Saturday, November 17, 2007

KOIL Bajak Sendiri Album 'Blacklight Shines On'

Musisi ribut permasalahkan soal bajakan. Daripada dibajak orang, Koil membajak albumnya sendiri. Akhirnya 'Blacklight Shines On' justru diedarkan secara gratisan.

Mungkin tak banyak yang kenal dengan band asal Bandung ini. Tapi mereka tak peduli dengan itu. Terbukti penggemar mereka dipelosok negeri tak bisa dibilang sedikit walau namanya tak bergaung sekeras musiknya.

Kini mereka kembali dengan 'Blacklight Shines On'. Masih dengan idealismenya di jalur indie kini mereka tak memperhitungkan hasil penjualan album. Semua diedarkan secara gratis.

Kali ini band yang digawangi oleh Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (bass) dan Leon (drum) berkesempatan untuk menjagokan lagu 'Semoga Kau Sembuh, part II' sebagai soundtrack film 'Kuntilanak 2'. Sebelumnya Koil juga pernah terlibat dalam pembuatan soundtrack '12:00 AM'.

Kali ini mereka masih membicarakan tentang komplain terhadap banyak hal. Mereka berteriak, menjerit dan mencekik gitar sebebas mungkin tanpa batasan. Album kali ini juga terdengar lebih matang dengan komposisi musik cadas yang tidak berlebihan.

Tak terlalu banyak suara yang tidak penting. Namun tambahan synthe dalam beberapa lagu dirasa cukup pas. Sebut saja di lagu 'Nyanyikan Lagu Perang' juga 'Hanya Tinggal Kita Berdua'.

'Semoga Kau Sembuh, part I' dibuka dengan suara gitar yang galau dengan efek distorsi, disusul kemudian detak drum yang bertubi-tubi. Melambat sebentar, lalu siapkan telinga Anda untuk kejutan berikutnya. Semua lagu dalam album ini tentu saja bising, namun beberapa di antaranya ada yang terdengar lebih soft.

Tapi itu tak mengurangi kesangaran mereka. Aksi panggung Koil yang berdiri tahun 1993 itu tak perlu diragukan lagi. Serba "gelap" dan penuh atraksi. Coba simak baik-baik bagian akhir dari album ini, ternyata ada 33 track di dalamnya. Mungkin ini bonus tambahan bagi si peraih album gratis ini. Dengar saja sendiri apa isinya.

Secara keseluruhan, lagu-lagu seperti ini mungkin tak bisa dinikmati semua kalangan, tapi lagi-lagi Koil tak peduli. Suka ambil, jika tidak buang saja, gratis kok!


Daftar track album Koil 'Blacklight Shines On':
1. Kenyataan dalam Dunia Fantasi
2. Semoga Kau Sembuh, part II
3. Ajaran Moral Sesaat
4. Aku Lupa Aku Luka
5. Hanya Tinggal Kita Berdua
6. Sistem Kepemilikan
7. Nyanyikan Lagu Perang
8. Semoga Kau Sembuh, part I
9. Dan Cinta Kita Terlupakan

Monday, November 05, 2007

Cinta Indonesia (Guruh Soekarno Putra)


Judul : Cinta Indonesia vol.1
Tahun Produksi : 1984
Produser : Guruh Soekarno Putra
Produksi : Musica Studio's

Track List:

1.CINTA INDONESIA
Vina Panduwinata
2. SENI
Chrisye
3. AJI MUMPUNG
Vina Panduwinata
4. BIDADARI TIMUR
Irawadi
5. BHINNEKA TUNGGAL IKA
Instrumental
6. PUSPAWARNI
Vina Panduwinata
7. SELAMAT DATANG (BARISAN BINTANG s.d MUDA-MUDI)
Vina Panduwinata
8. BIDADARI TIMUR
Instrumental
9. PENUTUP
Instrumental
10. MELATI SUCI
Vina Panduwinata


