhir (PPFN 1981) Aktor
7.Halimun (Remaja Ellynda Film 1982) Aktor
8.Puteri Duyung (PT Budianta Film 1985) Aktor
9.Ada Apa dengan Cinta (Miles Production 2001) Aktor
10.Gerbang 13 (Revol Film 2004) Aktor
11.Janji Joni (Kalyana Shira Films,2005) Aktor

Wednesday, January 30, 2008

Radio Hits 30.01.08


1. Nidji - Biarlah (Top Up)
2. The Rock - Kamu-Kamulah Surgaku (Master Mister Ahmad Dhani 1)
3. Ari Lasso feat. Bunga Citra Lestari - Aku dan Dirimu (The Best of Ari Lasso)
4. Slank feat. Nirina Zubir - Kuil Cinta (OST Get Married)
5. Padi - Sang Penghibur (Tak Hanya Diam)
6. Melly Goeslow feat. Andhika Pratama - Butterfly (OST Butterfly)
7. Once - Ku Cinta Kau Apa Adanya (Single)
8. Peterpan - Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi (Hari yang Cerah...)
9. Ungu - Cinta dalam Hati (Untukmu Selamanya)
10. Yovie & Nuno - Menjaga Hati (The Special One)
11. Letto - Permintaan Hati (Don't Make Me Sad)
12. Andra & The Backbone - Lagi... dan Lagi (Andra & The Backbone)
13. Ten 2 Five - Hanya Untuk Mu (3)
14. Matta Band - Jatuh Cinta Lagi (Playboy)
15. D'Cinnamons - Selamanya Cinta (OST Cintapuccino)
16. Kerispatih - Untuk Pertama Kali (Kenyataan Perasaan)
17. Samsons - Hey Gadis (Penantian Hidup)
18. T2 - Lelaki Cadangan (OK!)
19. Musisi Jalanan feat. Gigi - Ikan Laut (Kompilasi Made In Indonesia)
20. Rini Idol - Aku Bukan Boneka (Aku Tetap Milikmu)

more chords, lyrics & mp3 at: http://lyric-song.blogspot.com
listen my podcast at: www.last/fm/user/tamtomo

Friday, December 28, 2007

20 Album Terbaik Indonesia 2007


Seminggu lagi tahun 2007 akan berganti dengan tahun 2008. Selama setahun industri musik Indonesia tetap tegak dan menggelegak,walau didera pembajakan yang kian menggila. Berikut ini ada 20 album yang sepanjang tahun 2007 saya anggap (sekali lagi....saya anggap) terbaik. Siapa tahu ada kesamaan antara anda dan saya.Jikalau pun tak sama.....ya gak papa...Let me know.....apa album terbaik versi anda. Dan inilah ..........

1.Iwan Fals "50:50" (Musica Studios)
Sesuai judul albumnya.Separuh isi album ini merefleksikan Iwan diusia matang meramu lagu-lagu bertema asmara yang ditulis komposer lain.Separuh lainnya Iwan masih menggunakan baju lamanya: protest song.

2.Gugun & The Blues Bug "Turn It On" (Sinjitos)
Kecerdasan seorang gitaris yang memempelaikan lagak musik dua pahlawan gitarnya: Jimi Hendrix dan Stevie Ray Vaughan.Sebuah tatanan blues rock yang menggetarkan penyimaknya.

3.Gigi "Peace Love N ' Respect" (Sony BMG)
Tak pelak lagi kelompok ini telah memasuki fase kematangan dalam bermusik serta memahami gimmick marketing.Harmoni dan arransemen "tepat guna" adalah kekuatan utama album ini.

