Tuesday, April 03, 2007

Free Your Mind (Maliq & D'Essentials)

Siapa sih yang namanya MALIQ? Pertanyaan "kocak" ini ternyata masih muncul juga. Padahal sudah berkali-kali dijelaskan, Maliq bukan nama orang. Maliq n d’essentials dibentuk pada 15 Mei 2002 terdiri dari 8 orang personil yang mengusung jenis musik yang disebut soulful Nama maliq adalah kepanjangan dari 'musik and live instrument quality'

Ah, sudahlah. Guyonan yang tidak musikal, kata beberpa teman. Tapi band yang menyebut dirinya Maliq & D'essentials ini meski belum bisa dibilang fenomenal, tapi tetaplah perlu mendapat catatan. Pertama, band yang kin berawak Widi [drum], Angga [vokal], Indah [vokal], Jawa [bass], Satrio [gitar], Ifa [kibord], Amar [terompet], termasuk 'raja pensi' di Jakarta. Entah mengapa, sekolah-sekolah SMA di Jakarta "wajib" menyertakan band ini dalam list penampilnya.

Kedua, band ini sering "salah kaprah" dimasukkan dalam ajang-ajang jazz berkelas, seperti Jak Jazz atau Java Jazz. Herannya, mereka tetap menyedot perhatian dan jumlah penonto yang tidak sedikit. Padahal, ekspose medianya termasuk sering. Apa orang tidak bosan? Ternyata belum. Soal salah kaprah tadi, Maliq sebenarnya tetap menyandarkan dirinya pada musik pop meski dengan banyak racikan lain.

Album pertamanya menyorongkan hits anthem yakni 'Terdiam' yang nyaris jadi lagu wajib anak-anak SMA. Kini, setelah sempat melempar album repackage dengan titel '1st maliq n d’essentials special edition' dengan sinle hits 'The One' awal tahun 2006.

Kini, Maliq kembali merilis album baru yang diberi titel 'Free Your Mind' di Cilantro, Jakarta Senin [27/2/2007]. Masih dengan konsep musikal yang nge-groove, Maliq mengaku mengalami peningkatan wawasan dan skill musikalitasnya. "Awalnya kami memang terbeban untuk membuat album yang sama dengan album pertama, tapi lama-lama kita berpikir bebas saja membut lagu yang penting kita menikmati,' jelas Angga kepada wartawan. Kebebasan itulah yang mereka tuangkan dalam judul album kali ini.

Yang tidak berubah dari band yang dulunya sempat mencicipi dunia kafe ke kafe ini adalah, fashion. "Untuk kostum kita sesuaikan dengan lagu-lagu yang kita bawakan," jelas Angga lagi.

Yang tidak berubah juga, Eq Puradiredja --mantan Humania-- masih menjadi produser dari album Maliq. "Saya tidak membuat Humania seri 2 kok. Kebetulan saja mereka cocok dengan konsep musikalitas yang saya tawarkan," jelas Eq yang dua saudaranya [Angga dan Widi] masuk menjadi line-up Maliq. Sempat berpikir melepaskan diri dai album kedua, Eq ternyata kembali. "Supaya benang merahnya tidak terputus total saja,' kilahnya.

Eq mengakui, dirinya termasuk cerewet kepada band ini. "Untuk urusan lagu saya memang cerewet, karena karakter yang saya mau lagunya harus kuat secara musikalitas ataupun komersil," imbuhnya. Sementara Angga sendiri mengakui, Humania adalah band yang menjadi insiprator dari Malq & D'Essentials. "Kalau kebetulan di album ini lagu Angga dan Widi yang banyak masuk, itu karena kita sudha punya stok lagu bahkan sebelum band ini ada," repet Angga menanggapi pertanyaan soal ketergantungan lagu kepada mereka berdua. "Tapi personil lain banyak membantu di aransemen juga kok," kilahnya.

Sayangnya, band ini lantaran terlalu padat jadual manggungnya, memilih melempar repackage untuk mengisi kekosongan jadual edar albumnya. Terlepas dari kemauan label, album-album penulis lebih suka menyebut album-album repackage sebagai 'album pemalas' saja.

sumber: tembang.com

Saturday, March 24, 2007

Playful (Tompi, 2007)

Satu nama yang mengiang-ngiang di benak saya seusai menyimak album baru Tompi : Stevie Wonder !.
Bukan berarti Tompi menjiplak atau nyontek Stevie Wonder. Tetapi saya yakin Tompi banyak menelaah karakter musikal Stevie Wonder mulai dari olah vokal hingga tata arransemen musik.

