Friday, December 28, 2007

20 Album Terbaik Indonesia 2007


Seminggu lagi tahun 2007 akan berganti dengan tahun 2008. Selama setahun industri musik Indonesia tetap tegak dan menggelegak,walau didera pembajakan yang kian menggila. Berikut ini ada 20 album yang sepanjang tahun 2007 saya anggap (sekali lagi....saya anggap) terbaik. Siapa tahu ada kesamaan antara anda dan saya.Jikalau pun tak sama.....ya gak papa...Let me know.....apa album terbaik versi anda. Dan inilah ..........

1.Iwan Fals "50:50" (Musica Studios)
Sesuai judul albumnya.Separuh isi album ini merefleksikan Iwan diusia matang meramu lagu-lagu bertema asmara yang ditulis komposer lain.Separuh lainnya Iwan masih menggunakan baju lamanya: protest song.

2.Gugun & The Blues Bug "Turn It On" (Sinjitos)
Kecerdasan seorang gitaris yang memempelaikan lagak musik dua pahlawan gitarnya: Jimi Hendrix dan Stevie Ray Vaughan.Sebuah tatanan blues rock yang menggetarkan penyimaknya.

3.Gigi "Peace Love N ' Respect" (Sony BMG)
Tak pelak lagi kelompok ini telah memasuki fase kematangan dalam bermusik serta memahami gimmick marketing.Harmoni dan arransemen "tepat guna" adalah kekuatan utama album ini.

4.Naif "Televisi" (Electrified/EMI)
Seperti biasa Naif memang kuat memilih tema.Mereka adalaj orang serius yang menyajikan musik "tak serius".Sebuah kritik dihujamkan dalam lagu "Televisi" atau simaklah saat David berfalsetto meniru Bee Gees era disko dalam "Ajojing"

5.Float "3 Hari Untuk Selamanya" (Miles Music)
Kelompok ini cerdik menggunakan nuansa dalam kepingan musik yang mereka tatah. Float seolah band yang telah memasuki era maturity.

6.Keenan Nasution "Dengarkan...Apa Yang Telah Kau Buat" (Brams)
Sebuah retropeksi dari Keenan Nasution yang telah bertahun tahun menghilang dari industri musik.Meremake beberapa highlightnya di era 70-an hingga 80-an termasuk "Indonesia Maharddhika" dan "Geger Gelgel" dari Guruh Gipsy yang fenomanenal itu.

7.Efek Rumah Kaca "Efek Rumah Kaca" (Sinjitos)
Band ini membuktikan bahwa menyempal dari arus besar bukan berarti bunuh diri. Mereka kuat mengendus tema yang menggelegak di sekelilingnya.Tak heran jika kelompok ini dengan fasih mengangkat tema tentang Munir atau kegeraman pada band band instant tanpa harus menghujat.

8.Nidji "Top Up" (Musica Studios)
Album kedua biasanya menjadi parameter bagi sebuah band. Apakah mereka akan bisa meneruskan eksistensinya dalam industri. Nidji terlihat mampu mengatasi sindroma tersebut. Agak lebih berat dari album pertama tapi tanpa harus melenceng jauh dari jatidiri sesungguhnya.

9.Sherina "Primadona" (Trinity Optima)
Sherina adalah talenta.Sherina tak hanya mampu menyanyi, melainkan juga menulis komposisi dan arransemennya.Dia pun bermain keyboard dengan ligat. Walau tema musik belum terlalu fokus. Tapi ia telah berbuat yang berarti dalam musik pada usia 16 tahun.

10.Slank "Slow But Sure" (Slank/Virgo Ramayana)
Slank memang gak ada matinya. Memiliki komunitas yang loyal bukanlah sebuah prestise jika tak dilinierkan dengan intelektualitas bermusik. Slank paham buat siapa mereka bernyanyi dan kepada siapa lagu-lagu mereka ditujukan. Dengan berbalut musik akustik, Slank tetap tak kehilangan spirit rock yang rebel.

