Tuesday, April 10, 2007

Album 50:50 (Iwan Fals, 2007)

Akumulasi kematangan Iwan Fals memang jelas terbaca di album ini. Mulai dari ekspresi bernyanyi,pilihan musik hingga penulisan lagu.
Dan di album ini jelas Iwan pun menyadari bahwasanya dia juga merupakan bagian dari industri dan juga merupakan bagian dari idealisme yang bisa disesuaikan dengan berbagai lapis dimensi.
Judul albumnya saja sebetulnya telah mengindikasikan isi.
50:50 ini maksudnya Iwan separuh berceloteh tentang romantika dan separuhnya tentang semangat gugat yang rasanya memang tak bisa lekang dari sosoknya.

Di album terbarunya ini, tak semua lagu ditulis Iwan. Separuhnya ditulis oleh sederet komposer seperti Dewiq, Digo, Bongky Ismail, Pongky Jikustik, Opick, Yockie Soerjoprajogo dan Remy Soetansyah. Musiknya pun digarap beragam mulai dari Andi Bayou, Addie MD hingga Erwin Gutawa.

Menyimak album ini seolah gabungan antara dua album Iwan Fals sebelumnya : "In Collaboartion With" (2003) dan "Manusia 1/2 Dewa" (2004).
Gaya bermusik Iwan yang sudah menjadi signature : lugas ! tersemat pula di isi album ini,misalnya pada lagu "Pulanglah" tentang tewasnya Munir Said Thalib.
Atau simak pula lagu bertajuk "Negara" yang mengingatkan kita pada sajak-sajak pamflet WS Rendra :

Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak
Itulah tugasnya

Lagu bertema gugat lainnya adalah "Rubah" sebuah lagu yang sering dikumandangkan Iwan pada saat menggelar pertunjukan dan "Ikan Ikan", sebuah metafora fabel yaitu menulis kritik dengan sisipan eufisme pada sosok binatang atau hewan yang dulu kerap dibuat Iwan seperti "Belalang Tua","Celoteh Camar Tolol dan Cemar" maupun "Tikus Tikus Kantor".

Jangan lupa, kekuatan album ini pun ditopang dengan kontribusi pemusik lain semisal lagu "Ini Bukan Mimpi" yang ditulis Yockie Soeryoprayogo dan Remy Soetansyah.
Lagu-lagu lainnya seperti "Mabuk Cinta" (wowww Iwan Fals membawakan irama reggae !!!), "Masih Bisa Cinta","Yang Tercinta" atau "Tak Pernah Terbayangkan" merupakan lagu-lagu berkonotasi asmara yang cair dan dalam kemasan pop mengingatkan kita pada album "In Collaboration With".

Kematangan vokal Iwan Fals memang sangat membantu memberi muatan tersendiri untuk track yang berlabel "love song" ini.

TRACK LIST
1.MABUK CINTA
2.MASIH BISA CINTA
3.YANG TERCINTA
4.TAK PERNAH TERBAYANGKAN
5.APAKAH AKU BENAR BENAR MILIK KAMU ?
6.RUBAH
7.KASACIMA
8.PULANGLAH
9.INI BUKAN MIMPI
10.IKAN IKAN
11.NEGARA
12.CEMBURU

oleh: denny sakrie
photo by: tamtomo

Iwan Fals 50:50


Sebuah kemasan album baru dari Asian Heroes dan legenda musik Indonesia yang kembali menyapa lewat konsep keseimbangan "Yin" & "Yang" yang mengusung tema Cinta dan kritik sosial yang dimunculkan secara berimbang, lugas, sederhana namun berisi.

Album yang akan menjadi penyeimbang. Sebanyak 12 komposisi dikemas indah dalam kerangka khas Iwan Fals dengan konsep unik. Album 50:50 yang rencananya akan resmi rilis tanggal 28 Maret 2007 di seluruh Indonesia ini memuat 12 lagu bertema cinta, sosial dan humanis yang lekat dengan sosok Iwan Fals. Album ini memiliki judul menarik 50:50 karena album yang terdiri dari 12 lagu ini 6 lagu dibuat oleh Iwan Fals sendiri, sedangkan 6 lainnya oleh komposer lain seperti Dewiq, Opick, Yockie Suryoprayogo, Pongki Jikustik, Digo (ketua OI) dan Bongky (Slank, Flowers, BIP).