CINTA INDONESIA

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Negeri bagaikan permata
Persada bermandi cahaya (gemilang)
Oh tanah air beta
Nan elok rupawan
Inilah senandung pujaan

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Laut nan membiru terbentang
Di langit bertaburan bintang (benderang)
Oh ibu pertiwiku nan elok rupawan
Inilah lagu persembahan

Ya Tuhan kudengar bisikMu
Di kesyahduan suara seruling
Kala malam yang hening
Menggugah jiwaku
Menyadarkanku senantiasa setia
Mengabdi berbakti
Dan aku pun berseru

Cinta, cinta, cinta Indonesia
Padamu beta t'lah menyatu
Padamu beta kan setia (membela)
Oh tanah tumpah darah nan suci mulia
Inilah janjiku padamu

Tuesday, October 23, 2007

Dodo Zakaria (07.07.1960 - 22.10.2007)


Pencipta lagu dan pemusik yang terkenal 1980-an Dodo zakaria meninggal dunia di usia 47 tahun Senin (22/10), sekitar pukul 15.40 WIB. Ia sempat mengalami kondisi kritis selama dua minggu sejak menjalani operasi untuk mengangkat kanker usus yang dideritanya.

Dodo, yang dilahirkan di Jakarta 7 Juli 1960 menghembuskan napas terakhir di Ruang 651, Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Sejumlah keluarga yang terlihat melepaskan kepergiannya antara lain ibunya, mantan istrinya Dian Mayasari, penyanyi tahun 80-an, putri satu-satunya hasil perkawinannya dengan Dian, dan suami Dian saat ini. Juga musisi Ian Antono beserta istri.

Selama ini, Dodo paling terkenal dengan karyanya yang berjudul Di Dadaku Ada Kamu, yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata pada 1980-an dan oleh Ratu pada 2000-an. Lagu-lagu Dodo yang lain, Kumpul Bocah Vina Panduwinata) serta Esok Kan Masih Ada dan Akira (Utha Likumahuwa.

Dodo, sebagai pemain piano dan keyboard, pernah menjadi personel sejumlah grup. Sebut saja, Drakhma, yang lahir pada 1980. Dalam grup tersebut ia bermusik bersama Gideon Tengker (gitar), Ricky Basuki (vokal), Rudy Gagola (bas), dan Dani Mamesah (drum). Contoh lainnya, 7 Bintang, grup 1980-an yang terdiri dari Deddy Dhukun, Mus Mujiono, Utha Likumahuwa, Yopie Latul, Malyda, Trie Utami, dan Dodo. Pada tahun 1980-an, ia juga sempat menjadi pemain keyboard untuk God Bless meski sebentar.

Friday, October 19, 2007

Sabda Alam (Chrisye, 1978)


Judul Album : Sabda Alam
Penyanyi : Chrisye

Tahun Produksi : 1978

Produksi : Musica Studio's


Track List

1. JUWITA
Jockie S, Chrisye, Junaedi Salat
2. SABDA ALAM
Chrisye & Junaedi Salat
3. SMARADHANA
Guruh Soekarno Putra
4. DUKA SANG BAHADURI
Jockie S & Junaedi Salat
5. CITA SECINTA
Jockie S, Chrisye, Junaedi Salat
6. KALA SANG SURYA TENGGELAM
Guruh Soekarno Putra
7. NADA ASMARA
Jockie S & Junaedi Salat
8. CITRA HITAM
Jockie S, Chrisye, Junaedi Salat
9. ADAKAH
Christ & Tommy
9. ANAK JALANAN
Guruh Soekarno Putra

SABDA ALAM

Kicau burung bernyanyi / Tanda buana membuka hari / Dan embun pun memudar / Menyongsong fajar / Sejenak kuterlena / Akan kehidupan yang fana / Nikmat alam semesta / Nusa indah nirmala / Serasa pagi tersenyum mesra / Bertiup bayu membangkit sukma / Adakah esok kau senyum jua / Memberi hangatnya sejuta rasa / Sabda alam menghanyutkan suasanaku / Kadangkala kebosanan mencekam jiwa / Sabda alam berbuah kodrat tak tertahan / Rasa cinta, rasa nista berpadu satu