11.Various Artis "Mesin Waktu" (Aksara Record)
Album Tribute tak harus diperuntukkan buat grup legend saja. Naif dengan 4 albumnya rasanya pantas dan sah sah aja untuk ditributekan bahkan oleh rekan rekan pemusik seangkatannya.Ada yang dibuat dalam gaya jazz, rock and roll, indie rock, folk dan banyak lagi.

12.Indra Pra Gilang "Kayon" (Inline/Demajors)
Menyusupkan musik etnik tak mesti menggunakan instrumen etnik secara gamblang.Ini dilakukan oleh trio Indra Lesmana,Gilang Ramadhan dan Pra Budi Dharma.Mereka banyak meraup perangai musik khas Bali, Aceh, Papua, Banyuwangi dan banyak lagi yang disandingkan dengan ruh be-bop hingga post bop.

13.Adrian Adioetomo "Delta Indonesia" (My Seeds)
Berbekal gitar dobro,slide di jari tangan kiri dan hentakan kaki sebagai penanda tempo,Adrian Adioetomo mencoba menghidupkan zombie Delta Blues dalam jiwa Indonesia.Adrian seolah kerasukan arwah Robert Johnson, tokoh Delta Blues idolanya.

14.Keroncong Tenggara "Keroncong Tenggara" (Taman Musik)
Ubiet bersama dua sahabatnya Dian HP dan Riza Arshad menggali pesona keroncong yang pernah berjaya di beberapa dasawarsa silam.Perangai keroncong diperkuat dengan jejalan perangai musik lainnya : jazz, klasik, melayu dan pop.Lalu mencuatlah keroncong yang bernuansa multi rasa.

15.Padi "Tak Hanya Diam" (Sony BMG)
Dua tahun menghilang,tak membuat Padi kehilangan greget. Bahkan rasanya Padi muncul disaat yang tepat.Disaat musik pop Indonesia dijejali menjamurnya band-band "Indomie".Tampaknya mereka ingin melakukan revenge di album ini.

16.Andra & Back Bone (EMI)
Andra Ramadhan dan Stevie Item adalah dua gitar yang memiliki nafas rock yang kuat.Mereka mungkin mahfum bahwa di negeri ini belum memungkin kan bikin album berbasic instrumental seperti yang dilakukan Joe Satriani, Steve Vai atau Jeff Beck. Lalu dipoleslah sesuatu yang bisa membelai kuping pendengar dengan menyusupkan vokalis Dedy Lisan.Dan jadilah Andra & Back bone yang memiliki sederet lagu dengan pop touch yang kuat dan disajikan dalam nuansa pseudo-rock.

17.White Shoes & Couples Company "Skenario Masa Muda" (Aksara)
Tetap konsisten dengan tema retro.Grup jebolan IKJ ini bahkan mencuplik sejumlah dialog dalam film-film Indonesia jadoel seperti "Ambisi" atau "Tiga Dara" yang disemat diantara jeda lagu.Sebuah upaya "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) yang tak sekedar gimmick pemikat semata.

18.Jubing Kristianto "Becak Fantasy" (IMC )
Hanya dengan memetik gitar Jubing Kristianto seolah menghadirkan totalitas orkestra yang megah.Gitaris ini paham merekatkan arransemen musik pada lagu-lagu yang dipilihnya untuk dimainkan.

19.Glenn Fredly "Happy Sunday" (Sony BMG)
Glenn sangat sadar bahwa titik kulminasi akan muncul jika senatiasa melakukan pengulangan atas sukses yang pernah diraih sebelumnya.Dalam tiap lagu yang disematkannya pada album ini Glen banyak memberikan sentuhan yang memperkuat karakter lagu.Simaklah lagu "Kugadaikan Cintaku" Gombloh yang dinyanyikan Glenn dengan semangat 'ghetto"

20.Gita Gutawa "Gita Gutawa" (Sony BMG)
Dengan bermodal suara sopran,Gita Gutawa (13 tahun) muncul ditengah ragam penyanyi pop wanita yang cenderung ber R&B. Simaklah kekuatan vokal Gita Gutawa pada "Vocalizing" yang ditulis oleh sang ayah Erwin Gutawa. Komposis tanpa lirik yang bernuansa showtunes atau musicals ini seperti ingin memperlihatkan range vokal Gita Gutawa.