Di album bertajuk "Playful" (di sampul depan Tompi terlihat membekap piringan hitam diva blues Billie Holiday), Tompi memang berupaya tampil dengan soulful.
Upaya ini memang tak sia-sia. Karena Tompi terlihat intens melakukan eksplorasi vokal. Salah satunya ketika Tompi melakukan a capella seperti pada lagu "Balonku", karya Pak Daljono, ayah A.Riyanto atau pada lagu "Aku Tak Mau".

Tompi menekuk sedemikian rupa timbre vokalnya hingga menjadi sebuah instrumen musik alami. Pengucapan lirikpun terkadang berfungsi bagai instrumen musik juga,lihat bagaimana ia melafalkan huruf u hingga terdengar seperti ouw (misalnya pada lagu "Lulu dan Siti"). Tompi pun melakukan banyak detil pada back up harmoni vokal.

Musikalitas Tompi terasa memiliki sinergi yang chemistry pada tata musik yang digarap oleh Yudhis Dwikorana, pemusik yang di awal era 90-an dikenal dengan kelompok Guest Band.
Ekspresi merupakan modal Tompi menyanyikan sekitar 13 lagu di album ini mulai dari yang bertema major maupun minor. Ballad seperti "Salahkah" mengingatkan saya pada ballad soul milik Stevie Wonder semisal "Too Shy To Say" atau "You and I" di era 1970-an.

Lalu simak pula "Even If" yang diiringi kelompok Groovolofy dengan nuansa soul funk, kembali mengingatkan kita pada pakem soul funk-nya Stevie Wonder.
Makanya tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Tompi banyak mendaur pengaruh dari Stevie Wonder.

Kecuali lagu "Balonku",semua lagu di album keduanya ditulis sendiri oleh Tompi.
Menariknya lagi,dalam penulisan lirik lagu, Tompi ingin terlihat cair dengan menggunakan idiom sehari-hari yang terkadang cenderung nakal.

Tompi mungkin tak mau berjarak dengan penikmat musiknya.

Oleh : Denny Sakrie

TRACKLIST
1.BALONKU
2.LULU DAN SITI
3.SALAHKAH
4.JANGAN ENGKAU GANGGU CINTAKU
5.CAN YOU FEEL MY MUSIC
6.VALENTINE's DAY
7.AKU TAK MAU
8.KEKAGUMANKU
9.I'AM FALLING IN LOVE
10.ENGKAULAH SATU-SATUNYA
11.EVEN IF
12.SOFT SHOE
13.T-SCAT


Listen "SALAHKAH"
Listen "AKU TAK MAU"

Thursday, March 01, 2007

Kerajaan Cinta (Dewa 19)

DEWA is Back [again]! Setelah merilis album yang cukup kontroversial Laskar Cinta dan Republik Cinta, Dhani, Andra, Tyo, Yuke, dan Once, kembali merilis album repackage yang diberi titel 'KERAJAAN CINTA'.

Entah terdengar sombong atau percaya diri, tapi yang jelas Dhani mengklaim, "Permainan bermusik rock kami dalam album ini adalah yang paling tinggi," kata Dhani.

Di album ini, Dewa juga menyodorkan 'fakta' baru, vokalisnya sekarang dua orang, Once dan Dhani. Sebelumnya Dhani juga kerap menyanyi, tapi lebih sebagai penyeimbang saja, tapi kini bersama Once, Dhani juga adalah vokalis.

Di album repackage ini, DEWA 19 menyorongkan dua lagu baru yang berjudul Mati Aku Mati dan Dewi. Sementara lagu lainnya adalah lagu yang diambil dari album Republik Cinta.

Album lagu ini mengusung semangat baru dalam bermusik. "Dengan me-mix retro musik dan rock masa kini sebagaimana yang dilakukan Linkin Park, kami memformulasikan album ini," terang Dhani Ahmad. Album ini sangat computerized.

Selain ekperimen dengan sampling, Dewa juga menyuguhkan musik yang lebih keras. Kemudian ritme yang dibawa juga cenderung ke speed rock. Di lagu ini, permainan tapping bas Yuke sangat kentara.

Yang jelas, album Dewa terbaru ini adalah Dewa"baru" yang lebih progresif. Soal diterima atau tidak, rasanya pasar juga yang menentukan. Apakah ini untuk mendongkrak album sebelumnya yang penjualannya 'biasa-biasa' saja? Entahlah, yang jelas, DEWA 19 masih berkarya.. (taken from: tembang.com)

Track list
1. Laskar Cinta “ Chapter One “
2. Laskar Cinta ‘ Chapter Two “
3. Emotional Love Song
4. Separuh Nafas
5. Larut
6. Sedang Ingin Bercinta
7. Mati Aku Mati ( New Song )
8. Dewi ( New Song )
9. Lelaki Pencemburu
10. Angin
11. Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu
12. Roman Picisan
13. Kangen
14. Selimut Hati

Listen Song & Lyric of "DEWI"


Tuesday, February 27, 2007

Gita Gutawa (Self Tittled, 2007)

Ketika sang putri kecil mulai mengerti artinya cinta….