4.Naif "Televisi" (Electrified/EMI)
Seperti biasa Naif memang kuat memilih tema.Mereka adalaj orang serius yang menyajikan musik "tak serius".Sebuah kritik dihujamkan dalam lagu "Televisi" atau simaklah saat David berfalsetto meniru Bee Gees era disko dalam "Ajojing"

5.Float "3 Hari Untuk Selamanya" (Miles Music)
Kelompok ini cerdik menggunakan nuansa dalam kepingan musik yang mereka tatah. Float seolah band yang telah memasuki era maturity.

6.Keenan Nasution "Dengarkan...Apa Yang Telah Kau Buat" (Brams)
Sebuah retropeksi dari Keenan Nasution yang telah bertahun tahun menghilang dari industri musik.Meremake beberapa highlightnya di era 70-an hingga 80-an termasuk "Indonesia Maharddhika" dan "Geger Gelgel" dari Guruh Gipsy yang fenomanenal itu.

7.Efek Rumah Kaca "Efek Rumah Kaca" (Sinjitos)
Band ini membuktikan bahwa menyempal dari arus besar bukan berarti bunuh diri. Mereka kuat mengendus tema yang menggelegak di sekelilingnya.Tak heran jika kelompok ini dengan fasih mengangkat tema tentang Munir atau kegeraman pada band band instant tanpa harus menghujat.

8.Nidji "Top Up" (Musica Studios)
Album kedua biasanya menjadi parameter bagi sebuah band. Apakah mereka akan bisa meneruskan eksistensinya dalam industri. Nidji terlihat mampu mengatasi sindroma tersebut. Agak lebih berat dari album pertama tapi tanpa harus melenceng jauh dari jatidiri sesungguhnya.

9.Sherina "Primadona" (Trinity Optima)
Sherina adalah talenta.Sherina tak hanya mampu menyanyi, melainkan juga menulis komposisi dan arransemennya.Dia pun bermain keyboard dengan ligat. Walau tema musik belum terlalu fokus. Tapi ia telah berbuat yang berarti dalam musik pada usia 16 tahun.

10.Slank "Slow But Sure" (Slank/Virgo Ramayana)
Slank memang gak ada matinya. Memiliki komunitas yang loyal bukanlah sebuah prestise jika tak dilinierkan dengan intelektualitas bermusik. Slank paham buat siapa mereka bernyanyi dan kepada siapa lagu-lagu mereka ditujukan. Dengan berbalut musik akustik, Slank tetap tak kehilangan spirit rock yang rebel.

11.Various Artis "Mesin Waktu" (Aksara Record)
Album Tribute tak harus diperuntukkan buat grup legend saja. Naif dengan 4 albumnya rasanya pantas dan sah sah aja untuk ditributekan bahkan oleh rekan rekan pemusik seangkatannya.Ada yang dibuat dalam gaya jazz, rock and roll, indie rock, folk dan banyak lagi.

12.Indra Pra Gilang "Kayon" (Inline/Demajors)
Menyusupkan musik etnik tak mesti menggunakan instrumen etnik secara gamblang.Ini dilakukan oleh trio Indra Lesmana,Gilang Ramadhan dan Pra Budi Dharma.Mereka banyak meraup perangai musik khas Bali, Aceh, Papua, Banyuwangi dan banyak lagi yang disandingkan dengan ruh be-bop hingga post bop.

13.Adrian Adioetomo "Delta Indonesia" (My Seeds)
Berbekal gitar dobro,slide di jari tangan kiri dan hentakan kaki sebagai penanda tempo,Adrian Adioetomo mencoba menghidupkan zombie Delta Blues dalam jiwa Indonesia.Adrian seolah kerasukan arwah Robert Johnson, tokoh Delta Blues idolanya.

14.Keroncong Tenggara "Keroncong Tenggara" (Taman Musik)
Ubiet bersama dua sahabatnya Dian HP dan Riza Arshad menggali pesona keroncong yang pernah berjaya di beberapa dasawarsa silam.Perangai keroncong diperkuat dengan jejalan perangai musik lainnya : jazz, klasik, melayu dan pop.Lalu mencuatlah keroncong yang bernuansa multi rasa.