Saturday, June 16, 2007

Seventh Heaven (L'Arc~en~Ciel, 2007)

Setelah lama L'Arc~en~Ciel [Laruku] gak keluarin single baru -single terakhir mereka adalah Link yg rilis thn 2005 kemarin-, akhirnya tanggal 30 Mei 2007 kemarin Laruku keluarin single terbaru yang dikasih judul SEVENTH HEAVEN. Semula banyak yang mengira jika Laruku akan keluarin single terbaru yang judul lagunya SHINE. Ternyata dugaan itu salah. SHINE hanya dijadikan sebagai soundtrack sebuah anime yang tayang di Jepang sono. Entah ke depannya nanti, apakah bakal dijadikan single atau tidak.

Sebenarnya sih aku udah agak bosan nih dengarin lagu Laruku akhir-akhir ini. Bosannya semenjak dengarin lagu di album SMILE dan AWAKE. Hanya beberapa lagu aja yang bisa masuk ke gendang telingaku. Bagiku, album Laruku terbaik adalah album HEART dan double album ark/ray. Hampir semua lagu-lagu yang ada di situ aku suka semuanya. Bahkan bisa memberikan nostalgia tersendiri. Hehehehe....

Kembali ke topik. Single SEVENTH HEAVEN ini total terdiri dari 4 buah lagu. 2 diantaranya adalah lagu SEVENTH HEAVEN dan HONEY 2007 [P'unk~en~Ciel]. Sisanya 2 buah lagu instrumental dengan judul yang sama.

Setelah mendengarkan lagu SEVENTH HEAVEN, aku lantas berpikir. Apakah di Jepang sana sedang trend lagu-lagu disco? Yup, itu lah kesan pertamaku setelah mendengarkan lagu SEVENTH HEAVEN ini. Disco banget! Temponya agak cepat. Terus banyak instrumen elektronik yang bisa dijumpai pada lagu ini. Aku yakin ini pasti kerjaannya Yuki. Menurutku range vokal Hyde tidak terlalu banyak dikeluarin. Biasa aja. Ketukan drum Yuki yang biasa banget tanpa ada sedikitpun kreasi. Permainan bass Tetsu entah kenapa aku gak bisa mendengar dgn jelas [samar-samar]. Apa mungkin itu karena terlalu banyaknya instrumen yang seakan-akan menenggelamkan bunyi bass ATAU kualitas MP3-ku aja yang jelek banget? Wakakaka.... Yeah, berhubung aku suka dengan aliran musik keras [hard rock & metal], terus terang AKU TIDAK SUKA DENGAN LAGU INI. Sorry....

Lagu selanjutnya HONEY 2007. Duh... seandainya gak ada lagu ini, aku sudah pasti akan memberikan nilai 0/5 pada single Laruku kali ini. HONEY 2007 lumayan mengesankan. Dinyanyikan dgn formasi P'unk~en~Ciel sih! Buat yang belum tahu, dalam formasi ini yang menjadi vokalnya adalah Tetsu [merangkap gitar juga]. Hyde memainkan gitar, Yuki pegang bass dan Ken tentunya sebagai drummer. Tempo lagu ini agak diperlambat sedikit. Intro dimulai oleh distorsi gitar ringan yang bisa membuat badan sedikit bergoyang. Setelah itu disambung vokal Tetsu yang agak malas gitu. Yah memang gitulah ciri khas vokal musik punk. Pas chorus tempo menjadi cepat, tentunya cepat ala punk. Permainan drum Ken oke juga nih. Salut deh ama orang ini!!! Gimana dengan permainan bass Yuki? Oke juga lah.

source: http://spawnist.multiply.com

Wednesday, May 02, 2007

1st Edition (Trisum Feat.Balawan)

Bila menyimak album "gitar" ini maka yang terbersit dalam benak saya adalah bagaimana Tohpati dan I Dewa Gede Budjana bersama bintang tamu I Wayan Balawan tampil sebagai peracik yang terampil. Karena mereka betul-betul tampil sebagai peracik dari karakter bermain gitar yang berbeda. Mereka meracik lintas genre yang bisa ditelisik dari arransemen setiap komposisi, bayangkan betapa gak mudahnya merajut berbagai kecenderungan bermusik: ada jazz, rock, bluegrass serta etnikal.