Cinta dan kritik sosial kembali membawa Iwan Fals ke hadapan jutaan OI (Orang Indonesia ) tahun ini. Album penuh aroma cinta dan deru kritik sosial dengan bungkus pop ini berhasil memberikan jawaban akan kemana visi dan misi Iwan Fals. Seperti judul albumnya tidak semua misi membawa virus cinta. Setengah dari album ini adalah visi berupa kritik pada kondisi sosial masyarakat Indonesia. "Aku merasa mendapat respon bagus dari Musica Studio's saat merilis album ini. Karena tidak hanya lagu-lagu pop yang sedang digemari saat ini tapi juga mereka mau menampung lagu-laguku yang tidak mengambil tema cinta," kata Iwan Fals tentang proyek album yang materinya 6 lagu diambil lebih dari 300 lagu ciptaanya.

Komposisi "Mabuk Cinta" sangat menonjol dengan karakter groove dari lagu-lagu khas Bongky. Kali ini groove tersebut dikeluarkan lewat balutan musik pop reggae yang mengalun indah. Bunyi kibor yang mengawang dan memberi beat yang seksi akan terdengar ritmis dan manis lewat siraman drum dan bass yang mengawal vokal khas Iwan Fals yang begitu enjoy dan lepas saaat menyuarakan lirik tentang indahnya mengalami jatuh cinta kembali itu. Musik yang dibangun berhasil menyatu dengan karakter vokal Iwan Fals yang sudah sangat kuat itu. Iwan Fals kali ini akan mencoba lentur dalam buaian pop reggae yang ringan tapi tetap berkelas. Iwan Fals tetap kuat dengan roots yang sudah tertancap kuat dalam dirinya. Apapun yang keluar darinya (dengan konsep yang mungkin baru baginya) akan tetap menjadi magnet yang siap akan membius dan memabukkan seperti menyimak lagu yang menjadi single perdana album 50:50 ini.

Yang paling menonjol di album ini diantaranya lagu berjudul "Masih Bisa Cinta" karya Dewiq yang di aransemen oleh Erwin Gutawa. Di lagu ini pendekatan yang disuarakan Iwan Fals tidak kalah dengan gaya rockstar anak muda seperti Pasha, Giring, atau Ariel saat menyuarakan kerinduan pada orang tercinta. Sebuah tema universal dengan lirik cinta yang akan menjadi guilty pleasure banyak orang. Pula dengan lagu "Yang Tercinta" karya Opick yang di aransemen Addie MS. Sulit memberikan kredit pujian mana yang paling bagus dari dua lagu ini. Keduanya kuat di aransemen. Kuat pula dari struktur lagu. Dan yang paling utama vokal Iwan Fals berhasil menyatu dan saling mengisi dalam sebuah paket pop penuh cinta yang membuatnya menjadi tidak pasaran dan murahan.

Menarik adalah lagu karya Pongky Jikustik berjudul "Tak Pernah Terbayangkan" yang di aransemen oleh Bagoes AA. Lagu yang ditulis Pongky ini menurutnya terinspirasi dari kisah hidup Iwan Fals yang selalu ditemani sang istri, - mbak Yos - dalam kondisi apapun. "Tulis besar-besar tentang hal itu, saya mendedikasikan lagu tersebut untuk mas Iwan agar dinyanyikan untuk mbak Yos," kata Pongky. Sebuah ode yang dipersembahkan Pongky untuk Iwan Fals ini menjadi reuni bagi keduanya. Sebelumnya Pongky pernah memberi lagu bagus di album In Collaboration With dengan judul "Aku Bukan Pilihan." Bagoes AA berhasil mengemas lagu ini dengan sempurna. Pop yang masih terasa kuat dalam aransemen, syarat yang harus ada dalam lagu-lagu Iwan Fals.