15.Padi "Tak Hanya Diam" (Sony BMG)
Dua tahun menghilang,tak membuat Padi kehilangan greget. Bahkan rasanya Padi muncul disaat yang tepat.Disaat musik pop Indonesia dijejali menjamurnya band-band "Indomie".Tampaknya mereka ingin melakukan revenge di album ini.

16.Andra & Back Bone (EMI)
Andra Ramadhan dan Stevie Item adalah dua gitar yang memiliki nafas rock yang kuat.Mereka mungkin mahfum bahwa di negeri ini belum memungkin kan bikin album berbasic instrumental seperti yang dilakukan Joe Satriani, Steve Vai atau Jeff Beck. Lalu dipoleslah sesuatu yang bisa membelai kuping pendengar dengan menyusupkan vokalis Dedy Lisan.Dan jadilah Andra & Back bone yang memiliki sederet lagu dengan pop touch yang kuat dan disajikan dalam nuansa pseudo-rock.

17.White Shoes & Couples Company "Skenario Masa Muda" (Aksara)
Tetap konsisten dengan tema retro.Grup jebolan IKJ ini bahkan mencuplik sejumlah dialog dalam film-film Indonesia jadoel seperti "Ambisi" atau "Tiga Dara" yang disemat diantara jeda lagu.Sebuah upaya "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) yang tak sekedar gimmick pemikat semata.

18.Jubing Kristianto "Becak Fantasy" (IMC )
Hanya dengan memetik gitar Jubing Kristianto seolah menghadirkan totalitas orkestra yang megah.Gitaris ini paham merekatkan arransemen musik pada lagu-lagu yang dipilihnya untuk dimainkan.

19.Glenn Fredly "Happy Sunday" (Sony BMG)
Glenn sangat sadar bahwa titik kulminasi akan muncul jika senatiasa melakukan pengulangan atas sukses yang pernah diraih sebelumnya.Dalam tiap lagu yang disematkannya pada album ini Glen banyak memberikan sentuhan yang memperkuat karakter lagu.Simaklah lagu "Kugadaikan Cintaku" Gombloh yang dinyanyikan Glenn dengan semangat 'ghetto"

20.Gita Gutawa "Gita Gutawa" (Sony BMG)
Dengan bermodal suara sopran,Gita Gutawa (13 tahun) muncul ditengah ragam penyanyi pop wanita yang cenderung ber R&B. Simaklah kekuatan vokal Gita Gutawa pada "Vocalizing" yang ditulis oleh sang ayah Erwin Gutawa. Komposis tanpa lirik yang bernuansa showtunes atau musicals ini seperti ingin memperlihatkan range vokal Gita Gutawa.

Oleh: DENNY SAKRIE, pengamat dan kritikus musik

Friday, December 07, 2007

2008 Grammy Award Nominees


Record Of The Year:
Irreplaceable, Beyoncé
The Pretender, Foo Fighters
Umbrella, Rihanna Featuring Jay-Z
What Goes Around…Comes Around, Justin Timberlake
Rehab, Amy Winehouse

Album Of The Year:
Echoes, Silence, Patience & Grace, Foo Fighters
These Days, Vince Gill
River: The Joni Letters, Herbie Hancock
Graduation, Kanye West
Back To Black, Amy Winehouse

Song Of The Year:
Before He Cheats
Hey There Delilah
Like A Star
Rehab
Umbrella

Best New Artist:
Feist
Ledisi
Paramore
Taylor Swift
Amy Winehouse

Best Female Pop Vocal Performance:
Candyman, Christina Aguilera
1234, Feist
Big Girls Don’t Cry, Fergie
Say It Right, Nelly Furtado
Rehab, Amy Winehouse

Best Male Pop Vocal Performance:
Everything, Michael Bublé
Belief, John Mayer
Dance Tonight, Paul McCartney
Amazing, Seal
What Goes Around...Comes Around, Justin Timberlake