Menyanyikan lagu-lagu dengan tehnik menyanyi high pitch bukanlah perkara mudah. Karena tidak sembarang orang dapat melakukannya. si cantik Aluna Sagita Gutawa, gadis yang kerap disapa Gita Gutawa ini memiliki karakter suara sopran sehingga ia dapat menyanyikan sejumlah lagu-lagu pop klasik yang high pitch. Putri komposer dan arangger kenamaan Erwin Gutawa ini nampaknya ingin mengikuti jejak sang ayah. Terjun di dunia musik.

Sebelumnya, Gita Gutawa dikenal sebagai penyanyi anak-anak yang pernah berduet dengan Donny ‘ Ada Band’ lewat lagu Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah). Lagu ini kemudian menjadi hits terjual lebih dari 850 ribu kopi dan membawa Gita & Donny sebagai nominasi Duet Terbaik kategori Pop AMI award 2005.

Debut album bertajuk namanya sendiri alias self titled album. Gita menamai genre albumnya ini sebagai album Pop Klasik. Erwin yang terjun langsung sebagai PRODUSER album buah hatinya ini. Gita sendiri take vocal di Jakarta, sedangkan mixing dan masteringnya dilakukan di Sydney , Australia. Production album ini dibuat serius dengan kualitas yang bagus.

“Liriknya tidak anak-anak, cenderung remaja malah. Aku sesuaikan saja tema lagunya untuk anak-anak yang sebaya denganku.” tutur siswi yang tengah bersekolah di SMP AL Izhar Pondok Labu ini. Untuk album ini, Gita bekerja sama dengan sejumlah musisi. Erwin Gutawa, Andi Rianto, dan Pink-pitt berperan sebagai aranger. Sedangkan untuk pencipta lagunya Gita bekerja sama dengan pencipta lagu ternama seperti Glenn Fredly, Melly Goeslaw, Harry Budiman, Dewiq, Krishna & Donnie ‘ada band’ hingga Eross Chandra.

Saat ini Gita juga tengah melakukan syuting untuk film serial TV drama musikal yang terdiri dari 5 episode, berjudul Ajari Aku Cinta dimana akan disiarkan di SCTV. Ceritanya sendiri diangkat dari lagu-lagu dalam album ini dan Gita berperan sebagai dirinya sendiri. Lagu pertama dibuka dengan lagu Kembang Perawan yang dijagokan sebagai hits dan tampil dengan nuansa teatrikal. Seperti dalam liriknya: Aku mulai jatuh cinta // Papa biarlah aku // menikmati semua // anugerah hidupku, nampak Gita mulai menikmati asyiknya jatuh cinta namun masih malu-malu dan meminta ijin kepada ortu. Lagu yang ditulis oleh Melly Goeslaw ini sudah diputar di radio-radio beberapa bulan sebelum perilisan album ini.

Ada juga lagu Bukan Permainan merupakan ungkapan perasaan remaja seumuran Gita yang sedang bangkit dari kesedihannya. Dalam video klipnya, Gita tengah bersepeda sambil bernyanyi menyusuri kota London yang modern. Kedua video klip ini disutradarai oleh Taba Sanchabachtiar.

Simak juga lagu indah Gita Gutawa lainnya seperti Apa Kata Bintang yang melantun manis disertai dentingan gitar. Liriknya yang lugu menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sedang melamun, dan ia mulai deg-degan merasakan cinta pertamanya. Sebuah pengalaman yang sangat lumrah dirasakan oleh semua orang.

Tak hanya lagu-lagu slow, ada pula lagu berirama riang seperti Do Be Do. Lagu ini mewakili figur anak remaja yang mandiri dan mulai mandiridan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Yang unik, lagu ini mengambil disadur dari sebuah lagu asing dengan sound-sound musik Afrika yang kemudian liriknya diadaptasi oleh Eross Chandra.

Sahabat Kecilku merupakan ungkapan perasaan Gita saat berpisah dengan sahabat masa kecilnya. Hal yang juga pernah dirasakan oleh siapapun ketika pindah dari bangku TK menuju SD, ataupun dari bangku SD menuju SMP, karena mereka akan menemukan dunia yang baru. Dan perlahan mulai meninggalkan dunia anak-anaknya.