Lagu lain yang sangat kuat dalam tema ada pada "Apakah Aku Benar- Benar Memiliki Kamu" karya Digo yang saat ini menjabat sebagai ketua OI. Kontribusi Digo sebelumnya adalah membantu mengisi gitar saat pembuatan album Suara Hati yang menandai kembalinya Iwan Fals ke panggung musik dengan lagu-lagu baru dan bukan lagu aransemen ulang. Lagu ini menjadi makin terasa hidup dan bernyawa dengan aransemen yang dimainkan oleh Andi Bayou. Tidak ketinggalan wartawan senior Remy Soetansyah turun gunung memberi kontribusi lagu berjudul "Ini Bukan Mimpi" yang diciptakan bersama Yockie Soeryoprayogo yang juga membuat aransemen yang kuat di lagu ini. Sebuah lagu yang memberi kita sebuah petunjuk, sebuah penerang, sebuah wacana bahwa bencana yang sedang terjadi yang menimpa Indonesia bukan sekedar sebuah siaran berita di TV, radio, atau Koran. Sebuah kenyataan yang patut direnungkan.

"Aku juga menyumbang lagu cinta di album ini. Judulnya 'KaSaCiMa'. Kadang aku memang tidak pede kalau membuat lagu bertema cinta sekarang ini" kata ayah dari Raya dan Cikal ini. "KaSaCiMa" menurut Iwan Fals diciptakan lebih dari 15 tahun lalu. "Pas mau dirilis bingung mau dikasih judul apa, ya sudah 'KaSaCiMa' saja. Singkatan dari Kasihku Sayangku Cintaku Manisku," katanya sambil tergelak. Lagu "Cemburu" sangat kuat dengan efek suara biola dan flute yang dibiarkan mengawang menjadi teman pengiring bagi karakter vokal Iwan Fals.

Peristiwa Munir juga menjadi perhatian Iwan Fals di album ini. "Saat mendengar kematian Munir aku sedih. Secara jujur aku kagum akan apa yang dia perjuangkan. Aku membuat lagu 'Pulanglah' saat sedang berada di Sukabumi," kata Iwan Fals yang menyebut Munir sebagai Pendekar. Bentuk kepedulian lain yang disuarakan Iwan Fals di lagu ini ada pada "Negara". Sebuah protes yang ditujukan pada kondisi Negara yang seharusnya ideal dan melindungi rakyatnya secara jeli dan jujur coba disuarakan. "Tugasku sebagai seniman ya cuma bisa menyuarakan ide-ide. Aku tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Biarlah mereka yang pandai yang memberikan solusi," katanya jujur. "Ikan-Ikan" dan "Rubah" juga masih secara seksama mencoba meneriakkan ketidak adilan dan ketidakberesan yang terjadi di tingkat bawah. "Ini album yang secara tema aku rasa imbang. Yang akan mencari cinta ada. Yang mencari lagu-lagu berisi protes sosial juga ada," ujar sang legenda.

Mencoba berimbang. Itu yang sedang dilakukan Iwan Fals di album 50:50 ini. Satu yang tidak berubah dari semua album Iwan Fals adalah pesona, kharisma, karakter dan sosoknya yang akan selalu memabukkan siapa saja yang menyimak lirik lagu-lagunya. Entah itu lagu berisi pesan cinta atau pesan kritikan sosial yang menjadi senjata utamanya. Semuanya dihadirkan menjadi satu kesatuan yang bulat, kokoh, dan menjadi kekuatan berpijak dari sang legenda. Album ini akan menjadi penyeimbang hidup siapa saja yang menyimaknya. Dan akan memberikan kita sebuah pesan bahwa masih banyak kata-kata indah yang harus segera diberi makna, seperti yang ditorehkan Iwan Fals di album ini.

written by: adib hidayat, rolling stone
photo by: tamtomo

Tuesday, April 03, 2007

Free Your Mind (Maliq & D'Essentials)

Siapa sih yang namanya MALIQ? Pertanyaan "kocak" ini ternyata masih muncul juga. Padahal sudah berkali-kali dijelaskan, Maliq bukan nama orang. Maliq n d’essentials dibentuk pada 15 Mei 2002 terdiri dari 8 orang personil yang mengusung jenis musik yang disebut soulful Nama maliq adalah kepanjangan dari 'musik and live instrument quality'

Ah, sudahlah. Guyonan yang tidak musikal, kata beberpa teman. Tapi band yang menyebut dirinya Maliq & D'essentials ini meski belum bisa dibilang fenomenal, tapi tetaplah perlu mendapat catatan. Pertama, band yang kin berawak Widi [drum], Angga [vokal], Indah [vokal], Jawa [bass], Satrio [gitar], Ifa [kibord], Amar [terompet], termasuk 'raja pensi' di Jakarta. Entah mengapa, sekolah-sekolah SMA di Jakarta "wajib" menyertakan band ini dalam list penampilnya.