Best Pop Performance By A Duo Or Group With Vocals:
(You Want To) Make A Memory, Bon Jovi
Home, Daughtry
Makes Me Wonder, Maroon 5
Hey There Delilah, Plain White T’s
Window In The Skies, U2

Best Pop Collaboration With Vocals:
Steppin’ Out, Tony Bennett & Christina Aguilera
Beautiful Liar, Beyoncé & Shakira
Gone Gone Gone (Done Moved On), Robert Plant & Alison Krauss
The Sweet Escape, Gwen Stefani & Akon
Give It To Me, Timbaland Featuring Nelly Furtado & Justin Timberlake

Best Pop Instrumental Performance:
Off The Grid, Beastie Boys
Paris Sunrise #7, Ben Harper & The Innocent Criminals
Over The Rainbow, Dave Koz
One Week Last Summer, Joni Mitchell
Simple Pleasures, Spyro Gyra

Best Pop Instrumental Album:
The Mix-Up, Beastie Boys
Italia, Chris Botti
At The Movies, Dave Koz
Good To Go-Go, Spyro Gyra
Roundtrip, Kirk Whalum

Best Pop Vocal Album:
Lost Highway, Bon Jovi
The Reminder, Feist
It Won’t Be Soon Before Long, Maroon 5
Memory Almost Full, Paul McCartney
Back To Black, Amy Winehouse

Best Rock Performance By A Duo Or Group With Vocals:
It’s Not Over, Daughtry
Working Class Hero, Green Day
If Everyone Cared, Nickelback
Instant Karma, U2
Icky Thump, The White Stripes

Best Rock Album:
Daughtry, Daughtry
Revival, John Fogerty
Echoes, Silence, Patience & Grace, Foo Fighters
Magic, Bruce Springsteen
Sky Blue Sky, Wilco

Best Female R&B Vocal Performance:
Just Fine, Mary J. Blige
When I See You, Fantasia
No One, Alicia Keys
If I Have My Way, Chrisette Michele
Hate On Me, Jill Scott

Best Male R&B Vocal Performance:
Woman, Raheem DeVaughn
B.U.D.D.Y., Musiq Soulchild
Because Of You, Ne-Yo
Future Baby Mama, Prince
Please Don’t Go, Tank

Best R&B Performance By A Duo Or Group With Vocals:
Same Girl, R. Kelly Featuring Usher
Disrespectful, Chaka Khan Featuring Mary J. Blige
Hate That I Love You, Rihanna Featuring Ne-Yo
Baby, Angie Stone Featuring Betty Wright
Bartender, T-Pain Featuring Akon

Best R&B Album:
Funk This, Chaka Khan
Lost & Found, Ledisi
Luvanmusiq, Musiq Soulchild
The Real Thing, Jill Scott
Sex, Love & Pain, Tank

Best Contemporary R&B Album:
Konvicted, Akon
Just Like You, Keyshia Cole
Fantasia, Fantasia
East Side Story, Emily King
Because Of You, Ne-Yo

Best Rap Solo Performance:
The People, Common
I Get Money, 50 Cent
Show Me What You Got, Jay-Z
Big Things Poppin’ (Do It), T.I.
Stronger, Kanye West

Best Rap Performance By A Duo Or Group:
Southside, Common Featuring Kanye West
Make It Rain, Fat Joe Featuring Lil Wayne
Party Like A Rockstar, Shop Boyz
Int’l Players Anthem (I Choose You), UGK Featuring OutKast
Better Than I’ve Ever Been, Kanye West, Nas & KRS-One

Best Rap/Sung Collaboration:
I Wanna Love You, Akon Featuring Snoop Dogg
Kiss, Kiss, Chris Brown & T-Pain
Let It Go, Keyshia Cole Featuring Missy Elliott & Lil’ Kim
Umbrella, Rihanna Featuring Jay-Z
Good Life, Kanye West Featuring T-Pain