Nah,seperti meracik sajian makanan dan minuman. Bagaimana agar makanan yang siap dicicipi tidak terlalu pedas, tidak kemanisan alias legit namun gak bikin muntah. Dan bagi Tohpati dan Budjana ini adalah persoalan yang mereka geluti dalam bermusik. Lihatlah bagaimana Tohpati harus membagi wilayah bermusiknya antara mengiringi sederet album bercorak pop dan ketika dia harus bermain di wilayah jazz semisal dalam kelompok yang didukungnya: Simakdialog.
Juga lihatlah I Dewa Budjana yang bermain antara mendukung grup Gigi yang ngepop dan keterlibatannya dalam sederet proyek jazz maupun solonya yang terkadang menjumput ranah "new age" sekalipun.

Jadi tak heran lagu dolanan Jawa seperti "Cublak-Cublak Suweng" yang melodi aslinya hanya dipakai tak lebih dari 8 bar itu menjadi sebuah racikan yang lebih eklektik dari ranah jazz ke rock. Belum lagi imbuhan kromatik dan sinkopasi yang menyeruak disana-sini. Trisum pun termasuk cerdas menginterpretasikan karya Ismail Marzuki bertajuk "Keroncong Kemayoran" dengan menyelusupkan nuansa jazz dan sedikit world music tanpa harus memberangus perangai keroncong yang sesungguhnya. Simaklah lagu kroncong ini justeru dinyanyikan dengan gaya tradisional Aceh.

Dalam "October Rain" malah Trisum tiba-tiba menyempil ke tema Southern Rock dan sesekali "bluegrass". Saya malah teringat dengan duet gitar Dickey Betts dan Duanne Allman dari The Allman Brothers, grup Southern Rock legendaris di Amerika.

Dan simaklah sentuhan style "new acoustic" pada lagu "Guitar In The Midnight" sebuah komposisi yang ditulis dan diarransir oleh Tohpati dan Budjana. New Acoustic adalah genre yang menyandingkan bluegrass dan jazz dengan mengutamakan peranan pada instrumen musik yang kerap dipakai pada folk music seperti fiddle,banjo maupun mandolin. Namun Trisum justeru menghadirkan gitar nylon yang dimainkan Tohpati dan steel gitar yang dimainkan Budjana serta susupan seruling dari bang Saat yang muncul pada interlude. Seandainya Trisum memainkan instrumen mandolin, komposisi ini rasanya kian afdol.

Nuansa India merebak pada komposisi "Mahabarata" yang ditulis oleh Tohpati. Budjana dengan gitar sitarnya memberikan porsi yang menonjol disini.
Trisum dengan dukungan Indro Hardjodikoro (bas), Bang Saat (seruling bambu), Jalu Pratidina (kendang), Eugene Bounty (klarinet) dan sandy Winarta (drums) memang berhasil melakukan sejumlah fusi yang hadir dalam takaran pas di album ini.

Album ini memang mengesankan dalam "pembagian kerja". Ketiga gitaris yang hadir di album ini tidak lagi saling menyergap melainkan saling mengimbuh.

TRACKLIST
1.CUBLAK CUBLAK SUWENG
2.KR KEMAYORAN
3.OCTOBER RAIN
4.GUITAR IN THE MIDNIGHT
5.MAINZ IN MY MIND
6.KROMATIKLAGI
7.MAHABARATA
8.MEDLEY CAKA + LUKISAN PAGI
9.JALI JALI

review by: DENNY SAKRIE