Gita mencoba membuat lirik lagu dalam sebuah lagu di albumnya. yaitu lagu Surga di Bawah Telapak Kakimu, Lagu yang ditulis Gita berdua dengan Donny ‘ Ada Band’ sekaligus meneruskan kerja sama yang pernah dilakukan keduanya sebelumnya. Setelah sebelumnya bersama Donnie ’ Ada band’ mengetengahkan mengenai ayah kini pepatah “Surga Berada Di Telapak Kaki Ibu” menginspirasi Gita dan Donny untuk menulis lirik lagu ini.

Tak hanya lagu berbahasa Indonesia , dalam album ini Gita juga memperlihatkan kebolehannya menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Lagu To Be One disajikan apik dengan diiringi dentingan gitar akustik, ensemble orkestra dan juga choir yang membuat lagu ini menjadi berkesan megah dan elegan.

Gita yang menjadi anggota kelompok perdamaian dunia CISV (kelompok perdamaian dunia dibawah UNICEF) mempersembahkan sebuah lagu yang mengangkat tema tentang perdamaian dunia untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia yang walaupun berbeda-beda agar dapat hidup bersatu dalam damai.

Dengarkan juga Vocalizing dimana Gita menonjolkan range kelebaran suaranya dari rendah ke tinggi dengan skill vokalnya yang luar biasa untuk seorang anak umur 13 tahun! Vocalizing sebenarnya adalah lagu yang biasa dinyanyikan Gita sebagai pemanasan sebelum bernyanyi. Karena dirasa unik dan indah, maka Vocalizing dimasukan ke dalam album ini.

“Gapailah cita-citamu setinggi langit!” pesan itulah yang ingin disampaikan dalam lagu Your love, satu lagi lagu berbahasa inggris dimana Gita berduet dengan Delon yang dalam lagu ini berperan sebagai kakaknya. Lirknya bercerita bahwa kita bisa kuat dan berhasil meraih impian karena didukung oleh cinta kasih orang-orang disekitar kita. Lewat lagu ini, karakter suara keduanya yang pernah menjadi anggota paduan suara dimana Gita yang bersuara sopran dan Delon yang bersuara tenor diiringi oleh instrumentasi orkestra.. terdengar sangatlah indah…

Gita juga sama seperti remaja lainnya. Suka sekali curhat. Itu yang terlihat dalam lagu Alunan Sebuah Lagu. Lagu ini merupakan lagu spesial karena dibuat papa dan mamanya (Erwin dan Lulu) khusus untuk Gita. Didalamnya mengandung pesan berarti, yaitu “Jika kamu bersedih, bermain musiklah. Karena musik juga bisa dijadikan tempat curhat., Musik dapat merubah suasana hatimu..”. Judul lagunya sendiri diambil dari nama Gita (Aluna sagita yang artinya alunan sebuah lagu).

Track List:
1. Kembang Perawan
2. Bila
3. Bukan Permainan
4. Surga di Bawah Telapak Kakimu
5. Your Love / Fly High – Gita Gutawa feat Delon
6. Do Be Do (Siap Melangkah)
7. Apa Kata Bintang
8. Alunan Sebuah Lagu
9. Sahabat Kecilku
10. Dengar
11. Vocalizing
12. To Be One


Listening "Kembang Perawan"


:: sonybmg ::


Wednesday, February 21, 2007

Reflection Of Harvey Malaiholo

Ingin mengetahui kiprah Harvey Malaihollo selama dua dasawarsa (1987-2007), maka album ini rasanya lumayan mewakili Harvey dalam jatidiri yang established. Di era 80-an Harvey Malaihollo tercatat memiliki segudang prestasi dalam ajang kompetisi semisal World Pop Song Festival di Budokan Hall, Tokyo. Harvey memang masuk jajaran stylish singer yang elegan dan perfek.

Dia sangat menguasai teknik vokal. Dan ini modal utama Harvey menjangkau jatidiri vokalnya. Sekedar catatan bahwa Harvey telah menjejak prestasi sejak tahun 1976
saat menjuarai ajang Bintang Radio dan TV Remaja Se Indonesia.