Oleh: DENNY SAKRIE, pengamat dan kritikus musik

Friday, December 07, 2007

2008 Grammy Award Nominees


Record Of The Year:
Irreplaceable, Beyoncé
The Pretender, Foo Fighters
Umbrella, Rihanna Featuring Jay-Z
What Goes Around…Comes Around, Justin Timberlake
Rehab, Amy Winehouse

Album Of The Year:
Echoes, Silence, Patience & Grace, Foo Fighters
These Days, Vince Gill
River: The Joni Letters, Herbie Hancock
Graduation, Kanye West
Back To Black, Amy Winehouse

Song Of The Year:
Before He Cheats
Hey There Delilah
Like A Star
Rehab
Umbrella

Best New Artist:
Feist
Ledisi
Paramore
Taylor Swift
Amy Winehouse

Best Female Pop Vocal Performance:
Candyman, Christina Aguilera
1234, Feist
Big Girls Don’t Cry, Fergie
Say It Right, Nelly Furtado
Rehab, Amy Winehouse

Best Male Pop Vocal Performance:
Everything, Michael Bublé
Belief, John Mayer
Dance Tonight, Paul McCartney
Amazing, Seal
What Goes Around...Comes Around, Justin Timberlake

Best Pop Performance By A Duo Or Group With Vocals:
(You Want To) Make A Memory, Bon Jovi
Home, Daughtry
Makes Me Wonder, Maroon 5
Hey There Delilah, Plain White T’s
Window In The Skies, U2

Best Pop Collaboration With Vocals:
Steppin’ Out, Tony Bennett & Christina Aguilera
Beautiful Liar, Beyoncé & Shakira
Gone Gone Gone (Done Moved On), Robert Plant & Alison Krauss
The Sweet Escape, Gwen Stefani & Akon
Give It To Me, Timbaland Featuring Nelly Furtado & Justin Timberlake

Best Pop Instrumental Performance:
Off The Grid, Beastie Boys
Paris Sunrise #7, Ben Harper & The Innocent Criminals
Over The Rainbow, Dave Koz
One Week Last Summer, Joni Mitchell
Simple Pleasures, Spyro Gyra

Best Pop Instrumental Album:
The Mix-Up, Beastie Boys
Italia, Chris Botti
At The Movies, Dave Koz
Good To Go-Go, Spyro Gyra
Roundtrip, Kirk Whalum

Best Pop Vocal Album:
Lost Highway, Bon Jovi
The Reminder, Feist
It Won’t Be Soon Before Long, Maroon 5
Memory Almost Full, Paul McCartney
Back To Black, Amy Winehouse

Best Rock Performance By A Duo Or Group With Vocals:
It’s Not Over, Daughtry
Working Class Hero, Green Day
If Everyone Cared, Nickelback
Instant Karma, U2
Icky Thump, The White Stripes

Best Rock Album:
Daughtry, Daughtry
Revival, John Fogerty
Echoes, Silence, Patience & Grace, Foo Fighters
Magic, Bruce Springsteen
Sky Blue Sky, Wilco

Best Female R&B Vocal Performance:
Just Fine, Mary J. Blige
When I See You, Fantasia
No One, Alicia Keys
If I Have My Way, Chrisette Michele
Hate On Me, Jill Scott

Best Male R&B Vocal Performance:
Woman, Raheem DeVaughn
B.U.D.D.Y., Musiq Soulchild
Because Of You, Ne-Yo
Future Baby Mama, Prince
Please Don’t Go, Tank

Best R&B Performance By A Duo Or Group With Vocals:
Same Girl, R. Kelly Featuring Usher
Disrespectful, Chaka Khan Featuring Mary J. Blige
Hate That I Love You, Rihanna Featuring Ne-Yo
Baby, Angie Stone Featuring Betty Wright
Bartender, T-Pain Featuring Akon

Best R&B Album:
Funk This, Chaka Khan
Lost & Found, Ledisi
Luvanmusiq, Musiq Soulchild
The Real Thing, Jill Scott
Sex, Love & Pain, Tank