Best Rap Song:
Ayo Technology
Big Things Poppin’ (Do It)
Can’t Tell Me Nothing
Crank That (Soulja Boy)
Good Life

Best Rap Album:
Finding Forever, Common
Kingdom Come, Jay-Z
Hip Hop Is Dead, Nas
T.I. vs T.I.P., T.I.
Graduation, Kanye West

Best Female Country Vocal Performance:
Simple Love, Alison Krauss
Famous In A Small Town, Miranda Lambert
Nothin’ Better To Do, LeAnn Rimes
Before He Cheats, Carrie Underwood
Heaven, Heartache And The Power Of Love, Trisha Yearwood

Best Male Country Vocal Performance:
Long Trip Alone, Dierks Bentley
A Woman’s Love, Alan Jackson
If You’re Reading This, Tim McGraw
Give It Away, George Strait
Stupid Boy, Keith Urban

Best Country Performance By A Duo Or Group With Vocals:
Proud Of The House We Built, Brooks & Dunn
How Long, Eagles
Moments, Emerson Drive
Lucky Man, Montgomery Gentry
Sweet Memories, The Time Jumpers

Best Country Song:
Before He Cheats
Give It Away
I Need You
If You’re Reading This
Long Trip Alone

Best Country Album:
Long Trip Alone, Dierks Bentley
These Days, Vince Gill
Let It Go, Tim McGraw
5th Gear, Brad Paisley
It Just Comes Natural, George Strait

Tuesday, November 27, 2007

Bondan Prakoso & Fade2Black: Unity (2007)

Di tengah arus deras lagu pop yang begitu mendayu-dayu dan membuai hati, dimana semua band berlomba-lomba untuk membuat lagu yang tidak ngejlimet!, BONDAN PRAKOSO & FADE 2 BLACK malah melawan arus dengan mengeluarkan single yang nyeleneh dan sruntulan, single ini mereka beri judul "KRONCONG PROTOL" ,

Bondan Prakoso a/k/a Mr B dengan dukungan pasukan grup hip hop Fade 2 Black (baca: Fed Tu Blek), kembali berkolaborasi melalui garapan album teranyar bertitel UNITY. Dibandingkan album pertama mereka RESPECT, kolaborasi Bondan dengan Fade 2 Black yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari ini semakin intens, dimana pembagian kerjanya jelas. Bondan bertindak multi peran sebagai vokal, musisi, dan produser, sedangkan Fade 2 Black sepenuhnya nge-rap. Meski demikian di beberapa lagu, kedua belah pihak saling kerja bareng dalam urusan lirik.

Dalam urusan tema, kali ini Bondan dan Fade 2 Black tak melulu membicarakan urusan keseharian, tapi bergerak ke wilayah yang lebih serius, tak tangung-tanggung yaitu urusan persatuan diantara perbedaan. Bondan Prakoso & Fade 2 Black sudah merasa sumpek dengan kondisi sosial saat ini, mereka berusaha mengajak lingkungan untuk peduli dengan persatuan, dengan menafikan perbedaan prinsip, sosial, budaya, atau apapun termasuk musik. Nggak heran judul albumnya pun UNITY, karena memang itulah tema sentral album ini secara keseluruhan.

Dari segi musikalitas, Bondan semakin memantapkan dirinya untuk eksis sebagai Produser musik yang mempunyai kelasnya tersendiri mengingat hampir semua instrument musik dia mainkan di album ini. Bondan yang bersama Fade 2 Black mendapat predikat BEST RAP INDONESIA MUSIC AWARD 2006 ini dengan piawai meracik musik rap dengan aneka campuran hip hop, rock, funk, techno, jazz, hingga keroncong. Tunggu dulu.. keroncong ? Tidak salah lagi ia memang membuat formula keroncong dengan cita rasa anak muda sekarang, jadilah Keroncong Protol alias musik keroncong yang protol / patah / tidak lengkap. Tanpa ragu elemen cuku lele yang dimainkan oleh keluarga Bondan yang asli pemain keroncong, dikawinkan dengan suling sunda dan rapalan rap yang isinya agak sarkastis. Dan tanpa diduga-duga dengan luwesnya Bondan pun mengisi suara sinden.