Kedua, band ini sering "salah kaprah" dimasukkan dalam ajang-ajang jazz berkelas, seperti Jak Jazz atau Java Jazz. Herannya, mereka tetap menyedot perhatian dan jumlah penonto yang tidak sedikit. Padahal, ekspose medianya termasuk sering. Apa orang tidak bosan? Ternyata belum. Soal salah kaprah tadi, Maliq sebenarnya tetap menyandarkan dirinya pada musik pop meski dengan banyak racikan lain.

Album pertamanya menyorongkan hits anthem yakni 'Terdiam' yang nyaris jadi lagu wajib anak-anak SMA. Kini, setelah sempat melempar album repackage dengan titel '1st maliq n d’essentials special edition' dengan sinle hits 'The One' awal tahun 2006.

Kini, Maliq kembali merilis album baru yang diberi titel 'Free Your Mind' di Cilantro, Jakarta Senin [27/2/2007]. Masih dengan konsep musikal yang nge-groove, Maliq mengaku mengalami peningkatan wawasan dan skill musikalitasnya. "Awalnya kami memang terbeban untuk membuat album yang sama dengan album pertama, tapi lama-lama kita berpikir bebas saja membut lagu yang penting kita menikmati,' jelas Angga kepada wartawan. Kebebasan itulah yang mereka tuangkan dalam judul album kali ini.

Yang tidak berubah dari band yang dulunya sempat mencicipi dunia kafe ke kafe ini adalah, fashion. "Untuk kostum kita sesuaikan dengan lagu-lagu yang kita bawakan," jelas Angga lagi.

Yang tidak berubah juga, Eq Puradiredja --mantan Humania-- masih menjadi produser dari album Maliq. "Saya tidak membuat Humania seri 2 kok. Kebetulan saja mereka cocok dengan konsep musikalitas yang saya tawarkan," jelas Eq yang dua saudaranya [Angga dan Widi] masuk menjadi line-up Maliq. Sempat berpikir melepaskan diri dai album kedua, Eq ternyata kembali. "Supaya benang merahnya tidak terputus total saja,' kilahnya.

Eq mengakui, dirinya termasuk cerewet kepada band ini. "Untuk urusan lagu saya memang cerewet, karena karakter yang saya mau lagunya harus kuat secara musikalitas ataupun komersil," imbuhnya. Sementara Angga sendiri mengakui, Humania adalah band yang menjadi insiprator dari Malq & D'Essentials. "Kalau kebetulan di album ini lagu Angga dan Widi yang banyak masuk, itu karena kita sudha punya stok lagu bahkan sebelum band ini ada," repet Angga menanggapi pertanyaan soal ketergantungan lagu kepada mereka berdua. "Tapi personil lain banyak membantu di aransemen juga kok," kilahnya.

Sayangnya, band ini lantaran terlalu padat jadual manggungnya, memilih melempar repackage untuk mengisi kekosongan jadual edar albumnya. Terlepas dari kemauan label, album-album penulis lebih suka menyebut album-album repackage sebagai 'album pemalas' saja.

sumber: tembang.com

Saturday, March 24, 2007

Playful (Tompi, 2007)

Satu nama yang mengiang-ngiang di benak saya seusai menyimak album baru Tompi : Stevie Wonder !.
Bukan berarti Tompi menjiplak atau nyontek Stevie Wonder. Tetapi saya yakin Tompi banyak menelaah karakter musikal Stevie Wonder mulai dari olah vokal hingga tata arransemen musik.