Best Contemporary R&B Album:
Konvicted, Akon
Just Like You, Keyshia Cole
Fantasia, Fantasia
East Side Story, Emily King
Because Of You, Ne-Yo

Best Rap Solo Performance:
The People, Common
I Get Money, 50 Cent
Show Me What You Got, Jay-Z
Big Things Poppin’ (Do It), T.I.
Stronger, Kanye West

Best Rap Performance By A Duo Or Group:
Southside, Common Featuring Kanye West
Make It Rain, Fat Joe Featuring Lil Wayne
Party Like A Rockstar, Shop Boyz
Int’l Players Anthem (I Choose You), UGK Featuring OutKast
Better Than I’ve Ever Been, Kanye West, Nas & KRS-One

Best Rap/Sung Collaboration:
I Wanna Love You, Akon Featuring Snoop Dogg
Kiss, Kiss, Chris Brown & T-Pain
Let It Go, Keyshia Cole Featuring Missy Elliott & Lil’ Kim
Umbrella, Rihanna Featuring Jay-Z
Good Life, Kanye West Featuring T-Pain

Best Rap Song:
Ayo Technology
Big Things Poppin’ (Do It)
Can’t Tell Me Nothing
Crank That (Soulja Boy)
Good Life

Best Rap Album:
Finding Forever, Common
Kingdom Come, Jay-Z
Hip Hop Is Dead, Nas
T.I. vs T.I.P., T.I.
Graduation, Kanye West

Best Female Country Vocal Performance:
Simple Love, Alison Krauss
Famous In A Small Town, Miranda Lambert
Nothin’ Better To Do, LeAnn Rimes
Before He Cheats, Carrie Underwood
Heaven, Heartache And The Power Of Love, Trisha Yearwood

Best Male Country Vocal Performance:
Long Trip Alone, Dierks Bentley
A Woman’s Love, Alan Jackson
If You’re Reading This, Tim McGraw
Give It Away, George Strait
Stupid Boy, Keith Urban

Best Country Performance By A Duo Or Group With Vocals:
Proud Of The House We Built, Brooks & Dunn
How Long, Eagles
Moments, Emerson Drive
Lucky Man, Montgomery Gentry
Sweet Memories, The Time Jumpers

Best Country Song:
Before He Cheats
Give It Away
I Need You
If You’re Reading This
Long Trip Alone

Best Country Album:
Long Trip Alone, Dierks Bentley
These Days, Vince Gill
Let It Go, Tim McGraw
5th Gear, Brad Paisley
It Just Comes Natural, George Strait

Tuesday, November 27, 2007

Bondan Prakoso & Fade2Black: Unity (2007)

Di tengah arus deras lagu pop yang begitu mendayu-dayu dan membuai hati, dimana semua band berlomba-lomba untuk membuat lagu yang tidak ngejlimet!, BONDAN PRAKOSO & FADE 2 BLACK malah melawan arus dengan mengeluarkan single yang nyeleneh dan sruntulan, single ini mereka beri judul "KRONCONG PROTOL" ,

Bondan Prakoso a/k/a Mr B dengan dukungan pasukan grup hip hop Fade 2 Black (baca: Fed Tu Blek), kembali berkolaborasi melalui garapan album teranyar bertitel UNITY. Dibandingkan album pertama mereka RESPECT, kolaborasi Bondan dengan Fade 2 Black yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari ini semakin intens, dimana pembagian kerjanya jelas. Bondan bertindak multi peran sebagai vokal, musisi, dan produser, sedangkan Fade 2 Black sepenuhnya nge-rap. Meski demikian di beberapa lagu, kedua belah pihak saling kerja bareng dalam urusan lirik.

Dalam urusan tema, kali ini Bondan dan Fade 2 Black tak melulu membicarakan urusan keseharian, tapi bergerak ke wilayah yang lebih serius, tak tangung-tanggung yaitu urusan persatuan diantara perbedaan. Bondan Prakoso & Fade 2 Black sudah merasa sumpek dengan kondisi sosial saat ini, mereka berusaha mengajak lingkungan untuk peduli dengan persatuan, dengan menafikan perbedaan prinsip, sosial, budaya, atau apapun termasuk musik. Nggak heran judul albumnya pun UNITY, karena memang itulah tema sentral album ini secara keseluruhan.