Man, ternyata Keroncong Protol itu banyak disukai meski pada awalnya orang terkaget-kaget. Saat manggung sambutan penonton juga bagus atas lagu ini. So terbukti dong musik tradisional bisa nge-blend dengan asyiknya dengan musik modern, � jelas cowok yang pernah ber-jam session dengan Akira Jimbo (drummer legendaris Cassiopea) ini bersemangat.

Total 13 lagu di album ini merupakan karya Bondan yang jujur, lugas, Cross Over dan multi genre. Ada kalanya diteriakkan rock anthem dasyat bertajuk Unity, dimana formula rock dan funk disatukan, ditingkahi geberan betotan bass Funk khas Bondan.

Untuk fansnya, didedikasikan sebuah lagu bertajuk Rezpector sebuah lagu yang berisikan gempuran rock funk yang bergemuruh ala mars (rezpector adalah sebutan untuk penggemar Bondan Prakoso & Fade 2 Black yang artinya orang-orang yang saling menghargai) ,. Sementara itu dalam Rock On The Beat, repetan human beatbox (suara beat, scratch yang keluar hanya dari mulut) yang dihasilkan oleh Tito dan secara kompak di sambut oleh para personil Fade 2 Black lainnya terasa dinamis saat jamming dengan betotan bass. Terinspirasi oleh James Brown, Bondan mencetuskan nomor bertajuk Wrong Way, yang khas dengan dentuman beat khas rock funk, dimana di bagian reffrainnya sarat dengan kocokan dynamic rock. Sesekali bebunyian sampling meningkahi musiknya.

Nuansa reggae ternyata tak alpa menggayuti satu nomor di album ini. Dalam lagu Xpresikan, elemen reggae terasa kental pada awal lagu, selanjutnya ditengah lagu dimunculkan beat jungle seperti drum & bass. Liriknya adalah ajakan untuk bertindak sesuai kata hati tentunya untuk hal yang positif

Lelah dengan beat yang menghentak, saatnya bersantai dengan nomor-nomor ballad. Seperti Kau Puisi, komposisi bak big band, dengan hadirnya instrumen oboe, hingga triangle. Liriknya jelas sangat puitis.

R.I.P (Rhyme In Peace), lagu yang khusus didedikasikan buat beatmaker Fade 2 Black yang telah berpulang ke pangkuanNya merupakan salah satu lagu yang sangat mendeskripsikan bagaimana arti sebuah persahabatan dan kekeluargaan. Masih dalam satu ambience, hadir U'll be Sorry, sebuah dance techno, yang mengantarkan telinga dalam alam futuristik dan mistis.

Bondan yang terinspirasi oleh Rocco (bassist Tower Of Power) dan Les-Claypool (bassist Primus Band) menjadikan instrumen bass sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitasnya dan dia memberikan personal touch dalam komposisi funk jazz bertajuk Microphone XXX dimana solo bassnya menggelora, dan erotis seperti syairnya.

Akhir kata, mendengarkan album Unity ini bak mendapat pencerahan dan secercah semangat yang dihasilkan oleh darah-darah muda yang berkarya tanpa berpretensi, apalagi menggurui.

Track List:
1. Unity
2. Xpresikan
3. Kau Puisi
4. Kroncong Protol
5. Waktu
6. U'll Be Sorry
7. Rezpector
8. R.I.P (Rhyme In Peace)
9. Gusti Dewata Mulia Raya
10. Wrong Way
11. Microphone XXX
12. Rock On The Beat
13. Last But Not Least