Di album bertajuk "Playful" (di sampul depan Tompi terlihat membekap piringan hitam diva blues Billie Holiday), Tompi memang berupaya tampil dengan soulful.
Upaya ini memang tak sia-sia. Karena Tompi terlihat intens melakukan eksplorasi vokal. Salah satunya ketika Tompi melakukan a capella seperti pada lagu "Balonku", karya Pak Daljono, ayah A.Riyanto atau pada lagu "Aku Tak Mau".

Tompi menekuk sedemikian rupa timbre vokalnya hingga menjadi sebuah instrumen musik alami. Pengucapan lirikpun terkadang berfungsi bagai instrumen musik juga,lihat bagaimana ia melafalkan huruf u hingga terdengar seperti ouw (misalnya pada lagu "Lulu dan Siti"). Tompi pun melakukan banyak detil pada back up harmoni vokal.

Musikalitas Tompi terasa memiliki sinergi yang chemistry pada tata musik yang digarap oleh Yudhis Dwikorana, pemusik yang di awal era 90-an dikenal dengan kelompok Guest Band.
Ekspresi merupakan modal Tompi menyanyikan sekitar 13 lagu di album ini mulai dari yang bertema major maupun minor. Ballad seperti "Salahkah" mengingatkan saya pada ballad soul milik Stevie Wonder semisal "Too Shy To Say" atau "You and I" di era 1970-an.

Lalu simak pula "Even If" yang diiringi kelompok Groovolofy dengan nuansa soul funk, kembali mengingatkan kita pada pakem soul funk-nya Stevie Wonder.
Makanya tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Tompi banyak mendaur pengaruh dari Stevie Wonder.

Kecuali lagu "Balonku",semua lagu di album keduanya ditulis sendiri oleh Tompi.
Menariknya lagi,dalam penulisan lirik lagu, Tompi ingin terlihat cair dengan menggunakan idiom sehari-hari yang terkadang cenderung nakal.

Tompi mungkin tak mau berjarak dengan penikmat musiknya.

Oleh : Denny Sakrie

TRACKLIST
1.BALONKU
2.LULU DAN SITI
3.SALAHKAH
4.JANGAN ENGKAU GANGGU CINTAKU
5.CAN YOU FEEL MY MUSIC
6.VALENTINE's DAY
7.AKU TAK MAU
8.KEKAGUMANKU
9.I'AM FALLING IN LOVE
10.ENGKAULAH SATU-SATUNYA
11.EVEN IF
12.SOFT SHOE
13.T-SCAT


Listen "SALAHKAH"
Listen "AKU TAK MAU"

Thursday, March 01, 2007

Kerajaan Cinta (Dewa 19)

DEWA is Back [again]! Setelah merilis album yang cukup kontroversial Laskar Cinta dan Republik Cinta, Dhani, Andra, Tyo, Yuke, dan Once, kembali merilis album repackage yang diberi titel 'KERAJAAN CINTA'.

Entah terdengar sombong atau percaya diri, tapi yang jelas Dhani mengklaim, "Permainan bermusik rock kami dalam album ini adalah yang paling tinggi," kata Dhani.

Di album ini, Dewa juga menyodorkan 'fakta' baru, vokalisnya sekarang dua orang, Once dan Dhani. Sebelumnya Dhani juga kerap menyanyi, tapi lebih sebagai penyeimbang saja, tapi kini bersama Once, Dhani juga adalah vokalis.

Di album repackage ini, DEWA 19 menyorongkan dua lagu baru yang berjudul Mati Aku Mati dan Dewi. Sementara lagu lainnya adalah lagu yang diambil dari album Republik Cinta.

Album lagu ini mengusung semangat baru dalam bermusik. "Dengan me-mix retro musik dan rock masa kini sebagaimana yang dilakukan Linkin Park, kami memformulasikan album ini," terang Dhani Ahmad. Album ini sangat computerized.

Selain ekperimen dengan sampling, Dewa juga menyuguhkan musik yang lebih keras. Kemudian ritme yang dibawa juga cenderung ke speed rock. Di lagu ini, permainan tapping bas Yuke sangat kentara.