Dari segi musikalitas, Bondan semakin memantapkan dirinya untuk eksis sebagai Produser musik yang mempunyai kelasnya tersendiri mengingat hampir semua instrument musik dia mainkan di album ini. Bondan yang bersama Fade 2 Black mendapat predikat BEST RAP INDONESIA MUSIC AWARD 2006 ini dengan piawai meracik musik rap dengan aneka campuran hip hop, rock, funk, techno, jazz, hingga keroncong. Tunggu dulu.. keroncong ? Tidak salah lagi ia memang membuat formula keroncong dengan cita rasa anak muda sekarang, jadilah Keroncong Protol alias musik keroncong yang protol / patah / tidak lengkap. Tanpa ragu elemen cuku lele yang dimainkan oleh keluarga Bondan yang asli pemain keroncong, dikawinkan dengan suling sunda dan rapalan rap yang isinya agak sarkastis. Dan tanpa diduga-duga dengan luwesnya Bondan pun mengisi suara sinden.

Man, ternyata Keroncong Protol itu banyak disukai meski pada awalnya orang terkaget-kaget. Saat manggung sambutan penonton juga bagus atas lagu ini. So terbukti dong musik tradisional bisa nge-blend dengan asyiknya dengan musik modern, � jelas cowok yang pernah ber-jam session dengan Akira Jimbo (drummer legendaris Cassiopea) ini bersemangat.

Total 13 lagu di album ini merupakan karya Bondan yang jujur, lugas, Cross Over dan multi genre. Ada kalanya diteriakkan rock anthem dasyat bertajuk Unity, dimana formula rock dan funk disatukan, ditingkahi geberan betotan bass Funk khas Bondan.

Untuk fansnya, didedikasikan sebuah lagu bertajuk Rezpector sebuah lagu yang berisikan gempuran rock funk yang bergemuruh ala mars (rezpector adalah sebutan untuk penggemar Bondan Prakoso & Fade 2 Black yang artinya orang-orang yang saling menghargai) ,. Sementara itu dalam Rock On The Beat, repetan human beatbox (suara beat, scratch yang keluar hanya dari mulut) yang dihasilkan oleh Tito dan secara kompak di sambut oleh para personil Fade 2 Black lainnya terasa dinamis saat jamming dengan betotan bass. Terinspirasi oleh James Brown, Bondan mencetuskan nomor bertajuk Wrong Way, yang khas dengan dentuman beat khas rock funk, dimana di bagian reffrainnya sarat dengan kocokan dynamic rock. Sesekali bebunyian sampling meningkahi musiknya.

Nuansa reggae ternyata tak alpa menggayuti satu nomor di album ini. Dalam lagu Xpresikan, elemen reggae terasa kental pada awal lagu, selanjutnya ditengah lagu dimunculkan beat jungle seperti drum & bass. Liriknya adalah ajakan untuk bertindak sesuai kata hati tentunya untuk hal yang positif

Lelah dengan beat yang menghentak, saatnya bersantai dengan nomor-nomor ballad. Seperti Kau Puisi, komposisi bak big band, dengan hadirnya instrumen oboe, hingga triangle. Liriknya jelas sangat puitis.

R.I.P (Rhyme In Peace), lagu yang khusus didedikasikan buat beatmaker Fade 2 Black yang telah berpulang ke pangkuanNya merupakan salah satu lagu yang sangat mendeskripsikan bagaimana arti sebuah persahabatan dan kekeluargaan. Masih dalam satu ambience, hadir U'll be Sorry, sebuah dance techno, yang mengantarkan telinga dalam alam futuristik dan mistis.

Bondan yang terinspirasi oleh Rocco (bassist Tower Of Power) dan Les-Claypool (bassist Primus Band) menjadikan instrumen bass sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitasnya dan dia memberikan personal touch dalam komposisi funk jazz bertajuk Microphone XXX dimana solo bassnya menggelora, dan erotis seperti syairnya.