Dan album ini tampaknya berusaha menjejalkan kapasitas Harvey sebagai penyanyi kelas Festival dan penyanyi yang juga menjejakkan kakinya di industri musik pop. Album ini seolah ingin mencuatkan keseimbangan sosok Harvey.
Dari 12 track yang disemat di album ini 5 diantaranya adalah diproduksi tahun 2007. Selebihnya diangkat dari album-album yang pernah dirilis sebelumnya.
5 track yang "baru" memang tak semuanya lagu baru melainkan sebuah "remake" seperti lagu "Aku Sadari" karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun yang sebelumnya dipopulerkan Jayanthi Mandasari. Menariknya lagu ini dinyanyikan secara duet oleh Harvey dan Dian Pramana Poetra.
Satu-satunya lagu baru di album ini adalah "Merindukanmu" karya dari Ika Ratih Poespa, adik Dian Pramana Poetra. Lagu bercorak "ballad" ini oleh Tohpati yang menggarap arransemennya dikemas dalam nuansa akustik. Terdengar perpaduan gesekan cello yang menggeram pada introduksi yang bertaut dengan gitar akustik. Bahkan ada sedikit "surprising" pada jelang interlude,karena perangai musik tiba-tiba berbelok ke cengkok "Celtic" yang eksotik.

Tohpati pun memelintir lagu "Kusadari" (karya Elfa Secioria dari ajang Festival lagu Pop Indonesia) dengan karakter "Grand" ala Festival dengan tata arransemen R&B yang poppish dan catchy. Lagu hits Harvey Malaihollo lainnya di era 80-an "Dara" yang dulu ditata oleh Ireng Maulana berubah dengan gaya bossa yang lebih progressive di tangan Dian Pramana Poetra.

Album ini pun menghadirkan penampilan Harvey bersama Bhaskara lewat lagu "Putri" yang ditulis Mbak Tutut hingga duet bersama Vina Panduwinta "Begitulah Cinta" karya Oddie Agam dari Festival Lagu Pop Indonesia 1988.

Sayangnya album Greatest Hits ini tidak memuat "Lady" karya Anton Issudibyo yang menghantar Harvey memperoleh salah satu Award di Budokan Hall,Tokyo.

TRACKLIST
1.MERINDUKANMU
2.AKU SADARI
3.KATAKAN SAJA
4.PENGERTIAN
5.BEGITULAH CINTA
6.SEANDAINYA SELALU SATU
7.DARA
8.KUSADARI (MASIH ADA)
9.PUTRI
10.WANITA
11.MENITI PELANGI
12.JERA

review by: DENNY SAKRIE

Tuesday, February 20, 2007

Norah Jones (Not Too Late)

Terus terang ada yang kurang jika menyimak album ketiga dari puteri Ravi Shankar ini. Salah satunya mungkin adalah bahwa Norah Jones tidak lagi didampingi produser bertangan dingin Arif Mardin yang telah berpulang ke rahmatullah tahun silam. Ada nuansa yang agak meredup. Ini mungkin subyektivitas saya belaka.

Tetapi menariknya, Norah Jones menyembulkan semangat yang luar biasa dalam menulis lagu. Hampir semua lagu yang termaktub di album ini merupakan karya Jones bersama dengan Lee Alexander, pemusik, produser dan merangkap kekasihnya.

Kabarnya album ini pun digarap di kediaman mereka berdua. Lirik-lirik yang ditulis Norah Jones pun cenderung personal. Jones bahkan mulai merambah ke gerbang politik.
Simak saja "Wish I Could",sebuah narasi cinta berlatar peperangan :

"She says "Love in the time of war is not fair
He was my man but they didn't care
Sent him far way from here
No goodbye,no goodbye
"

Bisa jadi kita teringat tentang lagu-lagu (country) era 70-an yang menunjukkan kegeraman kaum wanita terpisah dengan pasangannya yang dikirim ke medan pertempuran Vietnam.
Di lagu ini jelas peperangan yang dimaksud adalah perang Irak !.
Bahkan Norah Jones mulai menulis lirik politik . Simak lagu "My Dear Country" :

"Cause we believed in our candidate
But even more It's the one we hate
I needed someone I could shake
On election day
"

Hmmmm.......apakah Norah Jones tengah merindukan sosok seperti Joan Baez ?
Yang jelas atmosfer musiknya toh tetap beragam ada yang bernuansa jazz,ada yang soul-flavour,sedikit rock dan sedikit country.
Repertoar Norah Jones ini rasanya masih tepatlah untuk menemani anda menyeruput kopi di gerai Starbuck di mall-mall yang bertebaran di metropolis ini .

TRACKLIST:
1.WISH I COULD
2.SINKIN' SOON
3.THE SUN DOESN'T LIKE YOU
4.UNTIL THE END
5.NOT MY FRIEND
6.THINKING ABOUT YOU
7.BROKEN
8.MY DEAR COUNTRY
9.WAKE ME UP
10.BE MY SOMEBODY
11.LITTLE ROOM
12.ROSIE'S LULLABYE

:: review by denny sakri ::