Yang jelas, album Dewa terbaru ini adalah Dewa"baru" yang lebih progresif. Soal diterima atau tidak, rasanya pasar juga yang menentukan. Apakah ini untuk mendongkrak album sebelumnya yang penjualannya 'biasa-biasa' saja? Entahlah, yang jelas, DEWA 19 masih berkarya.. (taken from: tembang.com)

Track list
1. Laskar Cinta “ Chapter One “
2. Laskar Cinta ‘ Chapter Two “
3. Emotional Love Song
4. Separuh Nafas
5. Larut
6. Sedang Ingin Bercinta
7. Mati Aku Mati ( New Song )
8. Dewi ( New Song )
9. Lelaki Pencemburu
10. Angin
11. Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu
12. Roman Picisan
13. Kangen
14. Selimut Hati

Listen Song & Lyric of "DEWI"


Tuesday, February 27, 2007

Gita Gutawa (Self Tittled, 2007)

Ketika sang putri kecil mulai mengerti artinya cinta….

Menyanyikan lagu-lagu dengan tehnik menyanyi high pitch bukanlah perkara mudah. Karena tidak sembarang orang dapat melakukannya. si cantik Aluna Sagita Gutawa, gadis yang kerap disapa Gita Gutawa ini memiliki karakter suara sopran sehingga ia dapat menyanyikan sejumlah lagu-lagu pop klasik yang high pitch. Putri komposer dan arangger kenamaan Erwin Gutawa ini nampaknya ingin mengikuti jejak sang ayah. Terjun di dunia musik.

Sebelumnya, Gita Gutawa dikenal sebagai penyanyi anak-anak yang pernah berduet dengan Donny ‘ Ada Band’ lewat lagu Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah). Lagu ini kemudian menjadi hits terjual lebih dari 850 ribu kopi dan membawa Gita & Donny sebagai nominasi Duet Terbaik kategori Pop AMI award 2005.

Debut album bertajuk namanya sendiri alias self titled album. Gita menamai genre albumnya ini sebagai album Pop Klasik. Erwin yang terjun langsung sebagai PRODUSER album buah hatinya ini. Gita sendiri take vocal di Jakarta, sedangkan mixing dan masteringnya dilakukan di Sydney , Australia. Production album ini dibuat serius dengan kualitas yang bagus.

“Liriknya tidak anak-anak, cenderung remaja malah. Aku sesuaikan saja tema lagunya untuk anak-anak yang sebaya denganku.” tutur siswi yang tengah bersekolah di SMP AL Izhar Pondok Labu ini. Untuk album ini, Gita bekerja sama dengan sejumlah musisi. Erwin Gutawa, Andi Rianto, dan Pink-pitt berperan sebagai aranger. Sedangkan untuk pencipta lagunya Gita bekerja sama dengan pencipta lagu ternama seperti Glenn Fredly, Melly Goeslaw, Harry Budiman, Dewiq, Krishna & Donnie ‘ada band’ hingga Eross Chandra.

Saat ini Gita juga tengah melakukan syuting untuk film serial TV drama musikal yang terdiri dari 5 episode, berjudul Ajari Aku Cinta dimana akan disiarkan di SCTV. Ceritanya sendiri diangkat dari lagu-lagu dalam album ini dan Gita berperan sebagai dirinya sendiri. Lagu pertama dibuka dengan lagu Kembang Perawan yang dijagokan sebagai hits dan tampil dengan nuansa teatrikal. Seperti dalam liriknya: Aku mulai jatuh cinta // Papa biarlah aku // menikmati semua // anugerah hidupku, nampak Gita mulai menikmati asyiknya jatuh cinta namun masih malu-malu dan meminta ijin kepada ortu. Lagu yang ditulis oleh Melly Goeslaw ini sudah diputar di radio-radio beberapa bulan sebelum perilisan album ini.

Ada juga lagu Bukan Permainan merupakan ungkapan perasaan remaja seumuran Gita yang sedang bangkit dari kesedihannya. Dalam video klipnya, Gita tengah bersepeda sambil bernyanyi menyusuri kota London yang modern. Kedua video klip ini disutradarai oleh Taba Sanchabachtiar.

Simak juga lagu indah Gita Gutawa lainnya seperti Apa Kata Bintang yang melantun manis disertai dentingan gitar. Liriknya yang lugu menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sedang melamun, dan ia mulai deg-degan merasakan cinta pertamanya. Sebuah pengalaman yang sangat lumrah dirasakan oleh semua orang.