Akhir kata, mendengarkan album Unity ini bak mendapat pencerahan dan secercah semangat yang dihasilkan oleh darah-darah muda yang berkarya tanpa berpretensi, apalagi menggurui.

Track List:
1. Unity
2. Xpresikan
3. Kau Puisi
4. Kroncong Protol
5. Waktu
6. U'll Be Sorry
7. Rezpector
8. R.I.P (Rhyme In Peace)
9. Gusti Dewata Mulia Raya
10. Wrong Way
11. Microphone XXX
12. Rock On The Beat
13. Last But Not Least

Monday, November 26, 2007

Padi, Tak Hanya Diam (2007)

Jarang bicara, kali ini Padi yang merilis album ke-5 mereka bertajuk 'Tak Hanya Diam', stop tutup mulut dan speak up. Coba dengar penuturan Piyu sang gitaris.

Album ini dibuka dengan hits 'Sang Penghibur'. Melodi yang ceria dengan lirik yang galau. Banyak tambahan suara yang tak lazim dari Padi biasanya, dengan melodi sederhana. Kita dengar saja penuturan Piyu.

'Sang Penghibur' itu musiknya lebih inspiratif, powerfull, spiritfull dan yang pasti kita memberikan energi ke kita dulu awalnya. Iya lebih nge-rock tapi kita bilangnya powerfull.

'Rencana Besar' awalnya itu dari mimpi. Saya mimpi melihat ada sebuah TV yang menayangkan video klip Gun N' Roses dengan nada lagunya seperti itu. Saya bangun dan saya rekam lagu itu. Beat drumnya unik karena Yoyo juga terinspirasi buat beat drum kebalik-balik.. Dari melodi lagu awalnya udah sangat catchy banget. Pemikiran kita pas mau nulis liriknya lebih cocok pakai bahasa Inggris.

'Terluka' adalah lagu yang terinspirasi dari bencana-bencana di muka bumi. Tapi orang Indonesia itu belum siap menerima segala permasalahan yang ada. Yang penting kita harus siap. Lagu 'Ode' itu pengennya lebih simple dan sederhana jadi kita pakai akustik aja yang penting pesannya bisa disampaikan.

Done with Piyu. Memang khusus lagu 'Ode' hanya digarap oleh Rindra (bass), Fadly (vokal) dan Yoyo (drum). Selebihnya lagu 'Harmony' bisa jadi referensi buat Anda yang ingin mencicipi suara Piyu. Nuansa reggae bisa ditemukan dalam 'Aku Bisa Menjadi Kekasih'.

Kali ini Padi masih bermain kata-kata puitis yang to the poin. Lugas dan tak bertele-tele bukan model roman picisan yang mengobral kata cinta. Cinta di album 'Tak Hanya Diam' ini lebih ke hal yang berbau sosial. Memang itu ide awal album kelima rancangan Padi.

Lumpur merendam, pilunya belum sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat
Apakah ini adalah akhir dari tanah tempatku berpijak


Demikian sepenggal lirik dari lagu 'Terluka' dalam album 'Tak Hanya Diam'. Jadi setuju jika album ini disebut sebagai ajang speak up Padi?

"Sebuah pesan buat kita bahwa segala permasalahan di muka bumi adalah komunikasi. Jadi kita harus bergerak dan menyampaikan sesuatu," ujar Piyu.

Track List:
1. Sang Penghibur
2. Harmony
3. Belum Terlambat
4. Rencana Besar
5. Terluka
6. Jika Engkau Sedih
7. Teruslah Bernyanyi
8. Ode
9. Jangan Datang Malam Ini
10. Aku Bisa Menjadi Kekasih

sumber: detik

Saturday, November 17, 2007

KOIL Bajak Sendiri Album 'Blacklight Shines On'

Musisi ribut permasalahkan soal bajakan. Daripada dibajak orang, Koil membajak albumnya sendiri. Akhirnya 'Blacklight Shines On' justru diedarkan secara gratisan.

Mungkin tak banyak yang kenal dengan band asal Bandung ini. Tapi mereka tak peduli dengan itu. Terbukti penggemar mereka dipelosok negeri tak bisa dibilang sedikit walau namanya tak bergaung sekeras musiknya.