Tak hanya lagu-lagu slow, ada pula lagu berirama riang seperti Do Be Do. Lagu ini mewakili figur anak remaja yang mandiri dan mulai mandiridan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Yang unik, lagu ini mengambil disadur dari sebuah lagu asing dengan sound-sound musik Afrika yang kemudian liriknya diadaptasi oleh Eross Chandra.

Sahabat Kecilku merupakan ungkapan perasaan Gita saat berpisah dengan sahabat masa kecilnya. Hal yang juga pernah dirasakan oleh siapapun ketika pindah dari bangku TK menuju SD, ataupun dari bangku SD menuju SMP, karena mereka akan menemukan dunia yang baru. Dan perlahan mulai meninggalkan dunia anak-anaknya.

Gita mencoba membuat lirik lagu dalam sebuah lagu di albumnya. yaitu lagu Surga di Bawah Telapak Kakimu, Lagu yang ditulis Gita berdua dengan Donny ‘ Ada Band’ sekaligus meneruskan kerja sama yang pernah dilakukan keduanya sebelumnya. Setelah sebelumnya bersama Donnie ’ Ada band’ mengetengahkan mengenai ayah kini pepatah “Surga Berada Di Telapak Kaki Ibu” menginspirasi Gita dan Donny untuk menulis lirik lagu ini.

Tak hanya lagu berbahasa Indonesia , dalam album ini Gita juga memperlihatkan kebolehannya menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Lagu To Be One disajikan apik dengan diiringi dentingan gitar akustik, ensemble orkestra dan juga choir yang membuat lagu ini menjadi berkesan megah dan elegan.

Gita yang menjadi anggota kelompok perdamaian dunia CISV (kelompok perdamaian dunia dibawah UNICEF) mempersembahkan sebuah lagu yang mengangkat tema tentang perdamaian dunia untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia yang walaupun berbeda-beda agar dapat hidup bersatu dalam damai.

Dengarkan juga Vocalizing dimana Gita menonjolkan range kelebaran suaranya dari rendah ke tinggi dengan skill vokalnya yang luar biasa untuk seorang anak umur 13 tahun! Vocalizing sebenarnya adalah lagu yang biasa dinyanyikan Gita sebagai pemanasan sebelum bernyanyi. Karena dirasa unik dan indah, maka Vocalizing dimasukan ke dalam album ini.

“Gapailah cita-citamu setinggi langit!” pesan itulah yang ingin disampaikan dalam lagu Your love, satu lagi lagu berbahasa inggris dimana Gita berduet dengan Delon yang dalam lagu ini berperan sebagai kakaknya. Lirknya bercerita bahwa kita bisa kuat dan berhasil meraih impian karena didukung oleh cinta kasih orang-orang disekitar kita. Lewat lagu ini, karakter suara keduanya yang pernah menjadi anggota paduan suara dimana Gita yang bersuara sopran dan Delon yang bersuara tenor diiringi oleh instrumentasi orkestra.. terdengar sangatlah indah…

Gita juga sama seperti remaja lainnya. Suka sekali curhat. Itu yang terlihat dalam lagu Alunan Sebuah Lagu. Lagu ini merupakan lagu spesial karena dibuat papa dan mamanya (Erwin dan Lulu) khusus untuk Gita. Didalamnya mengandung pesan berarti, yaitu “Jika kamu bersedih, bermain musiklah. Karena musik juga bisa dijadikan tempat curhat., Musik dapat merubah suasana hatimu..”. Judul lagunya sendiri diambil dari nama Gita (Aluna sagita yang artinya alunan sebuah lagu).

Track List:
1. Kembang Perawan
2. Bila
3. Bukan Permainan
4. Surga di Bawah Telapak Kakimu
5. Your Love / Fly High – Gita Gutawa feat Delon
6. Do Be Do (Siap Melangkah)
7. Apa Kata Bintang
8. Alunan Sebuah Lagu
9. Sahabat Kecilku
10. Dengar
11. Vocalizing
12. To Be One


Listening "Kembang Perawan"


:: sonybmg ::