Kini mereka kembali dengan 'Blacklight Shines On'. Masih dengan idealismenya di jalur indie kini mereka tak memperhitungkan hasil penjualan album. Semua diedarkan secara gratis.

Kali ini band yang digawangi oleh Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (bass) dan Leon (drum) berkesempatan untuk menjagokan lagu 'Semoga Kau Sembuh, part II' sebagai soundtrack film 'Kuntilanak 2'. Sebelumnya Koil juga pernah terlibat dalam pembuatan soundtrack '12:00 AM'.

Kali ini mereka masih membicarakan tentang komplain terhadap banyak hal. Mereka berteriak, menjerit dan mencekik gitar sebebas mungkin tanpa batasan. Album kali ini juga terdengar lebih matang dengan komposisi musik cadas yang tidak berlebihan.

Tak terlalu banyak suara yang tidak penting. Namun tambahan synthe dalam beberapa lagu dirasa cukup pas. Sebut saja di lagu 'Nyanyikan Lagu Perang' juga 'Hanya Tinggal Kita Berdua'.

'Semoga Kau Sembuh, part I' dibuka dengan suara gitar yang galau dengan efek distorsi, disusul kemudian detak drum yang bertubi-tubi. Melambat sebentar, lalu siapkan telinga Anda untuk kejutan berikutnya. Semua lagu dalam album ini tentu saja bising, namun beberapa di antaranya ada yang terdengar lebih soft.

Tapi itu tak mengurangi kesangaran mereka. Aksi panggung Koil yang berdiri tahun 1993 itu tak perlu diragukan lagi. Serba "gelap" dan penuh atraksi. Coba simak baik-baik bagian akhir dari album ini, ternyata ada 33 track di dalamnya. Mungkin ini bonus tambahan bagi si peraih album gratis ini. Dengar saja sendiri apa isinya.

Secara keseluruhan, lagu-lagu seperti ini mungkin tak bisa dinikmati semua kalangan, tapi lagi-lagi Koil tak peduli. Suka ambil, jika tidak buang saja, gratis kok!


Daftar track album Koil 'Blacklight Shines On':
1. Kenyataan dalam Dunia Fantasi
2. Semoga Kau Sembuh, part II
3. Ajaran Moral Sesaat
4. Aku Lupa Aku Luka
5. Hanya Tinggal Kita Berdua
6. Sistem Kepemilikan
7. Nyanyikan Lagu Perang
8. Semoga Kau Sembuh, part I
9. Dan Cinta Kita Terlupakan

Monday, November 05, 2007

Cinta Indonesia (Guruh Soekarno Putra)


Judul : Cinta Indonesia vol.1
Tahun Produksi : 1984
Produser : Guruh Soekarno Putra
Produksi : Musica Studio's

Track List:

1.CINTA INDONESIA
Vina Panduwinata
2. SENI
Chrisye
3. AJI MUMPUNG
Vina Panduwinata
4. BIDADARI TIMUR
Irawadi
5. BHINNEKA TUNGGAL IKA
Instrumental
6. PUSPAWARNI
Vina Panduwinata
7. SELAMAT DATANG (BARISAN BINTANG s.d MUDA-MUDI)
Vina Panduwinata
8. BIDADARI TIMUR
Instrumental
9. PENUTUP
Instrumental
10. MELATI SUCI
Vina Panduwinata


CINTA INDONESIA

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Negeri bagaikan permata
Persada bermandi cahaya (gemilang)
Oh tanah air beta
Nan elok rupawan
Inilah senandung pujaan

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Laut nan membiru terbentang
Di langit bertaburan bintang (benderang)
Oh ibu pertiwiku nan elok rupawan
Inilah lagu persembahan

Ya Tuhan kudengar bisikMu
Di kesyahduan suara seruling
Kala malam yang hening
Menggugah jiwaku
Menyadarkanku senantiasa setia
Mengabdi berbakti
Dan aku pun berseru

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Padamu beta t'lah menyatu
Padamu beta kan setia (membela)
Oh tanah tumpah darah nan suci mulia
Inilah janjiku padamu